<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971</id><updated>2011-11-15T14:52:32.148+07:00</updated><category term='puisi2 ummu mumtazah'/><category term='zaujatiiy'/><category term='ummu_mumtazah'/><category term='Matahari - matahariku'/><category term='cerpen2 ummu_mumtazah'/><title type='text'>Mumtazah Family</title><subtitle type='html'>Hikmah itu ada di setiap jengkal langkah.....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>109</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-520704791142739321</id><published>2011-09-29T12:50:00.004+07:00</published><updated>2011-09-29T13:25:44.115+07:00</updated><title type='text'>Semangat Silaturahim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-fwym-H4YFGM/ToQK44OEr3I/AAAAAAAAAT0/ZwYj7pX9O8I/s1600/family.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 158px; height: 158px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-fwym-H4YFGM/ToQK44OEr3I/AAAAAAAAAT0/ZwYj7pX9O8I/s200/family.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657659004164550514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Masih dalam cerita cuti melahirkan 3 bulan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; kemarin banyak hal yang kualami. Hal ter’gila’ yang aku lakukan adalah mengajak si bungsu pulang kampung saat Idul Fitri kemarin dalam usianya yang baru 30 hari. Jarak Yogya-Belitang, sebuah kecamatan nun jauh di Sumatera Selatan, bukanlah dekat .&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengendarai mobil pribadi, ribuan kilo kami tempuh melewati pesisir jawa, selat sunda, hingga menyisir hutan sumatera. Bukan pula perjalanan yang mudah karena sepanjang jalan dengan membawa semua anak adalah perjalanan berurai air mata dimana setiap anak pasti akan menangis karena hal apapun, tak terkecuali ibunya yang gemas dengan tingkah mereka :). Belum lagi yang menyedihkan adalah si no-3 yang baru pertama kali di ajak keluar jauh dari habitatnya selama ini. Rasa ‘ketakutan’ dengan suasana baru ditambah lagi kecemburuan dengan si adik baru  tumpah ruah dengan kemanjaan dan kekeraskepalaannya selama di perjalanan. Sejenak hal ini membuatku nanar. Perjalanan pulang kali ini yang ditemani oleh kedua orang tuaku  menjadi tidak asyik. Mestinya semua menikmati dengan suka cita, tapi dalam hati aku yakin semua akan dimudahkan Allah karena semangat silaturahim lah yang kucoba bawa di niat perjalanan kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama seminggu pertama di kampung adalah cobaan berat bagiku karena si tampan ku tak hendak pergi dari sisi ditemani dengan tangisnya yang menyesak dada. Semuanya mau ummi...!! Jadilah diriku ibu seperti adegan di sinetron saat take gambar menggendong bayi sementara ada anak laki-laki yang kecil memegang ujung baju si ibu kemanapun pergi sambil menangis..what a life..  Mmhnff.... !! Alhamdulillah tak lama kemudian sang abi datang dari Pekanbaru dan dengan semangat cinta menemani hari-hari  lelaki kecil kami yang sudah rindu dengan sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seminggu di Belitang, perjalanan lanjut ke Ranau, tanah kelahiran mama di salah satu pojok Lampung Barat. Dengan semangat silaturahim juga kami rela naik kapal motor kecil terombang ambing menyeberangi danau indah permai untuk berkunjung ke tempat saudara di kaki gunung Seminung dan si kecil pun harus rela saat telinganya yang baru 40 hari lebih terpapar kerasnya suara mesin kapal motor yang meraung-raung di depan kendali. Kembali doaku dalam diam memohon Allah menjaga telinganya demi semangat silaturahim yang kami bawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kurang lebih 3 minggu menghabiskan waktu di Belitang, waktunya untuk kembali ke Yogya. Kali ini perjalanan udara yang kami tempuh dengan hanya membawa si kecil, sementara 3 anak yang lain naik mobil diantar oleh orang tuaku, yang baru 3 minggu sebelumnya menjemput kami dari Yogya. Papa yang usianya sudah kepala 6 berjuang menyetir mobil demi mengantar cucu-cucunya pulang ke Yogya, sementara mama yang usianya pun tidak terpaut jauh harus ikut untuk menjaga cucu-cucunya selama perjalanan. Alhamdulillah semua dimudahkan tanpa halangan berarti Allah beri kesehatan kepada Beliau berdua hingga kembali ke Belitang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu 4 jam di dalam travel yang sesak dan tidak nyaman menuju ke bandara bukanlah waktu yang singkat. Kami mencoba bertahan dengan keadaan itu, sambil sesekali menenangkan si kecil yang sering terbangun karena ketidaknyamanan tersebut. Doaku lagi supaya Allah jaga si kecil dari pengaruh buruk keadaan sekitar demi semangat silaturahim. Di atas pesawat  doa yang sama kupinta, semoga tekanan di pesawat tidak berpengaruh pada telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah.. banyak sekali hal yang dapat membuat buah hati ku dan orang tuaku jatuh sakit bila kuingat betapa perjalanan ini tidak ringan. Subhanallah..maka pertolongan siapakah yang kita minta di saat seperti itu? Penjagaan siapakah yang paling baik dari segala macam hal buruk yang mungkin menimpa  kami saat itu?  Alhamdulillah hingga detik kembali ke Yogya tidak satupun anakku yang sakit atau terjadi hal yang mengkhawatirkan, hanya flu ringan yang mengenai keempatnya. Inilah hasil pulang kampung dengan semangat silaturahim itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan moral : Silaturahim akan memanjangkan umur dan memurahkan rezeki (al-hadits)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Srowolan, end of September, 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-520704791142739321?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/520704791142739321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=520704791142739321&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/520704791142739321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/520704791142739321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2011/09/selama-cuti-melahirkan-3-bulan-kemarin.html' title='Semangat Silaturahim'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-fwym-H4YFGM/ToQK44OEr3I/AAAAAAAAAT0/ZwYj7pX9O8I/s72-c/family.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-4242788285188387606</id><published>2011-09-29T10:48:00.008+07:00</published><updated>2011-09-29T14:48:44.215+07:00</updated><title type='text'>Episode Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-pTJDA3anQAk/ToPvHfNfsfI/AAAAAAAAATs/0ilkEdUzXiQ/s1600/shofiyayh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-pTJDA3anQAk/ToPvHfNfsfI/AAAAAAAAATs/0ilkEdUzXiQ/s200/shofiyayh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657628468823699954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Menjelang berakhirnya cuti&lt;/span&gt; yang kunikmati selama hampir 3 bulan ini dan  kembali kepada kehidupan di dalam belantara pencarian ilmu, aku sempatkan menulis sepenggal episode rasa hati saat ini, sembari memangku si tampan ke-3 ku tulisan ini kubuat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Shofiyah Hafidhotul Mumtazah, si elok yang lahir dari rahim ibunda pada tanggal 20 Juli 2011 melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sectio caesaria &lt;/span&gt;yang ke-4 -Alhamdulillah tanpa kendala berarti- ,  memberikan spirit cinta yang baru di aliran darah ibunda dan ayahanda. Menambah semangat kami untuk terus berkarya. Shofiyah, nama itu kami ambil dari nama salah seorang isteri Rasulullah yang berbudi, yang diharapkan dapat menjaga (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hafidhotul&lt;/span&gt;) syahadah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;syahidatul&lt;/span&gt;), keikhlasan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kholishotul&lt;/span&gt;), dan kekasih hatinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(syauqi&lt;/span&gt;) dengan penjagaan terbaik (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mumtazah&lt;/span&gt;) yang dia punya hingga kelak menemui Sang Pemilik, aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal iman lah kehidupan ini akan kembali kujelang, perjuangan tanpa henti bersama empat anak dengan suami nun jauh di sana. Cengeng? Ah tidak juga. Toh semua pasti berlalu, karena pada dasarnya waktu melaju. Hanya bagaimana kualitas hari-hari yang dilalui itulah yang mesti dimaknai lebih baik lagi. Kunikmati hari-hari ini, membaui nafas dan aroma tubuh mereka saat ini, mendengar tangis mereka setiap saat saling bergantian dan bersahut-sahutan dan kadang mengesalkan namun mungkin suatu waktu di hari yang akan datang akan begitu kurindukan.  Adalah sebuah pengorbanan saat moment-moment emas di kehidupan mereka berlalu begitu saja dalam lembaran hidup ayahanda. Sebuah keterasingan yang akan dirasa oleh si bungsu kami nanti. Disesali? Ah tidak juga. Bila masih diberi Allah waktu, hutang itu harus terbayar pada saat ada perjumpaan. Berkumpul kembali dalam keadaan normal itu harapan kami. Semua tergantung diriku –dalam sudut pandang manusia-, seberapa cepat selesai selama itulah waktu perpisahan. Menantang bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua nasib manusia sama suka dan dukanya. Banyak komentar ketakjuban kudengar dari kiri dan kanan melihat 4 anak dalam genggaman. Ah kupikir itu biasa saja, Allah pasti tahu seberapa besar kemampuan hamba Nya. Menjalani dengan lapang dada, walau emosi kadang meletup dengan tingkah kanak-kanak mereka. Ampuni hamba untuk ketidaksabaran ini, Rabbi. Aku harus banyak belajar menjadi ibu karena aku yakin bila menjadi ibu adalah sekolah berijazah, maka sudah terlalu banyak angka merah aku toreh di rapor tiap semesternya. Melatih si besar untuk lebih disiplin dan bertanggungjawab terhadap adik-adiknya, melatih si kecil untuk menyayangi kakak-kakaknya adalah pekerjaan harian yang rutin kulakukan. Apakah berpikir bagaimana menghidupi mereka kelak mengusik ku? Ah tidak juga. Aku yakin rezeki Allah berlimpah di langit dan di bumi, porsi untuk mereka juga sudah tersedia tinggal bagaimana menggapainya lewat doa dan usaha. Aku percaya rezeki itu tidak bisa diduga dalam hitungan kertas manusia. Bila dengan akal aku berhitung pendapatan dan pengeluaran nanti saat biaya begitu banyak mereka butuhkan, aku akan merasa miskin dan kekurangan. Tapi siapa yang bisa menyangkal rezeki lain di luar akal manusia? Sebelum si bungsu lahir sudah begitu banyak rezeki yang tak terduga datangnya menghampiri kami. Lalu nikmat Allah mana yang bisa kami dustakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Time is irreversible and unpredictable, yet enjoyable&lt;br /&gt;So.....enjoy your life as if u have a long age and true heaven inside...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran moral dari tulisan ini : jangan takut untuk punya banyak anak, insyaAllah semua akan dimudahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Srowolan, akhir September 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-4242788285188387606?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/4242788285188387606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=4242788285188387606&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/4242788285188387606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/4242788285188387606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2011/09/menjelang-berakhirnya-cuti-yang-hampir.html' title='Episode Baru'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-pTJDA3anQAk/ToPvHfNfsfI/AAAAAAAAATs/0ilkEdUzXiQ/s72-c/shofiyayh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-6821763227019661294</id><published>2011-02-16T10:23:00.005+07:00</published><updated>2011-02-16T10:41:31.322+07:00</updated><title type='text'>Andai...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-78tGxVgcb9o/TVtEtmrZtUI/AAAAAAAAATg/Ia8hzFYM9Ms/s1600/kakek-nenek.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 181px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-78tGxVgcb9o/TVtEtmrZtUI/AAAAAAAAATg/Ia8hzFYM9Ms/s200/kakek-nenek.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574124514068510018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Hari ini dirinya kembali berlalu, setelah kurang lebih 5 hari menggenapkan euforiaku atas nama cinta yang terus kami timbun dalam kesadaran semesta.&lt;/span&gt; Selalu, perpisahan itu meninggalkan jejak sunyi yang luar biasa menyengat. Menyisakan harap yang senantiasa tumbuh untuk sebuah perjumpaan pada episode berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari terasa cepat berlalu memaksa kami untuk terjaga bahwasanya setiap perjumpaan akan ada akhir, kebersamaan itu fana bila kita membacanya dalam bahasa materi yang kasat mata. Menarik balik tali masa, ah betapa tidak berdayanya hamba. Semua tidak akan terulang dalam cerita duka dan bahagia yang sama, walau rasanya masih tetap terulang sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta, bila diri masih diberi izin untuk membersamaimu hingga senja, aku ingin menjadi teman bicara yang menyenangkan di sisimu saat menikmati secangkir teh hangat pada suatu masa nanti, menjadi teman berbagi cerita saat hari beranjak menua dalam dekapan bintang gemintang di angkasa. Menjadi pendengar setia setiap huruf yang kau eja dengan mata cinta. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menjadi teman  terbaikmu di setiap waktu.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mendekapi lelahnya jiwamu dengan sepenuh hatiku dan bersama menyaksikan buah hati kita bertumbuh melahirkan penerusmu. Kita akan menikmati senja itu sembari menyelami jiwa, mencari celah hati yang sekiranya butuh sedikit reparasi agar dapat merasakan bahwasanya kasih sayang itu tetap tergenggam kuat hingga kelak berjumpa kembali di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang, kita tidak tahu seperti apa masa depan. Merancang dan menapaki jalan itu  saja yang bisa kita lakukan. Entah, apakah rasa itu akan tetap sama setelah sekian lama, akankah impian itu terwujud pada masanya, rahasia itu semata ada pada Nya. Takdir. Biarlah itu yang akan membawa kita pada cerita akhir. Doa itu tetap sama Cinta, semoga Allah senantiasa mengekalkan rasa itu untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Baik-baik di jalan yaa Mas…semoga Allah selalu menuntun langkah kita selalu menuju Nya. Aamiin..&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Never bored to say this, I love you so much..more than words can say&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;.:x&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;Sudut Poli, February 16th, 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-6821763227019661294?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/6821763227019661294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=6821763227019661294&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6821763227019661294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6821763227019661294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2011/02/andai.html' title='Andai...'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-78tGxVgcb9o/TVtEtmrZtUI/AAAAAAAAATg/Ia8hzFYM9Ms/s72-c/kakek-nenek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-3123697643559578082</id><published>2011-01-22T11:08:00.005+07:00</published><updated>2011-01-22T12:06:53.501+07:00</updated><title type='text'>Muhammad: Lelaki penggenggam hujan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TTpZj_uTI-I/AAAAAAAAATU/gStGHhUPteM/s1600/muhammad.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 93px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TTpZj_uTI-I/AAAAAAAAATU/gStGHhUPteM/s200/muhammad.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564858764505588706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Muhammad …aku rindu padamu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Kelu. Rasa yang menggerus-gerus hatiku saat larut pada Muhammad: lelaki penggenggam hujan, setebal beratus halaman. Karya unik yang membahasakan biografi laki-laki agung sepanjang masa itu dengan novel tentang seorang  pencari kebenaran: Kashva dari Persia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, bila tidak mampu mencari pemisah yang nyata, maka orang akan beranggapan ada pencampuradukan fakta dengan fiksi. Tapi tunggu dulu, sejak awal di sampul buku yang tertera adalah Novel Biografi, yang artinya kita akan berhadapan dengan sebuah realita sejarah yang dibungkus atau dibumbu dengan fiksi semata. Buku ini haruslah ditulis dengan kehati-hatian tingkat tinggi mengingat penulis sendiri tidak memiliki latar belakang keagamaan yang kuat, namun insyaAllah tetap ‘tertuntun’. Wanta-wanti ibu penulis untuk ekses yang ditimbulkan dari buku ini sudah dikupas di awal oleh si penulis. Jawaban si penulis cukup diplomatis“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ibu, jika kelak ada orang yang salah paham dengan terbitnya buku ini, aku yakin itu terjadi karena mereka mencintai Kanjeng Rasul. Dan, percayalah Ibu, aku menulis buku ini disebabkan alasan yang sama.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah jelas batas antara nyata dan tidak nyata. Setiap bab akan banyak bercerita. Mari kita tinggalkan sejenak kontroversi sedikit itu. Kembali pada esensi yang hendak dibawa. Buku ini ditulis dengan cinta. Aku bisa merasakan karena air mata yang menghentak-hentak ruang rindu dapat terleleh karenanya. Aku membaca buku itu dengan hati. Bila ada kekurangan sana-sini biarlah ‘dosa’ itu ditanggung penulis.  Cukuplah si penulis berpahala dengan bertambahnya kecintaan para pembaca terhadap nabinya setelah membaca buku tersebut. Sejarah badar, uhud, lika-liku kehidupan dan keseharian Sang Nabi bersama dengan keluarga dan sahabat-sahabat mulianya hingga romansa yang dilalui laki-laki agung itu dipaparkan dengan cukup berbeda. Mengalir. Tidak menggurui. Tidak formal. Tapi tetap santun dan agung. Buku-buku siroh lain pernah kubaca sebelumnya, tapi entah mengapa menurutku buku-buku itu kurang berkesan kecuali aku harus mampu belajar secara formal dari buku-buku siroh tersebut untuk menambah pengetahuan. Yah kupikir masing-masing buku tetap ingin memberikan hasil yang sama pada tiap pembacanya walau dengan cara papar yang beda. Penilaian itu kembali kita serahkan  kepada para pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, buku ini  memberikan kesimpulan bahwa kehadiran lelaki agung itu sudah menjadi nubuwat di tiap agama besar dunia jauh sebelum lelaki itu dilahirkan. Sudut pandang seorang Parsi bernama Kashva yang diberangus kebebasan dan raganya oleh penguasa tapi tidak dengan pemikirannya atas kebenaran, diceritakan pada bab-bab yang berbeda. Romantisme yang tidak kesampaian menjadi bumbu cerita yang menemani perjalanan religius seorang Kashva menembus hutan belantara dan iklim yang menggila demi sebuah kebenaran yang dibawa sang lelaki penggenggam hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama baru yang dibawa lelaki agung itu pun merupakan rahmat bagi semeseta alam. Sayang, tidak semua orang dapat merasakan keindahannya karena hidayah itu tidak dijelang. Bila anda ingin melihat gaya bahasa novel tanpa mengubah esensi sebuah siroh yang akan membedakan dengan buku-buku siroh lain, monggo silahkan dibaca buku ini…komentar anda di nanti…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Poli, 21 Januari 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-3123697643559578082?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/3123697643559578082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=3123697643559578082&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3123697643559578082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3123697643559578082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2011/01/muhammad-aku-rindu-padamu.html' title='Muhammad: Lelaki penggenggam hujan'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TTpZj_uTI-I/AAAAAAAAATU/gStGHhUPteM/s72-c/muhammad.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-5655217200845837429</id><published>2011-01-19T10:17:00.005+07:00</published><updated>2011-01-22T11:08:11.519+07:00</updated><title type='text'>Menantimu pada suatu masa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TTZah9NeHcI/AAAAAAAAATM/Y7yCiLL2kn0/s1600/waiting.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 133px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TTZah9NeHcI/AAAAAAAAATM/Y7yCiLL2kn0/s200/waiting.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563733929076071874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Tuntas sudah bacaan Sang Pencerah ku hari itu&lt;/span&gt;. Setelah seharian keadaan memaksaku untuk tirah baring,  yang kutanggapi dengan setengah hati karena masih berat rasanya meninggalkan tugas-tugas yang ada, tapi tak urung jua kujalani dengan sepenuh hati. Apalagi yang dapat membunuh sepi selain berkelana menembus batas lewat lembaran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;paperback&lt;/span&gt; setebal ratusan halaman ini? Akan aku ceritakan isi buku itu lain waktu. Saat ini aku ingin melakukan monolog dalam diam pada sebentuk makhluk yang kunamai Cinta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Well, anakku cinta di dalam rahim dan kasih sayang ummi…, jangan nakal di dalam yaaa….kita istirahat hari ini untuk energi lebih banyak esok hari. Bersama-sama kita lalui sesulit apapun keadaannya, insyaAllah ummi yakin semua dapat kita jalani. Ummi tidak akan banyak mengeluh bila ekskresi hormon berlebih disebabkan dirimu sedang bertumbuh di ruang cinta ummi menyebabkan ummi mual dan gampang lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya ummi pasrah melihat bercak dan aliran darah siang itu. Bila Allah berkehendak tentu engkau akan hadir di antara kami Cinta apapun yang terjadi, tapi bila Allah berkehendak lain, kekuatan apa yang bisa menahannya ??  Lalu semangat itu hilang saat membayangkan semua akan sia-sia setelah harap demikian kuat tertambat …tapi betapa tak terbendung rasa bahagia ummi saat melihat gambar dirimu di usg di siang keesokan harinya, Nak. Ummi harus kuat.., lihatlah dirimupun terlihat sehat dan kuat menjalani takdir itu. Artinya ummi harus lebih baik menjagamu hingga sampai hari kemarin dan cukup sehari itu saja kita berbaring seharian menikmati waktu demi dirimu ada, Nak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia menjelang 33, anak ummi insyaAllah berjumlah 4 orang. Kebahagiaan yang tidak semua orang dapat merasakannya dan tidak semua orang dapat merasa bahagia karenanya. Walaupun abi tidak dapat mengikuti perkembanganmu setiap waktu karena jarak yang tidak memungkinkan, ummi yakin cinta Beliau padamu tetap besar, Nak. Ummi juga berusaha tetap tegar tanpa ada abi di sisi, karena ummi percaya Allah sebaik-baik penjaga kita. InsyaAllah, doa dan semangat yang abi salurkan lewat hari-hari mengalir menjadi tambahan energi untuk kita, Sayang. Pernah terbersit rasa tidak rela saat menjalani semua sendiri dan ummi merasa sepertinya abi hanya memetik buah dari ‘kesengsaraan’ yang ummi jalani, karena setiap ummi mengandung pada umumnya selalu dalam kondisi sendiri tanpa dibersamai oleh orang yang seharusnya ikut  bertanggungjawab atas kejadian ini, tapi ummi tepis rasa itu, ummi harus belajar ikhlas menjalani semua. Ini takdir bahagia bukan sengsara. Ummi hanya butuh belajar lebih banyak ilmu ikhlas dan ilmu sabar, dimana kurikulumnya tidak akan pernah habis selama hidup untuk dipelajari. Ajari ummi selalu, Cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah Cinta, semua akan menyambutmu dengan suka cita. Ada cikwo Ais, kakak tertuamu yang begitu lincah, agak emosional, tapi di suatu masa dapat begitu emas hatinya. Ada cikngah Hafshoh, kakakmu nomor dua yang begitu sensitif perasaannya terhadap apapun juga, tapi juga penyayang. Ada atin Syauqi yang nanti lebih banyak menemanimu karena usia yang terpaut tidak begitu jauh, yang suara tangisnya sering memecah sunyi, tapi kelucuannya selalu menyegarkan hari-hari. Ada ummi dan abi yang akan selalu menjaga dan merawatmu dengan cinta. Ada among-yayi, yangti-yangkung, om-tante, semuanya akan menyambutmu dengan suka cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ragu untuk hadir di sini bersama kami, Cinta. Sungguh, hadirmu adalah berkah yang dipersembahkan bagi masa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-5655217200845837429?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/5655217200845837429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=5655217200845837429&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/5655217200845837429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/5655217200845837429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2011/01/menantimu-pada-suatu-masa.html' title='Menantimu pada suatu masa'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TTZah9NeHcI/AAAAAAAAATM/Y7yCiLL2kn0/s72-c/waiting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-3762250783899389926</id><published>2011-01-06T08:33:00.005+07:00</published><updated>2011-01-06T08:41:21.376+07:00</updated><title type='text'>Ehmm..Rindu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TSUdo-7hbiI/AAAAAAAAATE/AhpfrIxtGiA/s1600/miss%2Byou.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 177px; height: 127px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TSUdo-7hbiI/AAAAAAAAATE/AhpfrIxtGiA/s200/miss%2Byou.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558881904983371298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku sedang rindu..&lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengaduk-aduk pusara hatiku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku rindu..&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah sekian lama bersama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rasa itupun tetap sama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku sedang rindu…&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Merasakan dekap hangat itu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menembus seluruh kesadaranku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dia..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Padanya rindu itu kutambatkan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Laki-laki cintaku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sepanjang zaman..&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Poli, Awal Januari 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-3762250783899389926?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/3762250783899389926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=3762250783899389926&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3762250783899389926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3762250783899389926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2011/01/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title='Ehmm..Rindu'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TSUdo-7hbiI/AAAAAAAAATE/AhpfrIxtGiA/s72-c/miss%2Byou.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-722884026573732632</id><published>2010-12-26T01:56:00.004+07:00</published><updated>2010-12-26T02:10:07.864+07:00</updated><title type='text'>Harap dan Jawab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TRZA_KrET3I/AAAAAAAAAS4/ZZ1t3Q0_My4/s1600/doa.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 105px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TRZA_KrET3I/AAAAAAAAAS4/ZZ1t3Q0_My4/s200/doa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5554698644349013874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Perasaan malas menulis merupakan momok  untuk seorang penulis&lt;/span&gt;..well, apa iya diriku sudah jadi penulis??  Mmm…sebuah mimpi yang entah kapan terwujud dalam karya nyata. Sebuah buku. Paling tidak. Biarlah untuk sementara aku menjauh dari keluh kesah yang sudah basi itu. Terlalu sering angan itu kuurai tapi kenapa hanya dalam mimpi ?? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sudah cukup dengan kebahagiaan apa-apa yang Allah beri saat ini. Jangan pernah berhenti untuk bersyukur Yuni…, syukur itu mahal harganya. Lihatlah semua pinta itu terkabul bahkan diberi bonus pula sama Allah. Harapan jadi dosen FK terkabul dengan diterimanya jadi CPNS periode tahun ini, lalu beasiswa dari Kementrian Pendidikan Nasional untuk sekolah spesialis ini, lalu tak habis pula Allah beri calon buah hati ke-4 ini. Walaupun untuk berkah yang terakhir ini jauh dari dugaan. Tetap semua tidak terjadi secara kebetulan, karena skenario Allah jualah semua terjadi. Sekali lagi, bukan untuk disesali. Lalu nikmat Allah manakah yang bisa aku dustakan ?? Suami hebat, anak-anak yang membanggakan, keluarga yang saling menyayangi….kesehatan…kemurahan rezeki…kemudahan urusan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak ingin berlebihan mengapreseasi semua itu. Bukan dengan potong sapi atau potong kambing, karena aku merasa itu awal untuk sebuah amanah yang berat. Menjadi abdi negara dalam mendidik calon-calon dokter masa depan lalu menjadi ibu untuk generasi baru yang akan kulahirkan nanti, sementara tiga orang lagi masih harus terus kubersamai. Dengan setumpuk tugas anak sekolah, setumpuk tugas ibu rumah tangga, setumpuk tugas sebagai hamba, semua mencari hak nya yang berserakan untuk dirangkum dalam keseimbangan. Berkejaran dengan waktu. Tanpa suami di sisi, tapi sungguh dukungan dan doa beliau dari jauh sudah cukup berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang masih belum rampung kupelajari. Kesabaran. Ketabahan. Pengorbanan. Kesetiaan. Keikhlasan. Kesyukuran. Semua adalah kata kunci mengarungi hidup ini. Bukan banyak yang kupinta, cukup kan aku dengan semua yang ada Wahai Pemberi Cinta, agara aku semakin paham bagaimana memaknai keterbatasan sebagai hamba. Terlalu banyak kekurangan diri terungkap saat berkah itu meluap membanjiri asa. Tetapkankan lah langkahku ke sana. Keababadian itu yang baka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Srowolan, 25 Desember 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-722884026573732632?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/722884026573732632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=722884026573732632&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/722884026573732632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/722884026573732632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2010/12/perasaan-malas-menulis-merupakan-momok.html' title='Harap dan Jawab'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TRZA_KrET3I/AAAAAAAAAS4/ZZ1t3Q0_My4/s72-c/doa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-1642669870373075477</id><published>2010-11-04T02:06:00.002+07:00</published><updated>2010-11-04T02:13:55.220+07:00</updated><title type='text'>Rapuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TNG0SOzYtwI/AAAAAAAAASw/6DrsBxja05g/s1600/ring.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TNG0SOzYtwI/AAAAAAAAASw/6DrsBxja05g/s200/ring.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535403642319320834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;song by: Opick&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik waktu terus berjalan berhias gelap dan terang&lt;br /&gt;Suka dan duka , tangis dan tawa, tergores bagai lukisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seribu mimpi berjuta sepi&lt;br /&gt;Hadir bagai teman sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara lelahnya jiwa dalam resah dan air mata&lt;br /&gt;Kupersembahkan yang terindah dalam hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ku rapuh dalam langkah&lt;br /&gt;Kadang tak setia kepada Mu&lt;br /&gt;Namun cinta dalam jiwa hanyalah pada Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkanlah bila hati tak sempurna mencintai Mu&lt;br /&gt;Dalam dada kuharap hanya diri Mu yang bertahta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik waktu terus berlalu&lt;br /&gt;Semua berakhir pada Mu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-1642669870373075477?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/1642669870373075477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=1642669870373075477&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1642669870373075477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1642669870373075477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2010/11/rapuh.html' title='Rapuh'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TNG0SOzYtwI/AAAAAAAAASw/6DrsBxja05g/s72-c/ring.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-2852035236407869535</id><published>2010-11-04T01:06:00.003+07:00</published><updated>2010-11-04T01:57:05.794+07:00</updated><title type='text'>Membaca Merapi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TNGtyCsUX-I/AAAAAAAAASo/IiiYzZa4hrc/s1600/PA307026.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 178px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TNGtyCsUX-I/AAAAAAAAASo/IiiYzZa4hrc/s200/PA307026.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535396492242870242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Pagi itu…Sabtu, 30 Oktober 2010 merupakan hari bersejarah untuk ku dan penduduk Jogja pada umumnya&lt;/span&gt;. Lihatlah, warna kelabu mendominasi hampir seluruh jengkal tanah Jogja, sekelabu hati-hati kami saat itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Merapi tengah menggeliat dari tidurnya, terjaga untuk memenuhi titah Tuhannya dalam rangka merangkaikan takdir dengan kehidupan anak manusia. Sayang, kadangkala keselarasan yang hendak dijalin alam diartikan salah oleh kita. Sungguh, saat ini alam tengah mengaktualisasikan dirinya di tengah masa dan massa sebagai pengingat ampuh terhadap kesombongan manusia. Itulah kiranya perandaian yang lebih sesuai menurutku daripada bahasa merusak yang akan dikonotasikan jahat oleh semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu kembali kurasakan gigil yang menggigit dan mencubit kesadaranku tentang waktu. Kapanpun, akhir dunia itu adalah sesuatu yang baku dengan segudang cerita kengerian tak terperi tentang gunung yang tercerabut dan diterbangkan layaknya kapas tertiup angin. Terseret-seret pada segala kelemahan yang disandingkan pada perkasanya fenomena alam, membuat ku tak malu untuk meraung sepanjang perjalanan pagi itu menuju rumah sakit tempatku menuntut ilmu. Berkecamuk rasa di dada yang sulit untuk kuungkap lewat kata. Lunglai raga, letih jiwa. Helmku kabur..tertutup abu bercampur  air mata yang memerihkan mata, namun tak seperih jiwaku saat itu. Aku mencoba lamat-lamat mengeja alam dengan bahasa keimanan yang tak seberapa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung itu..sekuat dan sehebat apapun tak sanggup memikul beban amanah menjadi pewaris bumi sesungguhnya..lalu manusialah yang terpilih pada akhirnya. Tapi hal tersebut tidak serta merta akan membuat manusia lebih digdaya… Lihatlah…manusia begitu tanpa daya saat awan panas menyapu kehidupan yang selama ini lelah dijaga dan diperjuangkan dengan keringat, air mata, dan seribu pengorbanan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak tempat tinggalku dengan sang perkasa itu tidak lebih dari 20 km, radius yang masih “aman” untuk saat ini, tapi entah esok hari. Sang Penguasa alam mempunyai skenario luar biasa untuk seluruh ciptaan Nya,pun termasuk beberapa gunung-gunung lain yang ikut tergelitik untuk beraktivitas yang sama dengan Merapi. Tentu semua ini terjadi dengan tujuan… yang kadang di luar kekuasaan manusia untuk memahaminya. Hingga tulisan ini kubuat, Merapi masih menggeliat entah sampai kapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Srowolan, Awal November 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-2852035236407869535?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/2852035236407869535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=2852035236407869535&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/2852035236407869535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/2852035236407869535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2010/11/membaca-merapi.html' title='Membaca Merapi'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TNGtyCsUX-I/AAAAAAAAASo/IiiYzZa4hrc/s72-c/PA307026.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-1030608557488186576</id><published>2010-09-23T12:56:00.002+07:00</published><updated>2010-09-23T13:03:47.359+07:00</updated><title type='text'>Kematian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TJrth6NBgwI/AAAAAAAAASg/UINppbq7_0I/s1600/silence.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TJrth6NBgwI/AAAAAAAAASg/UINppbq7_0I/s200/silence.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519985460111311618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Kematian…Betapa kadang kalimat itu terasa asing dan menakutkan&lt;/span&gt;. Saat diri menyadari bahwa hidup ada masanya, bahwa masa sendiri akan membatasi hak nya untuk tetap ada. &lt;span class="fullpost"&gt;Terputus sudah kenikmatan itu sampai pada titik dimana kita tidak mampu menyangkalnya. Kesepian panjang itu akan kita jelang tanpa tahu gelap atau benderangkah warna yang menyertai sepi itu. Hari ini, kembali kueja kematian di dalam episode hidup seorang bude…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyentakkan kembali langkah yang kadang lena pada dunia. Semua akan ada akhirnya. Perjumpaan, perpisahan adalah irama yang terjadi di luar kehendak kita. Ukuran-ukuran nisbi tidak akan pernah bisa memprediksi cepat atau lambat itu terjadi. Tiba-tiba dan menyesakkan. Siap atau tidak - meninggalkan dan ditinggalkan itu adalah kepastian. Sungguh, bukan kematian itu sendiri yang terkadang membuatku ciut nyali, tapi kehidupan setelah kematian yang masih misteri lah yang membuatku ngeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kematian itu kubaca dalam keimanan yang belum seberapa ini, lunglai rasanya. Hasrat hati begitu besar untuk dapat sempurna menjalani dunia  dalam rangka ketaatan pada Nya, tapi pada saat yang sama kemalasan terlalu berkuasa pada jiwa. Pemaafan diri menjadi tameng nafsu yang masih dengan sadar kuikuti. Munafikkah aku , Tuhan ? Sementara itu dengan senyap… mengendap… tanpa suara, dalam diam… perlahan….bayang kematian itu mengikuti. Lalu kemana aku akan berlari ?? Tidak ada satupun dinding yang dapat mengisolasi wujud dari maut. Aku tergugu. Berkecamuk rasa di dada tanpa kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isakku di sore yang basah itu……&lt;br /&gt;Tuhan, aku ingin saat kematian itu menyergap hanya nama-Mu lah yang terucap.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-1030608557488186576?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/1030608557488186576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=1030608557488186576&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1030608557488186576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1030608557488186576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2010/09/kematian.html' title='Kematian'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TJrth6NBgwI/AAAAAAAAASg/UINppbq7_0I/s72-c/silence.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-444236996202359976</id><published>2010-08-05T13:16:00.004+07:00</published><updated>2010-08-06T08:09:45.303+07:00</updated><title type='text'>Ikrar pada Masa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TFpYaiZg4SI/AAAAAAAAASQ/ct0vrXGA5Uo/s1600/warmth.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TFpYaiZg4SI/AAAAAAAAASQ/ct0vrXGA5Uo/s200/warmth.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501807107720143138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Pencuri kehangatan itu telah berlalu&lt;/span&gt;. Sepi. Air mata saat itu menganak merelakan sebentuk perpisahan yang harus dapat kami tangguhkan nyerinya. Kali ini aku tengah berkejaran dengan waktu. Klise.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rekaman memori keindahan, kedukaan,saat-saat  mata cinta itu bersinar, akan tetap jelas  hidup dalam rentang ribuan kilo jarak yang memisahkan. Saat itu aku berpesan, tetaplah aku dikenang dalam kesendirian. Pesona sakinah yang lahir dari ketulusan kami simpan dalam belenggu kepercayaan tingkat tinggi di haribaan Sang Pemilik Janji. Tak perlu diucapkan, tapi jiwa telah saling menggenggam,  itu lebih dari cukup untuk mengungkapkan betapa kesetiaan itu tidak serta merta dapat ditakar dan ditukar dengan materi yang relatif kadarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak bukan belenggu, waktu juga bukanlah perancu. Aku hidup dalam bayang-bayang cinta yang selalu dihembuskan disetiap desah napasnya, begitu pun sebaliknya. Sementara buah-buah cinta itu mengawal setiap langkah kami untuk tetap kembali.  Pengorbanan menjadi kata ajaib yang memicu ketulusan untuk berbuat. Harganya mahal, pun memaknai perpisahan dengan kelapangan dada bukanlah perkara membalik telapak tangan. Menekan sekuat-kuatnya rindu yang menyeruak mencari ruang nafas lega di antara tarikan senyumnya sungguh tidak mudah. Berdamai dengan kesendirian raga yang sejatinya tertaut pada suatu raga yang lain, akan melelahkan pada suatu masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencuri kehangatan itu telah berlalu. Sementara tentu. Kutahankan semua rasa untuk sesuatu yang lebih besar pada akhirnya. Pada sebuah kalimat yang kupinjam dari Mbak Helvy, kuucap lagi padamu saat ini saat raga bertemu hanya di alam maya. Sungguh, aku hanya ingin menikahi jiwamu selalu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;PA, Awal Agustus 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-444236996202359976?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/444236996202359976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=444236996202359976&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/444236996202359976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/444236996202359976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2010/08/pencuri-kehangatan-itu-telah-berlalu.html' title='Ikrar pada Masa'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TFpYaiZg4SI/AAAAAAAAASQ/ct0vrXGA5Uo/s72-c/warmth.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-7634052719270611949</id><published>2010-08-05T10:55:00.003+07:00</published><updated>2010-08-05T13:14:35.554+07:00</updated><title type='text'>Dwilogi Padang Bulan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TFpVs19vU3I/AAAAAAAAASI/QGAv9zy74jI/s1600/dwilogi+padang+bulan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 111px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TFpVs19vU3I/AAAAAAAAASI/QGAv9zy74jI/s200/dwilogi+padang+bulan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501804123675120498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="file:///C:/Users/mumtaz/AppData/Local/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Apa kabarmu hari ini, Kawan ??&lt;/span&gt; Rasanya kepenatan itu membutuhkan jenak, sekedar jeda dalam mengarungi hidup. Kali ini kuajak Kawan untuk tersenyum sekaligus tertawa segar menikmati secangkir  humor-humor khas nuansa melayu pada Dwilogi Padang Bulan – goresan budaya dalam cerita – yang dengan indah mengular di setiap goresan pena (baca: tuts keyboard.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;red&lt;/span&gt;) Andrea Hirata.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Buku ini adalah buku yang pertama kali kupegang saat memasuki toko buku diskon di kota Jogja ini di suatu sore yang basah. Sungguh, hanya dengan membaca nama pengarang aku bisa terhipnotis untuk membelinya.Begitu kuat daya pikat setiap kalimat yang lahir dari pikiran makhluk melayu satu ini. Ditambah lagi, lihatlah amboi.. uniknya sampul buku itu, depan-belakang oke, ibarat tarian dwimuka-nya Dhidhik Nini Towok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun setting cerita tidak jauh berbeda dengan tetralogi sebelumnya, dimana pemeran utamanya adalah Ikal dan Maryamah ( nama untuk judul tetralogi yang paling terakhir keluar) ditambah dengan pemain-pemain baru lainnya, buku ini masih tetap layak untuk mendapat pujian. Tidak salah barangkali bila tetralogi dan dwilogi buku tersebut kelak digabung menjadi satu lalu lahirlah heksalogi (maksa.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku sampai heran saat melihatku tertawa terbahak-bahak tanpa henti saat membaca buku itu. Kalimat – kalimat yang menggelitik syaraf geli itu yang selalu ingin kucari di setiap barisnya. Humor yang mengalir tanpa paksaan tanpa basa-basi. Semacam candu menurutku. Hebat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi ciri khas, di setiap ceritanya, Andrea ingin berbagi semangat dengan para pembaca. Pesan moral selalu disampaikan dalam bahasa universal berbau Islam (tapi bukankah Islam sendiri bersifat universal ? Rasanya tidak perlu diperdebatkan). Semangat yang dapat membuat orang percaya bahwa sesuatu yang dirasa tidak mungkin bukanlah mustahil saat kita yakin bahwa kita mampu melakukannya.   Bagaimana Enong alias Maryamah, seorang wanita perkasa baik fisik maupun mental  berpantang untuk menyerah pada nasib (istilah yang umum dikonotasikan kepada nasib yang kurang beruntung) dituturkan dengan baik oleh penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penempatan sudut pandang yang berubah-ubah sesuka hati di setiap bab tanpa memberikan identitas jelas siapa pelakunya, membuat buku ini semakin unik menurutku. Layak kiranya karya spektakuler penulis sebelumnya seperti  Laskar Pelangi dialihbahasakan agar dapat dinikmati oleh penduduk dunia di belahan bumi yang berbeda. Lihatlah, judulnya alih rupa menjadi Troops of Rainbow, gagah bukan kedengarannya??! Akan tetapi, melihat  ruh latar belakang budaya melayu  yang selalu ditiupkan pada buku-bukunya, sepertinya aku pesimis buku itu mampu memikat pembaca yang tidak mempunyai keterikatan ras yang sama dengan penulis. Hei, tapi tunggu dulu, aku jadi ingat buku-buku lain yang kubaca dengan latar belakang budaya beraneka ragam, mulai dari budaya Irlandia, Myanmar, Afganistan, Palestina, dan Pakistan, aku dapat kembali optimis hal tersebut bukanlah halangan yang berarti karena nyatanya  aku tetap bisa tersihir dengan buku-buku tersebut. Bukumu dapat membawamu berkelana menembus batas, ruang, dan waktu. Membuatmu merdeka dari belenggu materi yang membatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada isi buku Dwilogi Padang Bulan ini. Ada bagian yang sama sekali aku tidak pahami dan memang aku tidak berniat memahaminya yaitu tentang bagaimana permainan catur itu dijalankan dan dimainkan dengan berbagai macam model yang membingungkan. Aku buta sama sekali. Bila seorang GM membaca buku ini mungkin  paham apa kelemahan teknis yang  dibicarakan penulis tentang catur yang sekiranya dapat menjadi titik lemah penulis itu sendiri. Tapi aku tidak butuh itu, aku hanya butuh semangat yang mengalir di setiap kalimat penulis dalam  mendramatisir setiap langkah-langkah catur yang sedang dimainkan dengan metafora-metafora di luar jaungkauan pikiranku. Itu sudah cukup. Walau sedikitpun aku tak tahu bagaimana perangkat-perangkat catur itu bekerja, anehnya aku dapat larut menanti dengan debaran dan keingintahuan seperti apa kelak si penulis menetapkan nasib karakter pemain-pemain catur tersebut, hingga kemudian Maryamah meraih kemenangan telak di atas papan catur yang serta merta meruntuhkan arogansi sang mantan suami. Satu lagi poin keunggulan di tunjukkan sang penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu-bumbu romansa yang ditutup rapat dengan kesopanan budaya melayu menjadi bunga buku ini. Biarlah harap cinta itu tetap digantung dalam kesendirian bujang lapuk seorang Ikal. Tanpa berpanjang-panjang mengapreseasi buku ini, ada baiknya bila langsung Anda baca tanpa perlu bertanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-7634052719270611949?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/7634052719270611949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=7634052719270611949&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7634052719270611949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7634052719270611949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2010/08/dwilogi-padang-bulan.html' title='Dwilogi Padang Bulan'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TFpVs19vU3I/AAAAAAAAASI/QGAv9zy74jI/s72-c/dwilogi+padang+bulan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-1350970062416847856</id><published>2010-06-30T11:57:00.002+07:00</published><updated>2010-06-30T12:03:38.912+07:00</updated><title type='text'>A Thousand Splendid Suns</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TCrQBv1n6jI/AAAAAAAAASA/-v-laoqhc_U/s1600/A+thousand+splendid+suns.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 96px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TCrQBv1n6jI/AAAAAAAAASA/-v-laoqhc_U/s200/A+thousand+splendid+suns.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488427824344197682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Mariam. Seorang perempuan sederhana yang terlatih sejak dini menyembunyikan lara seberapapun beratnya. &lt;/span&gt;Yang mampu mengatupkan mulutnya tanpa bicara menghadapi deraan pedih jiwa dan raga. Aziza. Seorang perempuan cerdas namun kandas oleh takdir yang membawanya pada pengalaman hidup pahit dan berliku hingga kembali menemukan cinta’lama’  yang dimaknai dengan lebih dewasa. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tokoh wanita dengan latar belakang budaya dan carut marut nya pemerintah Afghanistan tersebut digambarkan dengan apik oleh si pengarang buku, Khaled Hossein. Spektakuler. Bahasa yang dipakai adalah bahasa jiwa, yang menurutku hanya dapat dipahami oleh jiwa pula. Aku tersenyum saat suamiku berkomentar,” Baca sekilas aja ngga paham isinya ngomong apa.” Yah..gaya bahasa yang dituturkan penulis tidak serta merta akan disukai oleh tipe orang-orang lugas dan tidak bertele-tele dalam berbahasa. Kenyataannya buku itu mampu menyedot perhatianku sejenak dari aktivitas lain. Uff…tugas-tugas sekolah jadi agak tertunda hanya untuk buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mariam dan Aziza dipertemukan oleh takdir, dimana keduanya masuk dalam skenario pengarang untuk menjadi isteri dari pria yang sama, seorang pria lanjut usia yang ter-stigma sebagai lelaki kasar, egois, dan tidak berperasaan. Keduanya terpuruk di dalam kooptasi seorang laki-laki yang hanya memberikan kontribusi kecil pada kebahagiaan hidup mereka, namun secara tidak langsung menjadi perantara bagi kuatnya jiwa dan kayanya pengalaman batin yang dipunya. Yah..kaya dengan derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan senasib membawa keduanya ke dalam ikatan jiwa  yang indah, walaupun pada awalnya kebencian dan prasangka menjadi bagian dari perkenalan kedua wanita yang beda usia nya terpaut jauh tersebut. Tariq. Laki-laki cinta yang dibawa Aziza dalam setiap desah napasnya untuk beberapa saat hilang dari kehidupannya selama menjadi isteri Rasheed, tiba-tiba kembali muncul masih membawa cinta yang sama seperti sejak mereka kanak-kanak. Happy ending pada akhirnya untuk kedua wanita tersebut, tapi penetapan bahagia itu dijalani dengan cara berbeda. Aziza kembali bersatu dengan Tariq, sementara Mariam menemukan kebahagiaan lain di tiang gantungan karena menghilangkan nyawa Rasheed, matahari bagi Zalmai, buah hati Aziza dan Rasheed. Hukuman itu layak menurut Mariam, dan tidak ada penyesalan sesudahnya, karena dia pernah merasakan bahagia di dalam hidupnya saat bersama Aziza beserta anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, hidup adalah skenario besar yang sudah ditetapkan Pencipta. Memaknai setiap peristiwa dengan kacamata ilahiyah adalah tuntutan untuk sebuah kedewasaan dalam arti sebenarnya. Hidup hanyalah pilihan sejak pertama kali mata kita mampu membuka hingga kegelapan pada akhirnya. Setiap pilihan dituntut sebuah pertanggungjawaban. Pertanyaannya, siapkah kita dengan pertanggungjawaban itu ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-1350970062416847856?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/1350970062416847856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=1350970062416847856&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1350970062416847856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1350970062416847856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2010/06/thousand-splendid-suns.html' title='A Thousand Splendid Suns'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TCrQBv1n6jI/AAAAAAAAASA/-v-laoqhc_U/s72-c/A+thousand+splendid+suns.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-1303509358842182517</id><published>2010-06-26T03:16:00.004+07:00</published><updated>2010-06-28T15:57:15.454+07:00</updated><title type='text'>17 Juni 1978 - 17 Juni 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TChj2GW1dFI/AAAAAAAAAR4/M3V6qWVdIgY/s1600/contemplation.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 126px; height: 84px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TChj2GW1dFI/AAAAAAAAAR4/M3V6qWVdIgY/s200/contemplation.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487745927021425746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Sepertinya banyak momen-momen penting kulewatkan selama beberapa waktu ini&lt;/span&gt;, yang seharusnya akan lebih baik bila kurekam lewat tulisan. Entahlah, nafsu menulis ku masih belum muncul dan menengadahkan inginnya pada blog ini. Miladku sudah berlalu. Jujur, aku ngeri dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur tetap aku lakukan bahwa hidup sudah bisa sampai di sini. Tapi masih banyak tanya yang kuseret di setiap perjalanannya. Berkah tidak usia yang sudah berlalu sekian lama ? Lalu apa yang akan terjadi dengan usia yang masih tersisa ? Sungguh aku tidak ingin merayakan kesia-siaan itu dengan mengajak orang lain bersenang-senang. Sesuatu yang semu. Tidak ada perayaan. Sepi. Aku hanya ingin doa tulus tak berbalas yang dapat membuatku lebih optimis menatap asa di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya akhir hidup terbaik dapat kuketahui sejak saat ini, betapa tidak akan pernah kurasakan batu-batu menggayut di pundak masa. Berat. Introspeksi untuk mencari hakikat diri masih belum dapat sempurna kuurai di setiap episode cerita. Masih banyak bab-bab terlalui dengan hampa. Sementara langkah harus terus berkejaran dengan takdir untuk berhenti pada satu noktah yang masih absurd di alamku. Perlahan tapi pasti aku mendekatinya dengan seribu prasangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia tidak lagi muda, kesempatan yang tersisa begitu terbatasnya dibanding harap untuk banyak hal yang masih di angan. Waktu…detik demi detik mu menggilas kesadaranku untuk tetap tunduk, tapi di waktu yang lain dalam sekejap hilang tergantikan euforia yang melenakan pada dunia. Ringkihnya diri ini. Waktu…biarkan saat ini aku mengeja-mu, menyusun kembali carut marut huruf yang terbata keluar dari ketidakberdayaan sebagai seorang hamba. Beri aku kesempatan belajar membacamu dengan dengan artikulasi yang jelas, sempurna, dan bermakna di setiap  lembarnya. Agar kelak penyesalan itu tidak pernah menempati posisinya dimanapun di ruang hatiku. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-1303509358842182517?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/1303509358842182517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=1303509358842182517&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1303509358842182517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1303509358842182517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2010/06/sepertinya-banyak-momen-momen-penting.html' title='17 Juni 1978 - 17 Juni 2010'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/TChj2GW1dFI/AAAAAAAAAR4/M3V6qWVdIgY/s72-c/contemplation.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-6164632278889264503</id><published>2010-04-15T11:16:00.009+07:00</published><updated>2010-04-15T16:22:55.839+07:00</updated><title type='text'>Missing you</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S8aWTENMLgI/AAAAAAAAARw/5HAdgLycsuM/s1600/missing+you.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 115px; height: 92px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S8aWTENMLgI/AAAAAAAAARw/5HAdgLycsuM/s200/missing+you.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460216852524051970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Hey, sudah berapa lama aku vakum memelukmu ?&lt;/span&gt; Bermesraan tanpa peduli waktu sehingga membuat orang lain cemburu dan merenggutmu ? Aku tidak tahu pasti, yang pasti aku sekarang  tengah pindah ke lain hati. Oh..terlalu ! Tapi tunggu dulu.., sepertinya perselingkuhan itu tidak akan berlangsung lama. Aku pasti akan rindu dan kembali padamu, walau aku tidak tahu kapan. Sedihku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak waktu hilang dari kebersamaan kita, terganti dengan lelah yang terus ada. Jangankan memegang, melirik pun sepertinya aku tak mampu. Kapan terakhir kali cerita tentang dirimu kurangkai dalam diam  lalu kujadikan kenang-kenangan  yang akan aku buka nanti di masa depan ? sehari ? Dua hari? Berbulan yang lalu? Aku tahu, lara itu kau simpan tanpa mampu terungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kau mampu merayuku hingga mampu melambungkan imajinasiku menembus batas, ruang, dan waktu, serta memantul-mantulkan emosiku di setiap sisi-sisi kesadaranku. Pengalaman batin yang tidak akan mampu aku gantikan dengan apapun. De Javu – ku di suatu masa kanak-kanak lalu bersamamu. Kau memberiku banyak hal berguna tanpa meminta balasan atas apapun juga.  Aromamu meruak dan menjelma menjadi candu pada suatu waktu. Pesonamu meluluhlantakkan keangkuhanku, membuatku hanya mampu diam menikmati setiap belaian jiwa tanpa kata. Tunggu aku kembali. Tetaplah di sana bersama sabarmu yang tak bertepi. Akan ada suatu masa kita bertemu karena sungguh aku butuh dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKK, Medio April 2010.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-6164632278889264503?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/6164632278889264503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=6164632278889264503&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6164632278889264503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6164632278889264503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2010/04/missing-you.html' title='Missing you'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S8aWTENMLgI/AAAAAAAAARw/5HAdgLycsuM/s72-c/missing+you.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-6075368538698902991</id><published>2010-04-15T10:05:00.002+07:00</published><updated>2010-04-15T10:24:07.813+07:00</updated><title type='text'>Presentasi Perdana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S8aGe87RyDI/AAAAAAAAARo/xd8KrpS6xCw/s1600/presentasi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S8aGe87RyDI/AAAAAAAAARo/xd8KrpS6xCw/s200/presentasi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460199464542259250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Selesai sudah presentasi pagi ini. Antara sukses dan tidak sepertinya&lt;/span&gt;. Presentasi perdana yang cukup menguras energiku selama dua hari berturut-turut. What a tiring days ! Pukul 07.00 pagi dengan tangan sedingin AC di ruang ilmiah, aku bersama seorang teman yang juga akan mempresentasikan bacaan jurnalnya, berdiri di depan diikut kurang lebih dua puluh pasang mata. Nervous ? Sudah pasti ! Tiba-tiba aku merasa mengalami gangguan tenggorokan pagi ini. Semenit, dua menit, akhirnya dengan tidak memakan waktu lama  presentasi kami lalui.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memecahkan rekor waktu presentasi tandem tersingkat, hanya 25 menit ! Diikuti dengan menjawab pertanyaan yang kemudian dijawab  dengn apa adanya.  Itu karena kami masih anak baru. Heheh…sebuah apology yang sebisa mungkin kupenjarakan di dalam logika dan akalku. No excuse of course !  Presentasi kami pada pagi hari ini sudah terlalui dan masih ada dua tugas lagi menunggu, yaitu Book Reading dan Laporan Kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, semua ini adalah tantangan yang mengasyikkan walaupun tetap menjadi beban, tapi sebisa mungkin aku ingin melalui nya tanpa keterpaksaan. Membaca, belajar, mencari tahu semua hal yang menimbulkan tanda tanya di sekelilingku, sekiranya itu mampu membuat setiap jaras otakku hidup dan bekerja membuka setiap jalur buntu di setiap cabangnya, sehingga hal itu dapat membuatku tetap hidup  dalam arti sebenarnya.  Duh..betapa banyak yang hal-hal tidak kami ketahui sebenarnya, dan betapa terbatasnya kemampuan untuk mengetahui semuanya. Beri kami kemampuan memahami ilmu Mu yang tidak terbatas itu ya Allah, jadikan kami manusia-manusia yang bermanfaat untuk sesama dengan ilmu yang kami punya. Jadikan pula ilmu itu membuat kami lebih berilmu dalam mengenal Mu Ya Allah. Aamiin. Pagi ini bait doa itu kulantunkan lewat ketukan keyboard laptop, sebagai pertanda awal baru yang akan kami lalui selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKK, Medio April 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-6075368538698902991?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/6075368538698902991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=6075368538698902991&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6075368538698902991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6075368538698902991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2010/04/presentasi-perdana.html' title='Presentasi Perdana'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S8aGe87RyDI/AAAAAAAAARo/xd8KrpS6xCw/s72-c/presentasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-40225427462978069</id><published>2010-03-31T10:22:00.004+07:00</published><updated>2010-03-31T11:16:01.065+07:00</updated><title type='text'>Tough</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S7LMYR6AgBI/AAAAAAAAARg/Z87fquMZ05g/s1600/merapi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 123px; height: 98px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S7LMYR6AgBI/AAAAAAAAARg/Z87fquMZ05g/s200/merapi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454646816194723858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku lihat di sana Merapi bertahta&lt;br /&gt;Tegak dengan perkasa tanpa ada yang menyangga&lt;br /&gt;Aku tergugu&lt;br /&gt;Sekiranya karena aku tak mampu berdiri tanpa pasak-pasak besi&lt;br /&gt;Yang mengitari&lt;br /&gt;Sekiranya karena aku belum mampu berdampingan mesra dengan beban&lt;br /&gt;Dan terkadang masih  menjumpai pengertian yang mengguncangkan&lt;br /&gt;Luruhku menderu  di antara detik demi detik waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyesalan ini sejatinya dapat kutangguhkan&lt;br /&gt;Bila semangat merapi selalu menjelma dalam setiap lara&lt;br /&gt;Aku tahu&lt;br /&gt;Lelah ini tengah mencari muaranya jauh di samudera hati&lt;br /&gt;Yang  tengah kucoba membuatnya tak bertepi walau terasa jeri&lt;br /&gt;Agar larungannya berubah menjadi bunga-bunga&lt;br /&gt;Yang dapat memesona jiwa-jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah..&lt;br /&gt;Jadikan aku Merapi itu&lt;br /&gt;Sekali ini saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IKK, Penghujung Maret 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-40225427462978069?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/40225427462978069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=40225427462978069&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/40225427462978069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/40225427462978069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2010/03/tough.html' title='Tough'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S7LMYR6AgBI/AAAAAAAAARg/Z87fquMZ05g/s72-c/merapi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-8114705215154632882</id><published>2010-03-24T00:24:00.005+07:00</published><updated>2010-03-24T00:46:36.629+07:00</updated><title type='text'>Cerita Sore</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S6j9CxQBN3I/AAAAAAAAARQ/7OaBlPt6VGw/s1600-h/happines.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 93px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S6j9CxQBN3I/AAAAAAAAARQ/7OaBlPt6VGw/s200/happines.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451885572954077042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;“Dokter Yuni…..!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah suara setengah berteriak keluar dari seorang perempuan paruh baya di sore yang mulai temaram itu. Aku cukup kaget dengan teriakan itu sembari mencari sumber suara. Sebuah wajah yang cukup kukenal berlari kecil menuju tempat ku duduk di depan poli jantung  rumah sakit tercinta saat aku tengah menunggu orang-orang tercinta  menjemput dari rumah . Rumah sakit yang pada suatu masa yang lalu pernah menemani hari-hariku menuntut ilmu, dan kembali cerita bersamanya kurajut beberapa tahun kemudian hingga detik ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;“Oh…ibu ?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bergegas bangkit memberi sambutan dengan senyum jabat tangan hangat pada wanita itu yang kemudian kukenal sebagai seorang ibu yang tak pernah surut laut sabarnya menjaga buah hati yang tengah sakit, yang  notabene adalah pasienku beberapa waktu  lalu. Cinta yang lebur pada buah hatinya dapat kubaca di setiap gerak-geriknya. Cinta itu adalah mata air kehidupan si anak  sehingga mampu bertahan hidup di antara sakit yang sewaktu2 dapat merenggut jiwanya.Ah, indah nian kiranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana kabar Melati, Bu??” (nama sengaja disamarkan) Sudah sehat kah ?? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya dengan keingintahuan yang bukan basa basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah sudah sehat,  Cuma masih ada masalah kulit sedikit.” Jawab si ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tadi saya habis beli salep trus lihat dokter Yuni, makanya saya langsung ke sini. Dokter ditanyain sama Melati, katanya kangen sama dokter Yuni.” Si ibu berkata dengan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oya…? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab tidak kalah antusiasnya, karena memang seharusnya aku menanyakan nomor teleponnya saat pulang dulu, agar aku dapat memantau perkembangan Melati, tapi apa daya memoriku sedemikian buruknya saat itu, sehingga untuk mengingat hal sepele itu aku tak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, katanya dokter Yuni kalo memberi nasihat enak, gak nakut-nakutin.” Si ibu melanjutkan dengan semangat. Aku hanya bisa tersenyum mendengar pernyataan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang membahagiakan sore itu. Sederhana. Hanya bertemu dengan keluarga eks-pasien dan mendapatkan kabar bahwa keadaanya semakin baik. Apalagi yang membahagiakan seorang dokter selain melihat orang-orang yang berada dalam perawatan dan pengawasannya kembali sehat seperti semula. Masa kritis dapat terlalui dengan sempurna karena izin Nya semata. Cukup sudah. Kalaupun ada bunga-bunga diantaranya, itu hanya bonus dari Sang Pemilik Rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana aku pernah menitikkan air mata di dalam doa dan sujudku di siang itu, saat di suatu masa keadaannya terlihat memburuk. Aku tak berdaya saat itu. Pengakuanku panjang atas kelemahan yang aku punya. Aku kecil tanpa punya apa-apa. Ketergantunganku pada Nya sedimikian tinggi. Allah uji hatiku saat itu. Alhamdulillah, pengakuan itu berjawab, Melati dapat kembali membaik.Cerita sederhana sore ini telah me-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;recharge&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt; ulang tenaga dan semangatku untuk hari esok, setelah lelah menggelayut seharian. Besok pagi pukul 07.00 kembali rutinitas itu akan aku jelang dengan BIsmillah. Lalu nikmat Allah yang manakah yang bisa kudustakan ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Srowolan, Maret 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-8114705215154632882?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/8114705215154632882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=8114705215154632882&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8114705215154632882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8114705215154632882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2010/03/cerita-sore.html' title='Cerita Sore'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S6j9CxQBN3I/AAAAAAAAARQ/7OaBlPt6VGw/s72-c/happines.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-6950414961952586282</id><published>2010-02-20T23:17:00.004+07:00</published><updated>2010-02-20T23:29:26.238+07:00</updated><title type='text'>Curhat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S4AM3Z6hqjI/AAAAAAAAARI/8kyNgXJGRbw/s1600-h/tough.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 102px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S4AM3Z6hqjI/AAAAAAAAARI/8kyNgXJGRbw/s200/tough.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440362495852259890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-family:georgia;font-size:180%;"  &gt;Tergelitik hati ini untuk kembali berbagi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di blog indah yang sudah beberapa purnama ini kerontang ditelan sibuk dan letih yang masih belum terbiasa. Perlahan tapi pasti sebuah harap kusemat di jejak-jejak langkah menapaki episode baru kehidupan yang dulu memang pernah kuimpikan : menjadi mahasiswa program spesialis kulit. Sebuah prestasi langka yang cukup diminati oleh banyak orang. Lalu, nikmat Allah manakah yang kamu dustakan ?&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spektakuler ! Rencana Allah begitu memesona jiwa, menarikku ke dalam pusara waktu yang tak dapat kuundurkan walau sesaat. Setelah beberapa waktu yang lampau kelu menerima kenyataan bahwa harap itu tinggal harap. Kembali takdirku diuji. Dan disinilah aku berada. Di tengah komunitas asing yang tengah kuajak bersahabat dalam kehidupanku. Hilir mudik di antara mereka-mereka yang sakit, menjadi pencerah, menjadi pengobat luka, berbagi, dan memberikan semua hal terbaik yang aku punya. Sungguh ingin kureguk sepuas2 nya kenikmatan itu. Kenikmatan yang tidak setiap orang dapat merasakannya. Kenikmatan yang berakar dan terbingkai pada keikhlasan dan kebesaran hati menjalaninya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Letih badan, letih jiwa, dan menjadi segolongan orang ‘teraniaya’ pada awalnya,  sekiranya bukan menjadi  pengendur semangat untuk terus maju berhadapan dengan sekian macam cobaan yang sudah siap kutanggungkan sejak awal.  Yang sakitnya masih dapat kucari obatnya. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Berbekal keyakinan yang sedemikian tingginya bahwa Yang Maha akan mempermudah segala urusan hamba Nya, kuterima takdir ini dengan sepenuh hati, sebuah pilihan hidup yang sebisa mungkin kukompromikan dengan keadaan. Permakluman tak terhingga dari orang-orang tercinta yang tercermin dalam bentuk dukungan dan pengorbanan kucoba kuletakkan dalam kaca penghargaan tinggi yang tak mungkin dengan tega kuretakkan. Kepada mereka yang telah gagah perkasa tegak berdiri di belakang layar kehidupanku sesungguhnya akan kuserahkan gelar itu.Tanpa kalian aku bukan apa-apa. Tanpa kalian aku hanya seonggok jiwa tanpa makna. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: terimakasihku untuk semua cinta yg membaluri langkahku. Mas, tiga permataku, mama-papa, ibu-bapak, dan semua yg sudah menyumbangkan doa dan tenaga untuk terusnya langkah ini menuju surga. Aamiin. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-6950414961952586282?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/6950414961952586282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=6950414961952586282&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6950414961952586282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6950414961952586282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2010/02/curhat.html' title='Curhat'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/S4AM3Z6hqjI/AAAAAAAAARI/8kyNgXJGRbw/s72-c/tough.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-2338077461562230443</id><published>2010-02-08T13:57:00.000+07:00</published><updated>2010-02-08T13:58:05.673+07:00</updated><title type='text'>WHAT NEXT ???!!!????</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-2338077461562230443?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/2338077461562230443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=2338077461562230443&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/2338077461562230443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/2338077461562230443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2010/02/what-next.html' title='WHAT NEXT ???!!!????'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-2896581502212359555</id><published>2009-12-26T11:11:00.002+07:00</published><updated>2009-12-26T11:21:53.200+07:00</updated><title type='text'>Feeling Guilty</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SzWPPDUo1TI/AAAAAAAAAQ4/DiF4_gZUsII/s1600-h/guilty.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 79px; height: 128px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SzWPPDUo1TI/AAAAAAAAAQ4/DiF4_gZUsII/s200/guilty.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419395215362938162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Pagi yang cerah untuk online&lt;/span&gt;. Buka Facebook. Inbox ada satu pesan. Wahh..ini pasti balasan dari temen yang kirim pesan kemaren.Buka ahh….!! Terkesiap…,ooohh…what kind of mess I’ve done hikss…, ada yang terluka karena diriku di facebook. MasyaAllah…sedih sekali, baru saja diriku mendapat teman baru, sudah kulukai perasaannya karena kekhilafan yang tidak aku sadari. Rasa bersalah itu trus menghantui….berlanjut hingga selesai sujud ku pada dhuha itu. Permintaan maaf bertubi-tubi kukirimkan pada teman baru ku itu. Harap-harap cemas, menunggu seperti apa reaksi beliau.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, manusia itu gudangnya salah. Kita pernah terluka dan melukai orang lain baik sengaja atau tidak. Allah, hari Ini aku diingatkan kembali. Hari ini aku mendapat pelajaran berharga : Sebelum bertindak dengan lisan atau tulisan, pikirkan dulu baik-baik jauh ke depan apakah sekiranya hal tersebut patut atau tidak. Kadangkala  hal sederhana dalam anggapan kita memberikan dampak yang tidak sederhana pada orang lain. Kecil menurut kita, besar menurut orang lain.Berpikirlah melalui perspektif orang lain, bukan keakuan yang dikedepankan. Ah…aku sendiri sering merasakan hal seperti ini. Terluka karena hal kecil yang dibuat oleh orang lain. Terlalu perasa. Cap itu yang diberikan suami untukku. Lalu setelah kejadian ini, aku tahu seperti apa rasanya. Betapa tidak adilnya aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, terimakasih Mbak..untuk mengingatkan. Seandainya pesan itu tidak ada, barangkali sampai detik ini aku masih merasa nyaman dengan kesalahan yang tidak kusadari itu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Teriring salam ukhuwah untuk mbak…&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-2896581502212359555?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/2896581502212359555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=2896581502212359555&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/2896581502212359555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/2896581502212359555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/12/feeling-guilty_26.html' title='Feeling Guilty'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SzWPPDUo1TI/AAAAAAAAAQ4/DiF4_gZUsII/s72-c/guilty.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-5066355352021547667</id><published>2009-12-25T23:44:00.003+07:00</published><updated>2009-12-25T23:58:28.324+07:00</updated><title type='text'>Scar of David, Scar of Palestine</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SzTuwfwfcdI/AAAAAAAAAQw/OrL2DoPsfaI/s1600-h/scar.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 114px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SzTuwfwfcdI/AAAAAAAAAQw/OrL2DoPsfaI/s200/scar.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419218768559567314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jenin. Shabra. Shatila&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Nama-nama itu adalah prasasti duka yang  yang didirikan di atas  perjuangan,  pengorbanan, air mata dan darah bangsa Palestina –pemilik sah tanah Pelestina -- puluhan tahun silam.  Pahatannya dibangun oleh kebencian, penindasan, penyiksaan dan ketidakadilan oleh bangsa yang mengaku terbaik di antara bangsa lain. Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Genosida yang dilakukan Yahudi pada kamp-kamp pengungsian tersebut menjadi latar belakang novel fiksi sejarah ini.  Buku setebal 478 halaman yang mengalami cetakan pertama pada April 2009, terbitanHikmah , karangan Susan Abulhawa ini menorehkan luka,  sama halnya dengan luka parut yang dimiliki oleh David, seorang Palestina yang ‘terpaksa’ menjadi Yahudi di luar kehendaknya.  Di  bagian cerita  lain, keluarga David yang asli, keluarga Palestina,  harus berjuang mempertahankan hidup di balik kekejian tentara Yahudi. Termasuk pelaku kekejian tersebut adalah David, si anak hilang yang ketika bayi direnggut oleh tentara Yahudi dari pelukan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David alias Ismael bediri di antara dua identitas  samar yang harus dilakoninya puluhan tahun , sebuah kenyataan hidup yang menyakitkan.  Amal, si adik yang yang kelak dijumpainya, tertempa hari-hari  penuh  trauma. Kejadian demi kejadian hidup yang dialaminya membingkai erat  karakter besinya di kemudian hari hingga ajal menjemputnya saat menjadi tameng peluru Yahudi bagi sang anak yang dicintainya dalam diam. Cinta itu dalam tak berdasar, jauh tak berbatas, namun sulit dipahami seketika itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca gaya bahasa penulis  (atau penerjemah ?? ) ibarat  melihat film bergenre suspense yang membuat  kita bersiap untuk kejutan-kejutan rasa.  Latar belakang sejarah yang nyata diramu ke dalam fiksi mampu membuatku meneteskan air mata saat membaca bagian pembantaian Shabra dan Shatila. Kekejaman jenis apa yang tengah dipertontonkan bangsa barbar itu ?? Emosi ku teraduk. Ingin rasanya pedih itu kugenggam dan rasakan di sekujur tubuhku. Sungguh tak ada yang dapat diharapkan dari keadilan dunia yang  ambigu ini. Tetaplah bersabar saudara-saudaraku. Allah  Maha Tahu. Lukamu adalah lukaku. Doa  selalu teriring di setiap sujudku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-5066355352021547667?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/5066355352021547667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=5066355352021547667&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/5066355352021547667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/5066355352021547667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/12/scar-of-david-scar-of-palestine.html' title='Scar of David, Scar of Palestine'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SzTuwfwfcdI/AAAAAAAAAQw/OrL2DoPsfaI/s72-c/scar.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-9015794036764960112</id><published>2009-12-09T22:47:00.004+07:00</published><updated>2009-12-26T00:02:24.703+07:00</updated><title type='text'>Gak Penting !</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sx_IFzLat2I/AAAAAAAAAQo/LR6PbjzjUz8/s1600-h/shoe.jpg"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;em&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; width: 130px; float: left; height: 98px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413265279085623138" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sx_IFzLat2I/AAAAAAAAAQo/LR6PbjzjUz8/s200/shoe.jpg" border="0" /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;em&gt;I hate of being abandoned&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;Just because you used to see me everyday&lt;br /&gt;You acted as if I deserve your ignorance&lt;br /&gt;for a small thing which meant a lot to me&lt;br /&gt;When you were entering your untouchable palace, everything was put at the back as useless- broken shoes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I hate of being abandoned whether or not your business is important&lt;br /&gt;Sometimes it irritates me badly&lt;br /&gt;What if ‘the small thing’ informed you ‘the great thing’ while you were abandoning me&lt;br /&gt;Still was I about to be blamed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Being abandoned is such a misery to me&lt;br /&gt;It can be obviously seen through my truthful eyes&lt;br /&gt;Please be realized&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you are trying to be a good one for everyone you love&lt;br /&gt;Not even once leave us behind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(for everyone abandoned by beloved one)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-9015794036764960112?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/9015794036764960112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=9015794036764960112&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/9015794036764960112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/9015794036764960112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/12/gak-penting.html' title='Gak Penting !'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sx_IFzLat2I/AAAAAAAAAQo/LR6PbjzjUz8/s72-c/shoe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-7556381612887604711</id><published>2009-12-06T19:09:00.005+07:00</published><updated>2009-12-07T03:54:48.172+07:00</updated><title type='text'>Happy Milad to My Beloved Mas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sxug5IGdCKI/AAAAAAAAAQg/kJWYiKaR6ok/s1600-h/33.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sxug5IGdCKI/AAAAAAAAAQg/kJWYiKaR6ok/s200/33.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412096280503322786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Hari ini genap 33&lt;/span&gt; tahun usiamu&lt;br /&gt;Tidak muda lagi tentu&lt;br /&gt;Sudah ada tiga permata kecil yang akan selalu membuntuti jejakmu&lt;br /&gt;Menyusuri pahit, manis dan rupa-rupa rasa&lt;br /&gt;yang semuanya tercipta berkat  hadirmu di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selaksa doa lahir dari cinta-cinta kami&lt;br /&gt;Menguntainya indah lewat kecup sayang di pipi&lt;br /&gt;Semoga abi panjang umur&lt;br /&gt;Ucap si sulung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuteruskan dengan doa yang lain&lt;br /&gt;Semoga terus jadi abi sholih kebanggaan kami&lt;br /&gt;Tetap istiqomah menakhodai kapal kecil ini menuju ridho Ilahi&lt;br /&gt;Menjadi naungan letih jiwa-jiwa kami&lt;br /&gt;Menjadi ayahku hebat versi seluruh awak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 33 tahun, Mas&lt;br /&gt;7,5 tahun di antaranya kita  bersama&lt;br /&gt;Masih panjang perjalanan kebersamaan itu&lt;br /&gt;Bila Allah berkenan memberi waktu&lt;br /&gt;Kami berharap&lt;br /&gt;adanya kami&lt;br /&gt;Akan menjadi pelecut semangat hidupmu&lt;br /&gt;selalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh….&lt;br /&gt;di antara riuh rendah jiwa-jiwa kami&lt;br /&gt;kau begitu  berarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Happy milad abi tersayang, mas tercinta&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-7556381612887604711?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/7556381612887604711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=7556381612887604711&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7556381612887604711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7556381612887604711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/12/happy-milad-to-my-beloved-mas.html' title='Happy Milad to My Beloved Mas'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sxug5IGdCKI/AAAAAAAAAQg/kJWYiKaR6ok/s72-c/33.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-3159709715051000338</id><published>2009-12-06T14:17:00.004+07:00</published><updated>2009-12-06T19:21:39.576+07:00</updated><title type='text'>The Road of Lost Innocence</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SxtbbZOU9xI/AAAAAAAAAQY/Fl2UXW0QC_c/s1600-h/road+to+lost.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 115px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SxtbbZOU9xI/AAAAAAAAAQY/Fl2UXW0QC_c/s200/road+to+lost.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412019903401359122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Dari sekian banyak buku&lt;/span&gt; yang kubaca, sepertinya buku ini menempati peringkat teratas dalam hal waktu penyelesaiannya. Hanya cukup satu malam saja aku habiskan untuk membaca buku ini. Ada 2 alasan mengapa aku mampu menghabiskannya dalam satu malam, yang pertama karena buku ini tidak terlalu tebal, hanya 286  saja. Kedua adalah bahwa buku ini begitu menariknya menurutku. Sebuah kisah hidup tragis yang mampu diceritakan ulang, walaupun itu berarti pengarangnya seolah merobek kembali luka lama yang sudah kering. Nyeri sudah pasti.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;The road of Lost Innocence buah karya Somaly Mam &amp;amp; Ruth Marshall, terbitan  Hikmah, mengalami cetakan pertama pada bulan April 2009, akan tetapi aslinya buku ini terbit pada tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini bercerita tentang seorang perempuan dari suku terasing dan dikenal sebagai suku liar, suku Phnong, di pedalaman Kamboja. Perempuan ini tak mengerti asal usul hidupnya, karena hidup dan dibesarkan oleh alam hutan hujan tropis tanpa kedua orang tuanya. Nama Somaly Mam dilekatkan padanya oleh orang lain, yang kemudian di bawanya hingga dewasa sebagai suatu kebanggaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Somaly memulai hidup tragisnya saat dijual kehormatannya pada usia 10 tahun oleh orang yang dianggapnya kakek. Beberapa tahun sejak saat itu Somaly mengalami banyak kekerasan fisik dan seksual, terutama setelah menikah paksa di usia 14 tahun. Kehidupan tragis itu terus dibawanya hingga terjebak menjadi korban dalam perdagangan manusia, yang membuatku bergidik,  miris, dan marah saat membacanya.&lt;br /&gt;Anak-anak yang masih berusia 12 tahun ke bawah  adalah target trafficking , karena mitos bodoh orang-orang di sana adalah, apabila meniduri seorang perawan maka vitalitas akan terjaga dan terhindar dari AIDS.  Padahal bagi umumnya orang Kamboja yang juga memegang adat ketimuran, menjaga keperawanan dan kehormatan adalah sesuatu yang sakral. Sayangnya di sisi lain, mereka pun tak segan-segan menjual anak,  isteri, atau keponakannya  untuk menjadi barang komoditi terlarang itu demi segenggam uang. Ironi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan yang dialami Somaly berhenti dan kehidupannya menjadi lebih baik saat bertemu dengan lelaki berkebangsaan Prancis yang kemudian menikahinya. Belajar dari kegetiran hidup yang dialaminya Somaly bertekad untuk mengabdikan dirinya dalam membantu perempuan-perempuan lain yang mengalami nasib sama dengan dirinya. Diperdagangkan.  Berkat perannya tersebut, Somaly mendapatkan penghargaan internasional Asturias  untuk kemanusiaan dari  pemerintah Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Somaly adalah satu dari sekian banyak perempuan yang mampu bangkit dari keterpurukannya. Tekad , semangat dan motivasi  untuk memperbaiki hidupnya selalu kuat tertanam dalam diri Somaly. Walaupun perubahan besar mengembalikan harga diri dan kepercayaan dirinya sendiri memakan waktu yang tidak singkat,  Somaly tidak pantang menyerah. Kemauan kuatnya untuk lepas dari tirani perbudakan hawa nafsu menjadi orang baik-baik dan kemudian mengabdikan diri untuk membantu teman-teman senasib nya melalui  aksi kemanusiaan yang rajin dilakukannya hingga saat ini.  Melompat dari rumah bordil satu ke rumah bordil lainnya untuk tidak hanya ‘sekedar’ membagikan kondom sebagai sarana pencegahan penyakit menular seksual, tetapi juga membantu para perempuan yang ‘terjual’ dan ‘terpaksa’  untuk keluar dari  tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Somaly menjadi presiden bagi yayasan yang dibangunnya : AFESIP (Aksi bagi perempuan dalam kesulitan). Percayalah, siapapun perempuan yang membaca buku ini pasti akan banyak bersyukur karena tidak mengalami penderitaan maha dahsyat itu. Tak terkecuali aku, dan doaku semoga anak-anak Indonesia terlindung dari perdagangan manusia yang keji itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-3159709715051000338?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/3159709715051000338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=3159709715051000338&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3159709715051000338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3159709715051000338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/12/road-of-lost-innocence.html' title='The Road of Lost Innocence'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SxtbbZOU9xI/AAAAAAAAAQY/Fl2UXW0QC_c/s72-c/road+to+lost.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-1971019132273279377</id><published>2009-12-06T06:16:00.003+07:00</published><updated>2009-12-06T06:22:54.071+07:00</updated><title type='text'>Love in a Torn Land</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SxrqoEl7esI/AAAAAAAAAQQ/Mq_H0bIJeIg/s1600-h/love+in+a+tornland.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SxrqoEl7esI/AAAAAAAAAQQ/Mq_H0bIJeIg/s200/love+in+a+tornland.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411895876387568322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Joana, seorang perempuan Kurdi&lt;/span&gt; yang berusaha memperjuangkan hidup dan cinta nya di tengah pertikaian etnis yang tak kunjung usai. Harapan untuk kebahagiaan dan kehidupan lebih baik harus dibayar mahal dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Kematian dan penderitaan bangsa Kurdi di tengah pemerintahan Iraq yang kejam adalah pemandangan yang biasa di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan orang-orang sipil yang mengalami penderitaan itu hanyalah karena mereka dilahirkan sebagai etnis Kurdi, satu dari sekian banyak etnis yang terusir dari tanahnya sendiri.  Setelah mengalami penantian panjang dan pasang surut sebuah kesetiaan terhadap kepastian cintanya yang luruh karena puisi bertubi-tubi, Joana mantap menentukan pilihan hidupnya untuk membersamai kekasih hati menjadi peshmerga, sebutan untuk pejuang Kurdi yang berjuang untuk kemerdekaan tanah airnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan keras kepala itu siap dengan resiko apapun yang akan dihadapi dalam perjalanannya menembus hutan dan gunung termasuk resiko hampir kehilangan penglihatannya akibat bom kimia yang ditebar pemerintah Saddam Husein untuk melenyapkan etnis yang dianggap sebagai duri dalam daging tersebut. Pada akhirnya, setelah perjuangan yang nyaris tak berujung itu, Joana dan Sarbast, suaminya, mendapatkan jalan untuk hidup di negara lain yang menjanjikan kehidupan lebih baik untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas adalah sebuah memoar tentang pilihan hidup, perjuangan, dan cinta yang mempunyai konsekuensi logis saat berketetapan hati menapaki satu-satu takdir yang menyelimutinya. Terlepas dari semangat reliji yang kurang dimiliki oleh seorang Joana – terlihat dari tak pernah sedikitpun disinggung ritual ibadah yang dilakukannya sebagai seorang muslim sepanjang cerita hidupnya– Joana adalah sosok perempuan tangguh dan tanpa keluh. Suatu sikap yang patut untuk kita tiru dalam menapaki semua cobaan hidup, yang mungkin lebih ringan dibanding cobaan Joana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ada bagian-bagian deskripsi tempat kurang tajam diungkap sehingga aku agak kesusahan melambungkan imajinanasi saat membacanya, seperti pada saat Joana mengembara di setiap desa dan hutan di wilayah Kurdistan, secara umum buku setebal 573 halaman, karangan Jean P. Sasson, terbitan Ramala Books  dan mengalami cetakan pertama pada tahun 2009 ini dan dilengkapi beberapa ilustrasi, adalah buku yang patut untuk dibaca para pecinta buku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-1971019132273279377?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/1971019132273279377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=1971019132273279377&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1971019132273279377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1971019132273279377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/12/love-in-torn-land.html' title='Love in a Torn Land'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SxrqoEl7esI/AAAAAAAAAQQ/Mq_H0bIJeIg/s72-c/love+in+a+tornland.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-1665795890400078956</id><published>2009-11-25T10:40:00.004+07:00</published><updated>2009-12-06T06:24:38.442+07:00</updated><title type='text'>Take Me Out  (of this show)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Swyoojd3E8I/AAAAAAAAAQI/s24tNSPk2iI/s1600/takeme+out.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 90px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Swyoojd3E8I/AAAAAAAAAQI/s24tNSPk2iI/s200/takeme+out.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407882667233842114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Yak..sekarang giliranku&lt;/span&gt; untuk urun komentar tentang acara TV yang setiap akhir minggu ditayangkan oleh Indosiar dengan dipandu oleh Bung Choky yang elegan dan Mbak Yuanita yang selalu membuka bagian dada . Kadang ada juga pertanyaan iseng dalam hati melihat pemandu acara (apapun itu) yang menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;topless&lt;/span&gt;, adakah mereka tidak merasa risih, kedinginan atau masuk angin ??&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai mengenal acara ‘Take me/him Out Indonesia’  ini sejak bulan Ramadhan yang lalu.Itupun tanpa disengaja. Pertamanya malah bertanya pada suami acara apa ini saat  beberapa kali kuperhatikan Beliau begitu seksama mengamati acara ini,  berhubung  tidak ada acara berita yang disukainya pada jam itu. Aku tidak perlu menceritakan seperti apa kronologis acara tersebut , selain karena mungkin rata-rata orang Indonesia  yang bisa mengakses media elektronik menonton acara ini , aku pun tidak begitu intens mengikuti dan paham dengan alur acara ini sampai akhir. Aku hanya  mengamati silih bergantinya laki-laki atau perempuan yang dipajang, dinilai, dan dipilih di atas panggung lewat lampu-lampu hidup dan mati. Dan sekilas melihat acara ‘dating’ yang disiarkan sore di akhir minggu, dimana beberapa pasangan  tampak bercengkerama seperti sepasang pengantin baru yang berbulan madu ???  Sepertinya ada iming-iming hadiah yang cukup besar apabila ada pasangan yang bisa sampai ke jenjang  lebih lanjut atau menikah. Hal ini tentu  menjadi pemicu agar banyak orang yang mendaftar menjadi  kontestan. Bagi para kontestan sendiri ada 2 keuntungan yang ingin diperoleh, syukur-syukur bisa 3, yaitu : hadiah, ketenaran (karena masuk tv) , dan dapat jodoh (seandainya beruntung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari rasa ingin tahu, aku mulai rajin memperhatikan acara ini walau tidak pernah secara keseluruhan. Dimana-mana, tema perjodohan itu selalu menarik minat orang untuk tahu lebih jauh tidak terkecuali diriku. Banyak komentar yang sering terlontar saat melihat para kontestan menentukan pilihan dimana paling umum terlihat adalalah mereka memilih pasangan  hanya berdasarkan pada pandangan fisik sekilas, pekerjaan,atau kemapanan. Tak lebih. Aku dan suami hanya menggeleng-geleng melihat  fenomena tersebut, karena paradigma yang mereka pakai sama sekali tidak sesuai dengan apa yang kami pahami selama ini.  Paradigma yang berdasarkan keimanan dan tuntuan Islam. Yang lebih mengenaskan lagi adalah, bahwa orang-orang yang mencari pasangan itu bukanlah orang ‘biasa-biasa’ saja. Rata-rata mereka memiliki fisik dan kemapanan yang lumayan, tapi mengapa di usia-usia dimana seharusnya mereka sudah mapan berkeluarga, masih juga berkeliaran mencari jodoh hingga masuk ke acara itu. Aneh. Betapa jodoh itu misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya keimananku pula yang berbicara, saat pada acara ‘dating’ terlihat bagaimana mesranya pasangan-pasangan itu menjalani kehidupan mereka, layaknya pengantin baru. Hal ini membuatku jijik, bagaimanapun juga hubungan seperti itu sangat-sangat dilarang dalam agama. Mendekati zina. Tapi sepertinya media ingin mengaburkan opini tersebut melalui tayangan itu. Proses  awal dan akhir acara yang jauh dari nilai pendidikan ini ,mau tidak mau membuatku gatal untuk mengkritisi  ketidakpatutannya dari segi isi. Beberapa hal menjadi catatan pinggirku, sekaligus keprihatinan mengingat tipu daya untuk menjerumuskan anak-anak manusia ini justeru digandrungi dan didukung oleh umat manusia di Indonesia . Bisa dibayangkan bila banyak yang suka, rating akan meningkat. Semakin tinggi rating, semakin banyak pemasang iklan. Harga jual slot siaran niaga pun semakin mahal. Ini berarti semakin besar pemasukan. Sebaliknya, jika ratingnya terus-menerus rendah, dapat dipastikan sebuah stasiun televisi takkan bisa bertahan.  Rating adalah hidup-mati stasiun televisi. Sehingga dampaknya adalah, bila rating tinggi mau tidak mau acara ini akan terus bertahan dalam rentang waktu yang cukup lama seiring dengan pengikisan nilai-nilai yang terjadi akibat acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengamatan yang aku lakukan selama beberapa waktu terhadap acara yang mentah-mentah menjiplak Eropa (Denmark) tersebut, aku yakin bahwa ini lah bentuk ghazwul fiqr  (perang pemikiran) itu. Mengubah opini  suatu kaum terhadap nilai (dalam hal ini nilai Islam) dengan  mengemasnya dalam bentuk kemegahan dan keindahan semu mengatasnamakan bisnis hiburan. Berikut hal-hal yang menjadi catatanku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Acara ini adalah bentuk eksploitasi baik terhadap  perempuan. Hal ini terlihat dari penampilan para kontestan perempuan yang di make-over  menjadi cantik dan seksi di setiap episodnya. Alih-alih ditutup rapat, tanpa malu-malu mereka mempertontonkan keterbukaan aggota tubuh di hadapan hadapan jutaan pasang mata di seluruh Indonesia. Para penonton pun lama kelamaan terbiasa deng an pemandangan pamer aurat seperti itu. Padahal menurut aturan agama hal tersebut dilarang.  Inilah pembelokan opini tersebut.  Dengan penampilan fisik itulah diharapkan laki-laki akan tertarik saat pertama kali melihat perempuan dan secara sadar, perempuan telah membiarkan dirinya ditaksir berdasarkan proporsi bentuk tubuh yang telah ditakdirkan oleh Allah.Murah bukan ??  Apakah ada seorang perempuan berjilbab suka rela masuk menjadi kontestannya?? Kita lihat  saja nanti. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Naudzubillahimindzaalik&lt;/span&gt;. Sempurna sudah ikhtiar industri bisnis hiburan tersebut bila hal itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Budaya hedonis disebarluaskan melalui acara ini. Ketertarikan itu didasarkan pada keduniawian semata, terlepas dari identitas agama yang sering disebutkan pada awal perkenalan. Semakin mapan seorang calon yang menjadi pilihan yang diperlihatkan melalui gambaran kehidupan sehari-harinya, semakin banyak pula lampu yang tidak mati. Semakin mudah bagi si laki-laki untuk memilih. Sebaliknya, jangan berharap banyak bila secara seorang laki-laki pas-pas an dalam hal finansial. Dia akan gagal mencapai peruntungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berzina-lah, kami akan mendukungmu ! Kalimat kasar itulah yang mungkin secara implisit diberikan para pendukung sms untuk pasangan-pasangan tersebut. Semakin jelas kemesraan yang terlihat saat acara ‘dating’ itu, semakin banyak orang-orang yang bersimpati dan mendukung pasangan tersebut, kans kemenangannya pun akan semakin besar. Lucunya lagi, orang tua para kontestan yang dihadirkan di panggung itu kadang-kadang tampil dalam bentuk orang tua yang paham agama, tapi mengapa mendukung tingkah laku anaknya yang melanggar agama ?? Dukungan  yang luar biasa aneh lagi bila datang  dari seorang yang dianggap sebagian  rakyat sebagai pemuka agama, seperti beberapa waktu lalu ada seorang yang mengaku ‘ustadz cinta’  yang mengamini pasangan-pasangan di luar nikah tersbut. Apa jadinya agama ini, kalau ayat-ayat Allah diperdagangkan dengan harga yang murah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sudahi tontonan ini. Jangan sampai kita tertipu dengan bungkus luar, tanpa bisa mem-filter isi di dalamnya.  Kita jaga anak-anak kita dari tontonan yang tidak mendidik ini. Ubah chanel televisi kepada tontonan yang lebih sehat, dan matikan televisi bila tidak ada tontonan lain selain itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, proses penyadaran itu timbul dari masih hidupnya keimanan yang aku punya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apabila kemaksiatan itu di depan mata, ubahlah dengan tanganmu. Bila tidak bisa di ubah dengan tanganmu, maka ubahlah dengan mulutmu. Bila tidak bisa juga dengan mulutmu, maka ubahlah dengan hatimu. Dan itulah selemah-lemah iman. (Al-hadits)&lt;br /&gt;Wallahu’alam bis showab.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-1665795890400078956?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/1665795890400078956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=1665795890400078956&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1665795890400078956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1665795890400078956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/11/take-me-out-of-this-show.html' title='Take Me Out  (of this show)'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Swyoojd3E8I/AAAAAAAAAQI/s24tNSPk2iI/s72-c/takeme+out.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-3359855990997415563</id><published>2009-11-13T21:04:00.007+07:00</published><updated>2009-12-06T14:24:26.484+07:00</updated><title type='text'>November Rain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sv1rB73PDqI/AAAAAAAAAQA/gbd6lK-9G2A/s1600-h/Rain.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sv1rB73PDqI/AAAAAAAAAQA/gbd6lK-9G2A/s200/Rain.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403592808907869858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Ah..segar nian rasanya&lt;/span&gt; bau tanah yang terlumur air hujan, menguap memenuhi rongga dada. Hari ini, Alhamdulillah, setelah beberapa waktu mentari digdaya di singgasananya sepanjang hari sembari menyisakan panas dan haus, akhirnya datang juga tumpahan hujan kiriman Sang Penguasa langit di bulan November ini. Hujan dimana-mana sama, berupa butiran air yang tercipta dari kondensasi uap di awan lalu turun berkejar-kejaran yang kadang tanpa henti selama beberapa menit hingga beberapa jam. Tapi sungguh, cerita yang di bawa  di setiap musimnya nya berbeda. Ada rupa-rupa rasa yang pernah menghinggapi diri seiring titik-titiknya yang menderu-deru.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Bersama hujan pula di musim panas yang basah, semangat menuntut ilmu di   Sydney Uni memenuhi langkahku menyusuri Paramatta road yang ramai, melintas  danau Victoria Park sambil memandang itik – itik hitam yang diam kedinginan, lalu berbelok menuju Arundel St yang mendaki. Sepanjang jalan  aku mendengar kecipak air yang tertampar sepatu ketsku bila melalui genangan air. Setelah lepas dari canda hujan, aku menutup payung dan mengibaskan coat memasuki Mackie Building dimana proses pembelajaranku berlangsung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Pada hujan di musim gugur yang basah dulu pernah kutitip rindu untuk orang-orang terkasih lewat jendela di rumah tinggalku nun jauh di benua Australia sana. Kala itu bersama hujan, kurasakan sepi yang sangat, hingga hanya mampu kumaknai dengan air mata. Mapple yang mulai berubah warna menjadi coklat muram, turun satu-satu seiring hujan dan angin yang dingin, sedingin hatiku. Waktu itu bulan Juni, dimana seharusnya banyak peristiwa indah yang  ingin kunikmati bersama orang-orang tercinta di seberang sana, sehingga hujannya memberikan lebih banyak arti buatku. Perasaan asing, indah, sekaligus menyakitkan untuk dikenang dalam kesendirian melingkupiku saat itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Bersama hujan di musim dingin menggigit pula, ukhuwah kurasakan demikian indah. Rinainya yang halus menemani ku di jendela kereta cityRail menuju Lakemba, Bankstown dan Punchbowl dimana perasaan sepi itu mampu terobati dengan menyatunya hati-hati kami menuju Ilahi.  Ada kehangatan yang kurasa di balik dinginnya. Hujan  juga  yang menemani Id kurban ku pada waktu itu. Penuh haru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Ditemani hujan pula, pada musim semi yang basah, aku mengagumi ciptaan Nya di Bondi Beach yang indah bersama teman-teman penerima beasiswa Depkominfo dari Melbourne. Menikmati coastal walk menuju Bronte Beach di sela-sela gerimis halus. Belum pernah aku melihat gerimis yang begitu halusnya ibarat debu basah yang bersusun meyerupai tirai tipis. Aku hanya pernah menjumpai itu  di Sydney. Sungguh, sepertinya aku akan merindukan hujan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Kembali pada musim panas yang basah, hampir setahun kemudian aku menghabiskan sore yang basah menatap Darling Harbor yang bercahaya bersama suami tercinta dan janin tujuh bulan di dalam kandunganku, menyusuri tiap sisinya dengan bergumpal rindu yang tumpah ruah, setelah sekian lama berpisah . Bulan madu yang  sempat tertunda itu rasanya mustahil terulang lagi. Bersama hujan pula kami terjebak di Monas,setelah pulang ke Indonesia. Menghitung detik dan menguji kesabaran dalam menyikapi waktu kapan kiranya  hujan tropis ganas yang  dapat membuat Jakarta banjir itu dapat berhenti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Bersama hujan pula kurasakan bahagia, saat kembali  menikmatinya dengan canda tawa bersama dengan keluarga. Tak ada yang lebih membahagiakan selain menikmati hujan bersama dengan orang-orang terkasih. Hujan jua lah yang mampu mengeluarkan sisi-sisi melankolisku sehingga mampu mengubah rasa menjadi penuh makna . Benarlah kiranya, bila pada hujan, rahmat dan kasih sayang Allah sedemikan besar tak terhingga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-3359855990997415563?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/3359855990997415563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=3359855990997415563&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3359855990997415563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3359855990997415563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/11/november-rain.html' title='November Rain'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sv1rB73PDqI/AAAAAAAAAQA/gbd6lK-9G2A/s72-c/Rain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-4408489949160555505</id><published>2009-11-13T01:28:00.002+07:00</published><updated>2009-11-13T12:34:57.413+07:00</updated><title type='text'>Beloved Ones</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxVJaZRhbI/AAAAAAAAAP4/4tb5AgdaXJ4/s1600-h/happy+fam.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxVJaZRhbI/AAAAAAAAAP4/4tb5AgdaXJ4/s200/happy+fam.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403287273130263986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Di buku&lt;/span&gt; hari-hariku kalian hadir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menggoreskan cerita yang berbeda di setiap lembarnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Namun tetap memberikan kesan yang sama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kusebut itu bahagia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ada bianglala tercipta saat membaca jejak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang kalian tinggalkan di setiap  langkah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ada suka ada duka menjelma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kusebut itu cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aku tak tahu apa yang terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bila kutapaki waktu ini sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pastilah tersisa lara &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang susah kucari obatnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Entah itu di dunia atau di kesudahannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bersama kalian ingin kubangun surga&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-4408489949160555505?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/4408489949160555505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=4408489949160555505&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/4408489949160555505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/4408489949160555505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/11/beloved-ones.html' title='Beloved Ones'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxVJaZRhbI/AAAAAAAAAP4/4tb5AgdaXJ4/s72-c/happy+fam.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-7191422731611610061</id><published>2009-11-12T21:56:00.010+07:00</published><updated>2009-11-13T00:35:03.229+07:00</updated><title type='text'>I Love You, You Love Me</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxFYdyCFUI/AAAAAAAAAPY/zRZe6_4XS-g/s1600-h/Barney+i+love+u.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxFYdyCFUI/AAAAAAAAAPY/zRZe6_4XS-g/s200/Barney+i+love+u.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403269939551409474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);font-family:georgia;" &gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=X4Yl2Gy70pY"&gt;I Love You, You Love Me (from the Barney cartoon show)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=X4Yl2Gy70pY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;(Lyrics by Lee Bernstein [BMI])&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love you&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;You love me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;We're a happy family&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;With a great big hug&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;And a kiss from me to you&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;Won't you say you love me too?&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love you&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;You love me&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;We're best friends&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;Like friends should be&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;With a great big hug&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;And a kiss from me to you&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;Won't you say you love me too?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Much loves for my beloved ones&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-7191422731611610061?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/7191422731611610061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=7191422731611610061&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7191422731611610061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7191422731611610061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/11/i-love-you-you-love-me.html' title='I Love You, You Love Me'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxFYdyCFUI/AAAAAAAAAPY/zRZe6_4XS-g/s72-c/Barney+i+love+u.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-4091127152061071100</id><published>2009-11-09T23:20:00.004+07:00</published><updated>2009-11-13T21:14:12.736+07:00</updated><title type='text'>Negeri Lima Menara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxGrM3mgJI/AAAAAAAAAPg/qsYObLfm2kQ/s1600-h/negeri5-menara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxGrM3mgJI/AAAAAAAAAPg/qsYObLfm2kQ/s200/negeri5-menara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403271360940507282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);font-family:georgia;font-size:180%;"  &gt;Satu lagi buku pembakar semangat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; telah aku baca. Kali ini adalah buah pena A. Fuad dengan judul Negeri Lima Menara, penerbit Gramedia . Buku setebal  416 halaman dan memulai cetakan pertamanya tahun 2009 ini adalah buku  fiksi yang diangkat dari kisah hidup penulis yang berhasil mencapai mimpinya bersama dengan beberapa orang temannya untuk menginjak  Trafalgar Square, London.  Suatu impian yang nyaris mustahil untuk anak-anak daerah yang  belajar di pesantren pada masa itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Perjuangan Alif Fikri, tokoh sentral buku ini, menapaki takdir –yang awalnya diterima dengan setengah hati -  untuk belajar di sebuah pesantren di Jawa, tersuguh apik dalam buku ini. Percikan-percikan mimpi yang sering dibagi bersama lima orang teman-temannya  di bawah menara masjid pesantren itu , yang kelak di kemudian hari menjelma  menjadi  sebuah kenyataan hidup yang sungguh manis untuk dikenang, terus menerus mewarnai dan melecut hari-hari mereka. Kehidupan di pesantren beserta suka dukanya adalah episode yang sebagian besar tergambar   di dalam buku ini.  Bermula dari mantra ajaib ‘Man jadda wajada ‘ (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan sukses ) yang sering diperdengarkan di pesantren tersebut hingga mau tak mau meresap senyap di setiap aliran darah para penghuninya,  Alif dan teman-temannya mencoba melarung mimpi  untuk menginjak bumi di benua yang berbeda-beda.  Pada akhirnya mimpi itu pun tunai dengan suksenya mereka menapaki karir dan hidup masing-masing. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Gaya bahasa jurnalistik yang mengedepankan deskripsi membuat buku ini lebih hidup untuk dirasakan. Ada guyonan-guyonan jenaka yang bisa membuatku tertawa. Walaupun saat sudah berada di tengah, mulai ada sedikit kebosanan dengan isi cerita , hal ini tidak mengurungkanku untuk menuntaskan buku ini. Membaca buku ini, terjawab sudah apriori yang sering terjadi di masyarakat  (termasuk diriku) tentang gambaran pesantren yang identik dengan kaum puritan, kampungan dan ketidak-higienis-an.  Apa yang digambarkan penulis tentang pesantren di buku ini, menambah rasa hormatku dengan institusi bernama pesantren itu. Karena ternyata pesantren itu tidak sekolot yang aku kira, justeru banyak kelebihan-kelebihan yang bisa dibawa untuk bersaing dengan kehidupan global seperti sekarang ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Buku ini mengingatkanku pada buku Laskar Pelangi milik Andrea Hirata yang menginspirasi. Bagaimana ruh semangat, perjuangan ,kesungguhan, dan doa itu mampu membelokkan mimpi menjadi kenyataan. Hal ini lah yang membuatku tak pernah berhenti untuk bermimpi.  Bahagia. Itulah yang kurasakan saat mimpi itu tiba-tiba nyata setelah  tergantung lama menemani hari-hariku. Pada bagian akhir buku ini  aku bisa merasakan getar semangat dan harap penulis merambati hatiku untuk kemudian menjelma jadi titik air mata saat membaca kata-kata indah :  ‘Kun fayakun, maka semula awan impian, kini hidup yang nyata. Jadi jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apapun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.’ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Buku ini layak untuk dibaca ! Aku yakin beberapa waktu ke depan buku ini akan menjadi best seller.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-4091127152061071100?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/4091127152061071100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=4091127152061071100&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/4091127152061071100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/4091127152061071100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/11/negeri-lima-menara.html' title='Negeri Lima Menara'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxGrM3mgJI/AAAAAAAAAPg/qsYObLfm2kQ/s72-c/negeri5-menara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-537419236407788415</id><published>2009-11-01T12:19:00.006+07:00</published><updated>2009-11-01T16:27:58.272+07:00</updated><title type='text'>Sheila Marcia Hamil ??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Su08-pvNcZI/AAAAAAAAAPA/UtY1PXZrLZ0/s1600-h/40-weeks-pregnant-internal.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Su08-pvNcZI/AAAAAAAAAPA/UtY1PXZrLZ0/s200/40-weeks-pregnant-internal.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399038575340515730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Sudah lama sebenarnya aku ingin menulis&lt;/span&gt; tentang hal ini, tapi sepertinya waktu belum berpihak kepadaku hingga akhirnya tulisan ini kubuat. Ini bukan blog infotainment. Bukan pula blog gossip. Aku hanya tergelitik saat melihat fenomena keartisan beserta seluruh image yang ada di dalamnya melalui kacamataku. Ini hanya pendapat pribadi yang setiap orang mungkin berbeda. Kadangkala aku masih ternganga-nganga tak mengerti, mengapa aib yang terjadi sedemikian rupa, dapat dengan ringan  diakui oleh seorang artis, yang notabene masih tinggal di Indonesia, yang katanya orang Indonesia itu masih memegang adat ketimuran dan moral yang tinggi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hamil bukanlah perkara yang aneh bila itu dialami oleh seorang wanita yang telah bersuami dan kehamilan nya terjadi setelah pasangan itu sah sebagai suami dan isteri. Tetapi hal itu seharusnya akan menjadi sangat aneh bila seorang wanita hamil tanpa ada suami –kecuali ibunda Siti Maryam tentu. Melihat hal ini, sudah sepatutnya kita menentang dan membenci perbuatan yang melanggar norma agama dan masyarakat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di semua agama yang kutemui di Indonesia ini, rasanya semua mengajarkan hal yang sama tentang moral  dan menjaga kesucian. Apakah perkiraanku ini salah ? Sudah sedemikian tebalkah nurani kita, sehingga ambang peka kita terhadap nilai-nilai luhur menjaga kesucian itu menjadi demikian tinggi. Hingga saat nurani kita dicubit dengan kejadian itu, kita sama sekali tidak merasa nyeri. Semua media infotainment yang kutemui tidak ada yang secara eksplisit menghujat hal tersebut, malah mengesankan mereka membuat kejadian ini menjadi hal yang lumrah. Sehingga masyarakat yang seharusnya menjadi kontrol moral pun terlihat menganggap ‘biasa’ apa bila ada kejadian serupa menimpa orang-orang kebanyakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dengan senyum dan bangganya si calon ibu yang berperut buncit menyatakan kebahagiaan dan kesediaannya mengasuh calon jabang bayi. Tak ada sedikitpun tersirat kesedihan dan penyesalan di sana. Tak ketinggalan pula ibu si artis yang urun rasa bangga dengan kehamilan putrinya. What ??!! Sehingga aku pun tidak merasa keberatan menulis langsung namanya tanpa perlu memakai inisial, sebagai contoh yang sangat tidak penting dan tidak pantas untuk ditiru. MasyaAllah. Gejala apakah ini sebenarnya ? Kejadian ini tidak sekali dua kita dengar dan lihat. Ada banyak kejadian serupa yang justeru membuat si artis bertambah tenar. Apakah ini juga dalam rangka mendongkrak kepopularitasan ? Pendapatku tentang permasalahan zina ini secara detail pernah kuungkapkan di &lt;a href="http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/08/jerat-itu-bernama-selingkuh.html"&gt;posting&lt;/a&gt; beberapa waktu lalu.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Banyak faktor yang membuat kepekaan kita terhadap dosa itu semakin rendah. Semua berawal dari keluarga, dimana keluarga memegang peran kunci kontrol dan pendidikan moral anak. Nilai itu adalah pembiasaan dan penanaman yang terus menerus sejak kecil, tidak serta merta dapat melekat pada si anak. Kalaupun ada seorang anak yang menjadi baik dalam arti sebenarnya, tetapi berasal dari keluarga yang sama sekali tidak peduli dengan nilai moral, inilah yang disebut anugerah yang tak ternilai, karena hidayah itu disambutnya sepenuh hati. Kalaupun ada kejadian sebaliknya, orang tua nya baik dan beriman serta berusaha terus memperbaiki anak-anaknya, akan   tetapi anak-anaknya tetap bermasalah - yang ini persentasenya  tidak banyak- tentu ini adalah ujian untuk orang tua. Seperti halnya Nabi Nuh dan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Berkaca pada ajaran Islam yang melingkupi segala aspek hidup, Allah meminta setiap anggota keluarga untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. Seandainya semua keluarga muslim Indonesia patuh tunduk dengan perintah itu, insyaAllah tidak akan ada korban Sheila Sheila yang lain. Wallahu’alam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-537419236407788415?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/537419236407788415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=537419236407788415&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/537419236407788415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/537419236407788415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/11/sheila-marcia-hamil.html' title='Sheila Marcia Hamil ??'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Su08-pvNcZI/AAAAAAAAAPA/UtY1PXZrLZ0/s72-c/40-weeks-pregnant-internal.gif' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-2328525973830558910</id><published>2009-11-01T10:31:00.006+07:00</published><updated>2009-11-01T16:17:05.595+07:00</updated><title type='text'>Three Cups of Tea</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Su0Cp36wfWI/AAAAAAAAAO4/HZ_cHUgz7R4/s1600-h/PB012682.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Su0Cp36wfWI/AAAAAAAAAO4/HZ_cHUgz7R4/s200/PB012682.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398974446695382370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Buku ke-2 yang kubaca adalah Three Cups of Tea&lt;/span&gt;, buah karya Greg Mortenson &amp;amp;David Oliver Rein, penerbit Hikmah, setebal 629 halaman. Buku yang sudah memasuki cetakan ke-3 tahun 2009 ini adalah buku terlaris versi New York Times. Penyematan gelar buku terlaris bukanlah hal yang berlebihan menurutku, karena buku yang berisi kisah kemanusiaan yang menjembatani  barat dan timur ini memang luar biasa.  Buku ini juga merupakan kisah nyata yang diambil dari penulisnya sendiri, Greg Mortenson.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seorang Amerika mantan pendaki gunung yang gagal memenuhi ambisinya menaklukkan K2,puncak tertinggi no.2 di pegunungan Karakoram Pakistan. Alih-alih mendulang kegagalan yang telak itu, Mortenson  sukses ‘mendaki’ gunung lain  yang belum pernah terbersit di benaknya.  Gunung nurani. Saat tersesat dan menemukan sebuah dusun bernama Korphe di tebing Karakoram, Mortenson melihat fenomena yang mengguggah rasa kemanusiaannya. Anak-anak Korphe dengan telanjang kaki belajar di tengah lapangan salju tanpa guru ! Sontak, sebuah tekad terpatri di dadanya, bahwa dia akan membangun sebuah sekolah di dusun terisolir tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kerja kemanusiaan itu bukanlah kerja ringan seringan ucapan janjinya pada kepala dusun Korphe, yang kemudian kelak dianggapnya sebagai keluarga kedua dan Korphe sebagai rumah kedua. Setelah memakan waktu yang tidak singkat, memberikan pengorbanan materi dan immateri yang tidak sedikit, sekolah yang menjadi perintis berdirinya sekolah-sekolah lain di daerah-daerah terisolir itu berdiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sejak saat itu kehidupan Mortenson berubah. Dia dengan rela mendedikasikan seluruh hidupnya untuk melakukan kerja kemanusiaan di daerah Pakistan di tengah pertikaian kelompok –yang notabene muslim-, terlepas dari perbedaan keimanan dan latar belakang budaya yang dimilikinya. Keterbelakangan pendidikan disinyalir menjadi salah satu penyebab munculnya terorisme. Hal ini lah yang selalu didengungkan Mortenson pada elit-elit di negerinya, agar melawan terorisme dengan pendidikan bukan dengan kekerasan. Tapi tentu hal ini akan dianggap angin lalu mengingat Amerika sendiri bukanlah negeri para Santo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lalu kemanakah orang Islam berada ? Di saat orang ‘kafir’ mengejawantahkan nilai-nilai kemanusiaan dengan demikian indah, pemerintaI Islam di negeri itu justeru malah sibuk mengeluarkan dana tak terhingga untuk membiyai peperangan tak berujung antar orang Islam sendiri. Ironi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Buku ini selayaknya dibaca oleh-orang yang masih mempunyai nurani dan yakin bahwa pendidikan adalah pintu gerbang untuk lari dari kebodohan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-2328525973830558910?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/2328525973830558910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=2328525973830558910&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/2328525973830558910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/2328525973830558910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/11/buku-ke-2-yang-kubaca-adalah-three-cups.html' title='Three Cups of Tea'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Su0Cp36wfWI/AAAAAAAAAO4/HZ_cHUgz7R4/s72-c/PB012682.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-6470109461859190106</id><published>2009-10-31T01:37:00.015+07:00</published><updated>2009-11-01T16:35:22.981+07:00</updated><title type='text'>Wawancara yang Aneh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Su1CklNMdoI/AAAAAAAAAPI/aw4GbTlz-5o/s1600-h/interview.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 124px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Su1CklNMdoI/AAAAAAAAAPI/aw4GbTlz-5o/s200/interview.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399044724517271170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Inilah cerita itu&lt;/span&gt;. Kucoba kurangkai dalam untaian kata yang sudah beberapa pekan ini sepertinya enggan meninggalkan jejaknya di rumah mayaku nan indah ini. Dan hal ini memaksaku untuk mau tidak mau mengulas kembali kisah ‘pilu’ &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/09/dibalik-sebuah-kegagalan.html"&gt;beberapa waktu lalu&lt;/a&gt;. Dengan separuh hati waktu itu aku menerima sebuah kenyataan bahwa harapanku untuk menjadi dokter spesialis kandungan harus berhenti di awal-karena suatu keharusan yang sulit untuk kuubah -- memakai bahasa penolakan halus yang dipakai salah satu staf bagian tersebut : berkarir tak harus di obgyn, bisa mencoba karir di bagian lain.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, setelah beberapa waktu berlalu aku baru bisa memahami dan menyadari, berjuta hikmah yang tak ternilai harganya berselang antara setelah ‘hari’ itu dengan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;De javu&lt;/span&gt;. Itulah yang kurasakan saat kembali ujian akan kulakukan dengan memilih jurusan yang berbeda kali ini. Bagian yang gampang-gampang susah, karena aku harus bersaing memperebutkan 2 kursi  dengan 11 pesaing  lainnya. Entah inilah jalan itu atau ada jalan lain yang diberi oleh Allah, sampai detik ini pun aku tak tahu. Yang pasti, aku akan terus berusaha  berdamai dengan takdirku. Indah bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama salah seorang peserta ujian yang lain, sebut saja si X, aku memasuki sebuah ruangan dingin, dimana telah duduk seorang lelaki paruh baya, berkulit gelap, berkumis sedang, Pak Dosen, dalam senyum misteriusnya menyambut kami seolah tengah bersiap memuntahkan amunisinya untuk melakukan fit &amp;amp; proper test sebelum kami diterima menjadi pasukan berani belajar di bagian kulit dan kelamin ini. Bagian kecil ,tapi peminatnya banyak dan menurutku bagian ini cocok untuk ibu berbuntut 3 sepertiku mengingat ritme kerja bagian tersebut yang masih memberi kita kesempatan untuk menyisakan waktu dengan keluarga. Halo ??!! Menyisakan waktu ?? Tepatkah istilah itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik dan menit berlalu, pertanyaan awal lebih banyak ditujukan pada si X. Hingga sampai pada pertanyaan yang jawabannya cukup menohokku sehingga membuatku limbung sesaat. Dialog yang kurekam kemudian kurang lebihnya demikian :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Pak Dosen :“Siapa yang akan membiayaimu nanti selama pendidikan?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Si X : “ Saya dan orang tua, Dok.” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Pak Dosen : “ Kok masih orang tua yang membiayai ? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Si X : “Ya, karena saya belum mampu untuk membiayai semua, Dok.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Pak Dosen: “ Berapa? 50-50??” Pertanyaan menyelidik itu berlanjut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Si X : “ Yah, saya kurang dari 50, Dok.Orangtua saya yang lebih banyak membiayai”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Pak Dosen : “Orang tuamu bekerja apa?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Si X : “Bapak saya pegawai negeri, ibu saya pengusaha”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Pak Dosen : “ Pengusaha apa ?? “&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Si X : “Pengusaha kebun buah, sawit, dan karet.” (Menjawab dengan antusias). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Pak Dosen :“Ayahmu umurnya berapa ?” Pak Dosen bertanya kepada si X dengan lembut tetapi dengan nada menusuk dan dingin sesuai dengan gaya Pak Dosen selama ini yang kukenal sebagai mantan dosenku saat S1 dulu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Si X : ( Terdiam lama, dan berpikir )”Sepertinya 54 tahun, Dok. Soalnya 2 tahun lagi pensiun.” Si X menjawab dengan agak ragu. Jawaban ini adalah hal pertama yang mengusik rasa ke-anak-anku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Pak Dosen : “Trus Bapakmu lahir kapan? Tanggal berapa, tahun berapa ? “ Pak Dosen memuntahkan pertanyaan lanjutannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Si X: ( Sedikit bingung dan grogi, mencoba mengingat angka)“ Nggak tahu, Dok ! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Gubrakz! Jawaban kedua ini tiba2 mengiris-iris hatiku. Nyeri. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;How come?&lt;/span&gt;?!! Bagaimana mungkin dia melupakan jejak lelaki yang telah banyak berkontribusi dalam hidupnya sejak sebelum lahir hingga detik dia berdiri saat ini. Lelaki yang telah menorehkan banyak cerita di kehidupannya sehingga membuatnya mampu tetap bertahan hidup, terlepas dari carut marut atau tidaknya hubungan dia dengan si bapak. Mengapa yang diingat hanya kekayaan orangtuanya dan usia pensiun Sang Bapak  – saat dimana pendapatan sang Bapak akan berkurang nantinya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Materialistis.Hedonis.Narsis.Kurangajaris. (Istilah terakhir adalah ciptaanku). Beragam istilah itu terbersit di benakku , yang mungkin akan diamini oleh Pak Dosen yang masih sibuk dengan senyum misteriusnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Detik itu, terbayang di benakku wajah laki-laki tua termakan usia, disana-sini penuh kerut dan gelambir, rambut putih pendek dengan bagian tengah nyaris botak karena dulunya sangat hobi meminta sang anak untuk mencabut ubannya , mata sipit,dan senyum manis pamer barisan gigi putih rapi yang akan kuingat sepanjang hidupku. Sungguh, barangkali tidak banyak cerita indah yang bisa kukenang selama kebersamaan dengan Beliau di masa lalu. Tapi kesungguhan, kasih sayang dan pengorbanan Beliau untukku, anak perempuan satu-satunya akan tetap hidup di urat darahku. Aku sayang papaku. Aku ingat ulang tahun Beliau. Aku ingat tanggal dan tahun Beliau lahir. Aduhai, seburuk-buruk orang tua kita, jangan pernah kita melupakan mereka. Sebesar apapun materi yang kita beri untuk mereka tidak akan dapat menggantikan segala hal yang sudah dilakukan untuk kita. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Perasaan gempita kesedihan itu perlahan tapi pasti merambati sekujur tubuh ku, berakhir dengan panas nya mataku, hingga tak sadar keluarlah isak kecil dari mulutku. Susah payah sekali rasanya menahan air mata itu untuk tidak jatuh apalagi di saat genting seperti sekarang ini, hingga aku merasa sepertinya mulutku serong ke kiri dan ke kanan demi menjaga tegak lurusnya wajahku yang sudah basah. Aku hanya mampu berdialog dengan batin, walau rasanya saat itu aku ingin berteriak keras sekali. Berteriak di telinga Si X, mengumpatnya, menasihatinya, entah apapun itu. Kelu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Aku hanya mampu tergugu, mengumpulkan seluruh kekuatanku setelah terdiam cukup lama meredam isak, agar mampu kembali menjawab pertanyaan Pak Dosen. Saat Beliau bertanya kenapa mewek, aku hanya menjawab lirih, “Saya ingat tanggal lahir Bapak saya, Pak.” Barangkali logikanya Pak Dosen terusik, bagaimana mungkin mengingat tanggal lahir bisa membuat menangis ?? Tak mungkin rasanya aku curhat panjang lebar  mengklarifikasikan apa -apa yang aku rasakan saat itu. Biarlah Pak Dosen beranggapan  aku berurai air mata karena  membayangkan biaya pendidikan yang mahal nantinya,  yang tak sanggup kutanggung karena  aku miskin sekali. Biarlah Pak Dosen beranggapan aku tengah sakit gigi yang sedemikian hebat hingga membuatku bersedu sedan. Terserah apapun prasangka yang ada di benak Pak Dosen dan teman wawancaraku. OMG, wawancara ini sungguh aneh, aku seperti tengah melakoni kisah drama pilu yang  menguras airmata dan menghentak-hentak nuraniku. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Hingga selesai wawancara itu, mataku belum kering sepenuhnya. Ternyata aku masih harus mendengar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;another surprise&lt;/span&gt; dari teman wawancaraku. Saat ada pertanyaan :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Pak Dosen : “Bapakmu isterinya berapa ?” Pak Dosen setengah bercanda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Si X :” Setahu saya sih satu, nggak tau kalo ada yang lain yang saya nggak tahu !” (Menjawab dengan ringan sambil tersenyum kecil ). Hah ??!!! Gubrakz again. Seandainya aku berbentuk kartun, pasti aku sudah pingsan dua kali dengan bintang-bintang di atas kepalaku. Aku hanya mampu istighfar dalam hati. Tega nian kau, Nak. Huh !...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" class="fullpost" &gt;Radioputro, medio Oktober2009&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-6470109461859190106?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/6470109461859190106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=6470109461859190106&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6470109461859190106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6470109461859190106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/10/inilah-cerita-itu_31.html' title='Wawancara yang Aneh'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Su1CklNMdoI/AAAAAAAAAPI/aw4GbTlz-5o/s72-c/interview.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-8068794239870025463</id><published>2009-10-31T01:37:00.013+07:00</published><updated>2009-11-01T09:42:36.830+07:00</updated><title type='text'>Angela's Ashes</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SutLcEEqP0I/AAAAAAAAAOw/Trh1ACO6GrY/s1600-h/PA312679.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SutLcEEqP0I/AAAAAAAAAOw/Trh1ACO6GrY/s200/PA312679.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398491523835379522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Beberapa waktu yang lalu secara sadar&lt;/span&gt; aku telah menggantikan aktivitas blogging dan facebooking dengan membaca. Kegiatan yang dulu pernah kucintai pada suatu masa ini cukup menyita waktuku, sehingga memunculkan syaraf engganku menyentuh internet dan isinya. Kucuri waktu di  sela-sela  mengurusi keluarga  untuk membaca buku, bahkan saat menyusui si kecil yang tidak bisa protes melihat ibunda asik memegang buku, sementara dia meringkuk di bawah ketiak memuaskan dahaga. Tak pelak, karena membaca buku ini terpotong-potong di antara rengekan, tangisan, dapur dan tetek bengek lainnya, maka  butuh waktu kurang lebih seminggu untuk menuntaskan buku ini. Waktu yang terlalu lama sebenarnya buatku untuk mencerna sebuah buku. Bukan hal yang berlebihan bila aku terus menerus membaca buku, karena memang sampai detik ini aku masih belum punya aktivitas ‘lain’ yang berbau aktualisasi diri atau bahasa sederhananya masih 'jobless'. Cukup kusyukuri, karena banyak juga yang ternyata menginginkan semboyan 'everyday is holiday' ini. Hal ini juga dalam rangka membalas bolongnya waktu kebersamaanku dengan keluarga di tahun yang lalu karena harus menjadi mahasiswa S2 di benua Aborigin. Masih belum impas barangkali. Ada lembaran hidup anak-anakku yang pernah kosong dari sentuhan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Buku pertama yang kubaca adalah Angela’s Ashes. Judulnya menarik. Kalau diartikan ke bahasa Indonesia kurang lebih Abu nya Angela. Buku karya Frank McCourt setebal 616 halaman yang dinobatkan sebagai international bestseller dan dianugerahi penghargaan Pulitzer (suatu penghargaan bergengsi internasional di bidang jurnalistik) telah memikat hatiku. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thumb up&lt;/span&gt; buat Pak McCourt, yang mengangkat kisah hidupnya dalam buku ini serta sekaligus sebagai tokoh sentral buku ini. Angela sendiri adalah nama ibu McCourt, yang apabila merasakan suatu kesedihan mendalam dia akan berbaring menghadap perapian sambil menatap abu perapian yang telah padam.Dari sinilah judul buku ini berasal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Ilustrasi perjalanan hidup McCourt sebagai seorang  anak Irish yang miskin, menderita dan agak religius tergambar apik dalam bahasa buku ini. Menyikapi kemiskinan dengan kepolosan kanak-kanak, yang tak berharap terlalu muluk kecuali dapat memenuhi kebutuhan yang paling mendasar sebagai makhluk yaitu makan. Kelaparan jua yang memaksanya untuk menjadi pencuri kecil-kecilan, atau melakukan ketidakjujuran 'ringan' demi mengganjal perutnya dan adik-adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Membaca buku ini, kita seperti di ajak masuk ke dimensi yang sungguh sulit dibayangkan di tengah pertikaian  yang tak kunjung usai antara Irish dan British. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Latar belakang  budaya yang berbeda dengan adat ketimuran tapi membungkus kesamaan nasib sekelompok umat di seluruh dunia  yang menyandang predikat miskin dalam arti sebenarnya ,  membuatku gemas.  Ayah pemabuk dan menghabiskan sebagian besar uangnya untuk sejenak melupakan permasalahan hidup dengan minum minuman keras –yang notabene sudah membudaya di tempatnya. Ibu yang satu persatu kehilangan anak-anaknya  yang mati  secara tragis dalam pelukan sendiri karena kebodohan dan ketidakpedulian yang keterlaluan. Keluarga  besar yang tidak bisa saling peduli dan mengasihi di tengah penderitaan, serta keangkuhan para elit religi yang  mendiskriminasi orang-orang miskin  seakan tidak layak masuk surga padahal mereka seharusnya menjadi rujukan umatnya. Semua itu adalah hal-hal menyedihkan yang di bawa McCourt menemui pembacanya.  Miris. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tapi di balik semua itu, di balik kenakalannya sebagai remaja, yang  secara sadar melepas keperjakaannya di usia belum genap 17 setelah sebelumnya secara vulgar menceritakan hobinya mencari kenikmatan seksual dengan cara manual, McCourt adalah sosok yang punya mimpi, tekad dan usaha. Kegemarannya membaca sejak kecil adalah salah satu modal besar yang akan menuntunnya menemukan jalan sebagai penulis kelak.  Semangat dan mimpi untuk lepas dari belenggu kemiskinan itulah kiranya yang patut kita acungi jempol. Dia tidak ingin bersahabat dengan kemiskinan dan kebodohan seumur hidupnya. Mimpi itulah kelak yang melarungkan asa McCourt untuk mengadu nasib di belantara Amerika.  Sebuah buku yang memang layak untuk dibaca. Lalu, kemanakah saat ini kita larungkan mimpi-mimpi yang kita punya ?? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-8068794239870025463?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/8068794239870025463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=8068794239870025463&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8068794239870025463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8068794239870025463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/10/angelas-ashes.html' title='Angela&apos;s Ashes'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SutLcEEqP0I/AAAAAAAAAOw/Trh1ACO6GrY/s72-c/PA312679.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-4409450897920645665</id><published>2009-10-01T21:34:00.005+07:00</published><updated>2009-11-13T01:05:12.543+07:00</updated><title type='text'>Opera Dapur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxLgx3D4pI/AAAAAAAAAPw/MAwMbQqTiaw/s1600-h/cooking_with_kids_600.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 191px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxLgx3D4pI/AAAAAAAAAPw/MAwMbQqTiaw/s200/cooking_with_kids_600.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403276679449928338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kesedihan karena gempa di Sumatera Barat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; sedikit terobati dengan tingkah laku putriku sore tadi. Kami, aku dan suami, baru saja mendapat 2 ekor ikan nila yang besar-besar, kira-kira 2 kilo seekor. Kami (baca: suami) menangkapnya memakai jaring kecil di kolam ikan milik mertua yang karena kemarau mengalami penyusutan sehingga menjadi dangkal. Air kolam akan penuh saat musim penghujan sehingga untuk mendapatkan ikan kami biasanya memancing. Bukan perkara yang gampang untuk memancing, karena ikan-ikan di kolam itu kurang doyan dengan kail beserta isinya .&lt;span class="fullpost"&gt; Apakah mereka telah banyak belajar dari pengalaman pendahulunya, apabila kau mendekati kail itu artinya hidupmu akan berakhir, kalau tidak  di penggorengan , rebusan air, atau di dalam daun-daun yang membuatmu  bertransformasi menjadi  pepes. Ditambah lagi aku dan suami bukan tipe orang yang setia menguji kesabaran di depan kolam sembari bergelut dengan nyamuk-nyamuk kebun yang nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ikan itu ditangkap dan dibersihkan, tibalah waktunya untuk dimasak. Kali ini sebagai teman berbuka puasa, aku meminta pada suami untuk digoreng. Terbayang goreng ikan nila bersama sambal mentah, akan menerbitkan air liur kami. Untuk melihat apakah air liur itu  bertambah volumenya, cukup dengan mengajak suamiku berbicara tentang niat untuk memakan ikan goreng itu beserta sambal, maka akan ada kecipak air liur yang mencair dari suaranya saat menimpali perkataanku. Itu artinya air liur telah bertambah volumenya.  Suamiku menggoreng ikan, dan saat itulah putriku menghampiri. Lalu terjadilah percakapan ringan antara ibu, ayah, dan anaknya.  Bermula dari si adik yang pergi dengan kakek dan neneknya ke sebuah acara tanpa menyertakan si kakak, maka timbullah dialog-dialog di bawah  ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak : “ Adik pergi kemana, Mi ?” ( bertanya  ingin tahu, padahal seharusnya pertanyaan itu diajukan jauh sebelum nya, karena si kakak pulang sekolah sudah lama ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu : “ Kok baru nanya adik kemana ? Bukannya dari tadi ditanyain ? “ (Si Ibu menjawab sambil mengupas sebuah labu siam yang akan dikorbankan ke dalam air mendidih, sebagai teman makan ikan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak : “ Habis nggak kangen ,sih..” (si anak menjawab dengan ringan, sekedar info bahwa kadang-kadang kakak dan adik ini kurang akur dalam keseharian, sehingga yang satu kadang lebih suka ditinggal yang lain, terutama bila sedang bertengkar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu: “ Tapi kalo ummi pergi gak bilang kok suka ditangisi ?” (si Ibu bertanya lagi, sambil asyik memotong labu siam muda menjadi empat bagian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak : “ Ya iyalah, kan ummi yang melahirkan Cikwo (panggilan untuk kakak). Jadi cikwo kangen kalo ummi pergi.” (si Anak menjawab dengan nada yang begitu meyakinkan, dan cukup mengharukan si ibu. Jawaban ini, tentu saja mengusik eksistensi si ayah yang lagi asyik menggoreng ikan nila gemuk itu.  Sehingga si ayah tergelitik untuk menimpali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah: “ Kalo Abi pergi kangen gak ?” (si Ayah bertanya dengan harap-harap cemas akan jawaban si anak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak :” Nggak, kan abi gak ngelahirin Cikwo.” (si Anak menjawab spontan, sepertinya tanpa berpikir panjang atau memang betul-betul tidak kangen ?? Masih jadi pertanyaan besar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah : “ Loh, Abi kan yang membuat ummi hamil ?” (si Ayah sengit menjawab karena terlanjur bête dengan jawaban si anak). Pada saat yang bersamaan si Ibu mendelik ke si Ayah untuk mengoreksi kata-katanya yang dirasa belum pantas untuk anak yang belum genap 6,5 tahun. Tiba-tiba si anak berlari ke arah ruang tengah sambil berteriak-teriak  berulang-ulang : “ Apa Iyaa ??? Apa iyaa ???” (suaranya nyaring terdengar, lalu si anak kembali lagi berlari ke ayahnya dengan penjelasan yang cukup membuat si ayah kalah telak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak : “ Abi itu salah !! Yang membuat  ummi hamil itu Allah, yang membuat ummi melahirkan itu Allah, semua kan dari Allah !” (si anak menjawab bertubi-tubi dengan keyakinan tauhid yang begitu tinggi ). Tiba-tiba kami serentak tertawa terkekeh-kekeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu: “ Subhanallah…Alhamdulillah.. jawaban Cikwo benar sekali, Cikwo pintar sekali yaa.. Subhanallah..!” ( Si Ibu menimpali dengan tasbih dan tahmid menyadari bahwa putri sulungnya berpikir demikian jauh memakai logika ketuhanan menurut umur dan persepsinya. Si ibu dan si ayah saling melirik dan tersenyum –pahit barangkali buat si ayah- karena potensi ke-ayahannya tidak diakui si anak . Tapi jauh di lubuk hati keduanya, terselip kebanggaan yang dapat di-iri-kan oleh orang tua lain, bahwa si anak sejak kecil telah tertanam tauhid rububiyahnya ).  Maka nikmat Allah yang manahkah yang akan kami dustakan ? Demikianlah opera dapur itu, menambah nikmat puasa syawal kami pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Buat cinta ummi dan abi : kami bangga padamu, Nak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-4409450897920645665?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/4409450897920645665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=4409450897920645665&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/4409450897920645665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/4409450897920645665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/10/opera-dapur.html' title='Opera Dapur'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxLgx3D4pI/AAAAAAAAAPw/MAwMbQqTiaw/s72-c/cooking_with_kids_600.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-1592003009765336275</id><published>2009-10-01T14:44:00.007+07:00</published><updated>2009-10-01T15:06:52.369+07:00</updated><title type='text'>Minangkabau-ku Sayang, Minangkabau-ku Malang</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Sekali lagi berita duka itu terulang&lt;/span&gt;. Ah.. tidak sampai hitungan berbulan-bulan rupanya bila Allah berkehendak menjungkirbalikkan hati kita dengan bencana. Kali ini daerah lain yang berakhiran Barat di pulau tempat asal harimau langka berada, Sumatera Barat, kembali diluluhlantakkan gempa, setelah  kemarin kita tersedu sedan karena gempa di Tasikmalaya, Jawa Barat. Saat gempa ini terjadi, aku pun tengah sakit, ada benjolan bisul di kelopak mataku bagian dalam atau istilah kerennya hordeolum internum, bahasa merakyatnya timbilen atau bintitan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Subhanallah, aku tahu pasti, sakitnya timbil ini –yang konon katanya dikarenakan suka mengintip- pasti tidak sesakit jiwa saudara-saudara kita di sana, yang boleh jadi sudah kehilangan banyak atau mungkin segalanya. Ada air yang merebak-rebak di pelupuk mataku yang tengah bengkak, menambah pedih mataku saat melihat seorang ibu dan beberapa anaknya menangis tersedu-sedu di pinggir jalan sambil menatap rumahnya yang sudah rata oleh tanah. "Nak, berdoa ya untuk Saudara-Saudara kita di sana supaya diberi kesabara." Aku berkata pada buah hatiku yang pertama,berumur 6 tahun lebih sedikit, saat kami bersama-sama melihat tayangannya di televisi. "Didoakan biar masuk surga, ya Mi.." Anakku menjawab dengan nada prihatin, saat mendengar pula banyak yang menjadi korban jiwa di sana. Aku mengamini perkataanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Para peneliti bilang, gempa ini kekuatannya 30 kali lebih kuat daripada gempa di Jogja. Guncangannya dapat dirasakan hingga ke Singapura dan Malaysia. Dapat dibayangkan  apa yang terjadi di sana. Di Jogja, kurang lebih 5000 jiwa menemui Tuhannya,lalu sekarang ?? Sampai tulisan ini aku buat, perhitungan nyawa yang melayang sedang dalam progress nya. Aku tahu, seburuk apapun bencana itu, tentulah banyak hal yang bisa kita petik hikmahnya, entah itu untuk orang yang mengalami, atau kita  yang hingga saat ini hanya bisa jadi penonton setia. Allah punya rahasia dari segala bencana, tanpa perlu kita banyak bertanya.  Kehilangan, kesedihan, apapun itu bila tetap teriring keikhlasan, insyaAllah akan  ada balasan yang jauhhh lebih besar dari Allah, di luar perkiraan kita manusia. Deep condolescence to all of my sisters and brothers there, in Minangkabau land. Ishbir, pertolongan Allah itu dekat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-1592003009765336275?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/1592003009765336275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=1592003009765336275&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1592003009765336275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1592003009765336275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/10/minangkabau-ku-sayang-minangkabau-ku.html' title='Minangkabau-ku Sayang, Minangkabau-ku Malang'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-2241778060500031030</id><published>2009-09-21T12:11:00.004+07:00</published><updated>2009-11-13T00:40:10.567+07:00</updated><title type='text'>Wasiat untuk Lelaki Kecilku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxIa5GDX5I/AAAAAAAAAPo/6GOsT_LPifs/s1600-h/cintaku.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxIa5GDX5I/AAAAAAAAAPo/6GOsT_LPifs/s200/cintaku.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403273279777759122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Lelaki &lt;/span&gt;kecilku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tahukah dirimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saat matamu melihat dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Itu adalah bukan sebenarnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Keindahannya , kemolekannya, hanyalah tipuan belaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tak rela diri ini bila semuanya membuatmu buta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Karena sungguh kampung akhirat lah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang layak untuk kita puja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lelaki kecilku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kutitipkan surgaku padamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Melalui 5 wasiat yang harus selalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;tersemat di aliran darahmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jadikanlah Allah sebagai tujuan hidupmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tetapkanlah Muhammad sebagai teladan lakumu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Berjanjilah selalu untuk menjadikan Alquran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebagai pedoman hidupmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Berjihadlah di jalan Nya demi kemuliaan itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang kelima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bercita-citalah tinggi agar syahid menghiasi akhir hidupmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lelaki kecilku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Doa kami selalu menyertaimu&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-2241778060500031030?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/2241778060500031030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=2241778060500031030&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/2241778060500031030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/2241778060500031030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/09/wasiat-untuk-lelaki-kecilku.html' title='Wasiat untuk Lelaki Kecilku'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SvxIa5GDX5I/AAAAAAAAAPo/6GOsT_LPifs/s72-c/cintaku.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-5371704529677918111</id><published>2009-09-20T18:51:00.002+07:00</published><updated>2009-09-20T18:59:34.300+07:00</updated><title type='text'>Salam Perpisahan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;H&lt;/span&gt;ari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seperti ada yang tercerabut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sedih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Haru &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Rindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tamu agung itu berlalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bersama seluruh asaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Duhai &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Gulana ini tengah mencari bentuknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seiring Al Ghasiah pada pagi ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sungai takut dan harapku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Luruh dalam samudera keagunganMu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sekali lagi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kurangkum ketidakniscayaanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam tanya tak berjawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;kelu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Akankah kelak kembali kita bertemu ???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;In Memoriam: Ramadhan 1430 H&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-5371704529677918111?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/5371704529677918111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=5371704529677918111&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/5371704529677918111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/5371704529677918111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/09/salam-perpisahan.html' title='Salam Perpisahan'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-3659695500237062567</id><published>2009-09-14T07:32:00.005+07:00</published><updated>2009-09-14T12:54:06.550+07:00</updated><title type='text'>BUBAR FK UGM 96</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sq3aUavy9RI/AAAAAAAAAOI/dSrRpVYsXBQ/s1600-h/P9121807.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sq3aUavy9RI/AAAAAAAAAOI/dSrRpVYsXBQ/s200/P9121807.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381197174089643282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Berawal dari rasa  rinduku bertemu dengan teman-teman seperjuangan saat dahulu menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran UGM mulai dari tahun 1996, maka timbullah keinginan untuk mengajak teman-teman , yang sudah kurang lebih 6 tahun tidak berjumpa, untuk mengikuti buka bersama mumpung masih berada dalam range bulan Ramadhan. Ide spontanitasku timbul begitu saja. Berbekal ide itulah aku menulis pengumuman di status facebook ku  mengundang teman-teman FK 96 untuk berbuka bersama di restoran Boyong Kalegan, Pakem, Jogja pada tanggal 12 September 2009 kemarin. Beberapa tanggapan positif kuterima, dari sekian banyak yang sepertinya tertarik, Alhamdulillah ada 8 orang dapat terkumpul termasuk diriku.  Berhubung belum ada pihak yang bersedia menjadi sponsor, maka sepakatlah kami untuk melakukan iuran membayar harga hidangan pada restoran tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;Koordinasi yang kulakukan tidak sia-sia. Pada hari H, satu persatu  teman-temanku bermunculan. Bahagia. Itulah yang kurasakan,walaupun jumlah yang hadir jauh di bawah jumlah mahasiswa yang dulu ada di FK . Biarlah, aku pikir ini adalah awal yang baik untuk mempererat  silaturahim antarkami, mengingat tempat tinggal teman-teman sudah berpencar kemana-mana, tentu kehadiran teman-teman saat ini sangat berarti. Aku sebagai koordinator acara ini datang paling awal, bersama  suami dan 3 matahariku. Aku bertanggungjawab menyambut kedatangan mereka dan mempersiapkan segala sesuatunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;Sariyunita adalah temanku yang pertama hadir, Beliau datang dengan membawa 2 orang anak , dan 2 orang asistennya. Subhanallah, anak-anaknya yang keduanya perempuan terlihat sehat dan lucu. Menggemaskan.  Aku gembira melihatnya. Sariyunita sendiri saat ini sedang melanjutkan PPDS Patologi Klinik semester awal, asal dari Bengkulu. Giliran yang kedua hadir adalah Dwi Rohmawati dan keluarganya. Wanita sholihah ini adalah teman baikku saat dulu masih kuliah. Tak banyak yang berubah pada dirinya, hanya tubuhnya yang terlihat lebih ringkih. Aku hanya berpikir, apakah PPDS interna telah membuatnya sedemikan tidak suka makan ?? (heheh..piss wi..). Beliau hadir ditemani dengan suami, dan 2 anak nya , laki-laki dan perempuan . Keduanya kalem, persis seperti ibundanya. Dwi asli Jogja menikah dengan laki-laki asal Palembang. Kebalikan diriku, yang berasal dari Sumatera-Selatan dan bersuamikan laki-laki Jogja. Indah sekali takdir kami .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;Tidak berapa lama kemudian, kulihat kedatangan temanku yang ke-3,  Tien Indra Navarone. Beliau datang tanpa ditemani siapa-siapa. Tien berasal dari Blitar Jawa Timur yang kebetulan bekerja di Jogja  sebagai dokter pada salah satu klinik kecantikan. Tidak banyak yang  berubah pada dirinya kecuali penampilan ibu-ibu pada umumnya. Menjelang beberapa menit sebelum berbuka, datanglah Apriana Setyawati beserta suami dan kedua jagoannya, yang berumur paling tua di antara anak-anak yang ada. Hebatnya lagi, berhubung sudah demikian lama berada di luar negeri, anak tertua Ria ini fasih berbahasa Inggris. Waduh, tante jadi iri neh.. Ria sendiri asli Jogja, tapi sudah melanglang buana mengikuti suaminya yang bekerja di luar negeri. Demi buah hati pun Ria rela meninggalkan sekolahnya pada PPDS Ilmu Penyakit Mata, untuk sementara waktu sampai batas waktu  yang tidak bisa diperkirakan, karena setiap ditanya jawabnya itu nanti.. itu nanti.. hehe..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;Bersama dengan Ria, demikian panggilan Apriana, adalah Erlina Hidayati. Erlin demikian kami memanggilnya, datang tanpa pendamping atau buntut, karena memang beliau lah yang masih single di antara kami. Sepanjang pertemuan itu tak lupa aku selalu menyemangatinya untuk tidak melanjutkan kesendirian itu. Waduuh, semua sudah pada punya buntut, ini sayap aja belum punya. Ayo Erlin, kami mendukungmu !!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;Giliran berikutnya adalah Taufik Joni Prasetyo, atau kami biasa memanggilnya Topik. Pemuda yang  berasal dari Lampung dan sudah tidak lajang ini pun datang tanpa ditemani isteri dan anak-anaknya, karena memang saat ini keluarganya sedang berada di lampung, sementara beliau sedang melanjutkan sekolah PPDS Anak di RSU Sardjito. Topik beristerikan Sri Indah Aruminingsih atau Indah, yang juga teman seangkatan kami dan masuk dalam daftar teman dekatku saat kuliah dulu. Mereka menjadi PNS di Lampung dan baru mempunyai 2 anak laki-laki. Aku yakin suatu saat mereka akan menambah buntut lagi heheh..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;Last but not least, jauh setelah  hidangan akan habis , datanglah Metta Dyah Ningrum atau Metta, teman yang saat ini sedang berada di puncak karirnya dalam per-resident-an karena menjabat Chief resident Obgyn, bersama dengan satu anak laki-laki kesayangannya (karena baru satu ya Met), dan seorang asistenya. Kasihan juga Metta, dia datang menjelang semua piring kosong, tapi dengan senang hati aku memesan kembali nila bakar khusus buatnya. Kali ini beliau masih harus disibukkan dengan junior yang Subhanallah, aktif sekali. Persis emaknya (piss..met ! hehe..).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;Setelah menyantap semua hidangan, dan sholat maghrib. Acara kami teruskan dengan foto bareng memperlihatkan kenarsisan kami yang sekian lama tersembunyi. Setelah itu,kami bersalaman mengucap salam perpisahan dan berharap akan ada lagi pertemuan-pertemuan istimewa seperti ini . Aku sangat senang dengan terlaksananya acara tersebut. Terlepas dari nombok atau tidaknya diriku selaku koordinator , aku tahu kebersamaan ini mahal harganya,  aku sudah berusaha menyambung tali yang penuh berkah itu , yaitu tali silaturahim, yang akan memanjangkan umur dan memurahkan rejeki kami. InsyaAllah,aamiin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-3659695500237062567?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/3659695500237062567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=3659695500237062567&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3659695500237062567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3659695500237062567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/09/bubar-fk-ugm-96_14.html' title='BUBAR FK UGM 96'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sq3aUavy9RI/AAAAAAAAAOI/dSrRpVYsXBQ/s72-c/P9121807.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-516319747116010827</id><published>2009-09-12T07:32:00.002+07:00</published><updated>2009-09-12T07:39:14.911+07:00</updated><title type='text'>Senyummu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqrtXIzdxjI/AAAAAAAAAN4/oaAcXQg5CJU/s1600-h/bertiga+anak.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqrtXIzdxjI/AAAAAAAAAN4/oaAcXQg5CJU/s200/bertiga+anak.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380373686603597362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku suka melihatmu tersenyum&lt;br /&gt;Di sana ada gula-gula&lt;br /&gt;Manis terasa&lt;br /&gt;Disana ada cahaya&lt;br /&gt;Terang kulihat&lt;br /&gt;Aku suka melihatmu tersenyum&lt;br /&gt;Renyah dan tidak mungkin ada duplikatnya&lt;br /&gt;Pada bibir tersenyum itu&lt;br /&gt;Tertulis kesucian fitrahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku suka melihatmu tersenyum&lt;br /&gt;Senyum seperti balon udara&lt;br /&gt;Yang melambungkanku menuju Tuhanku&lt;br /&gt;Senyum seperti semburan kata-kata bijak pujangga&lt;br /&gt;Yang mampu mengisi kekosongan jiwa-jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada senyummu itu&lt;br /&gt;kutitipkan surgaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Buat: matahari2 ku yang selalu tersenyum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-516319747116010827?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/516319747116010827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=516319747116010827&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/516319747116010827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/516319747116010827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/09/senyummu.html' title='Senyummu'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqrtXIzdxjI/AAAAAAAAAN4/oaAcXQg5CJU/s72-c/bertiga+anak.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-6981037250525451327</id><published>2009-09-10T04:57:00.003+07:00</published><updated>2009-09-10T05:04:24.941+07:00</updated><title type='text'>Aku Hanya Butuh Dimengerti</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aku hanya butuh dimengerti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kadangkala ada hal-hal yang mengganggu jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menyergapku dalam kekecewaan yang mendalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mencakar-cakar imanku yang masih tersisa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Meluluhlantakkan kepercayaan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sehingga melahirkan kengerian sengeri-ngerinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hingga mampu menghamburkan bulir-bulir air mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Berserakan di setiap sudut keterpanaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aku hanya butuh dimengerti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kadang jiwaku tak seiring dengan ragaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saat ragaku mengatakan iya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tapi pada saat yang bersamaan jiwaku berontak berkata tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aku tak kuasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Karena jiwa adalah ruh raga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saat dia menderita..saat itu pula raga ku lelah tak terkira&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aku hanya butuh dimengerti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Untuk merenungi apa-apa yang sudah terjadi tadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dekap ketakutanku dalam pengertianmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Karena saat ini aku tengah bermain dengan selemah-lemah imanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lalu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagaimana denganmu cintaku ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sudahkah hatipun beku karena waktu dan ketidakpedulian itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;hingga bermain dengan selemah-lemah imanpun kau tak mampu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Adalah bencana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bila hari ini kau menjawah iya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Teriring cinta karena Nya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-6981037250525451327?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/6981037250525451327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=6981037250525451327&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6981037250525451327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6981037250525451327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/09/aku-hanya-butuh-dimengerti.html' title='Aku Hanya Butuh Dimengerti'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-6128432377516409292</id><published>2009-09-10T03:16:00.006+07:00</published><updated>2009-09-10T09:39:46.301+07:00</updated><title type='text'>Keluarga formal-Tradisional-Sekuler (II)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sqhmv5-5MpI/AAAAAAAAANw/6OgwP31tTho/s1600-h/images+sibling.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 108px; height: 111px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sqhmv5-5MpI/AAAAAAAAANw/6OgwP31tTho/s200/images+sibling.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379662728098558610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Sibling Social Control&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pada tulisan sebelumnya, aku menggambarkan hubungan antara orangtua dan anak pada keluarga formal-tradisional-sekuler. Kali ini yang akan kusoroti adalah hubungan antar saudara kandung dalam keluarga bentukan semacam itu. Pada keluarga ini terjadi sentralisasi kontrol , dimana orang tua menjadi supervisor langsung untuk setiap anak-anaknya, yang tanpa sadar menanamkan pengertian pada anak-anaknya bahwa yang mempunyai hak untuk memberi nasihat dan teguran kepada mereka  hanya orang tua. Sehingga terdapat keengganan dari tiap-tiap saudara kandung untuk saling mengingatkan antarmereka bila terjadi kesalahan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt; Bagaimana mereka bisa menegur (seandainya mereka menganggap perbuatan saudara kandung nya tidak baik), sementara orang tua mereka sendiri tidak bermasalah dengan hal tersebut. Bagaimana mereka bisa memberi nasihat, sementara orang tua sendiri tidak pernah menasihati. Sesuatu yang sulit. Bukan tidak mungkin justeru akan terjadi clash antara orang tua dan anak yang berusaha memberi teguran pada saudaranya yang lain. Jadi tidaklah heran bila hubungan antarsaudara kandung pun terasa hilang ruhnya, berujung pada ketidakpedulian akan setiap maksiat dan kemungkaran yang  dilakukan saudara kandung, padahal itu  terjadi di depan mata. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;Hal ini lah yang kadang membuatku tercenung. Sebuah ironi, mengapa justeru saat kita berada di tengah-tengah keluarga, saat itu pula kita berada pada titik selemah-lemah iman, dimana kita seperti tidak punya kekuatan mengubahnya dengan tangan dan mulut yang ada. Sementara berdakwah di luar, kita begitu pandainya mempermainkan retorika. Berapa banyak yang kita dengar para dai yang begitu disegani di luar, ternyata tidak mampu mengubah keluarganya sendiri. Pelajaran kembali kutarik dari hasil pengamatanku, bahwa sibling social control atau kontrol sosial dari saudara kandung sangatlah penting untuk menjaga agar anak-anak tetap berada dalam koridornya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;Aku pikir hal ini penting untuk diterapkan sejak dini. Kadang aku mengamini apa yang dilakukan oleh matahariku yang pertama : bila adiknya berbuat hal yang tidak baik, dia akan memberi pelajaran pada adiknya, walaupun hal tersebut akan menghasilkan deraian air mata pada sang adik. Sekali-sekali aku tidak pernah memarahinya, karena itu adalah kontrol sosial yang dilakukan sang kakak terhadap adiknya. Aku selalu berusaha mengingatkan dia untuk selalu memberi contoh yang baik bagi adiknya, dan meluruskan hal-hal salah yang dilakukan adiknya dengan cara yang baik. Aku berharap, semua anggota keluarga mempunyai kesadaran untuk saling menjaga dan bekerjasama berdasarkan kecintaan mereka kepada Allah, sehingga yang terbentuk adalah keluarga yang selalu penuh dengan kehangatan dan cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;Indah betul Alquran itu, di salah satu ayatnya kita diminta untuk menjaga anggota keluarga dari api neraka. Tentulah perintah ini ditujukan untuk masing-masing anggota keluarga. Karena pada hakikatnya keluarga bentukan ini adalah biduk dimana masing-masing awak harus menjaga keseimbangannya, hingga dapat terus berlayar menuju surga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-6128432377516409292?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/6128432377516409292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=6128432377516409292&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6128432377516409292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6128432377516409292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/09/keluarga-formal-tradisional-sekuler-ii.html' title='Keluarga formal-Tradisional-Sekuler (II)'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sqhmv5-5MpI/AAAAAAAAANw/6OgwP31tTho/s72-c/images+sibling.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-3922232015221447652</id><published>2009-09-10T03:07:00.007+07:00</published><updated>2009-09-10T09:37:10.982+07:00</updated><title type='text'>Keluarga Formal-Tradisional-Sekuler (I)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqhmR3sSOzI/AAAAAAAAANo/esjK-_cWMlU/s1600-h/images-sibl.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 111px; height: 118px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqhmR3sSOzI/AAAAAAAAANo/esjK-_cWMlU/s200/images-sibl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379662212087561010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Parent –Children Relationship&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;Judul di atas barangkali terasa aneh, tapi banyak hal yang ingin kuungkapkan. Berawal dari pengalaman, pengamatan dan analisa yang kucoba tarik dari lingkungan sekitarku. Secara psikologis, sungguh aku merasa terganggu dan menjadi pikiranku di setiap waktu.  Karena ketidakmampuanku mengubahnya. Dari beberapa pengamatan yang kulakukan pada beberapa bentukan keluarga, aku berkesimpulan bahwa pada umumnya keluarga-keluarga yang ada di Indonesia adalah keluarga ‘formal-tradisional-sekular’ dalam arti bahwa seorang ayah dan ibu akan membesarkan anak-anaknya ‘apa adanya’ sesuai dengan kaidah standard dan formal di mayarakat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hingga mereka mencapai tahap ‘berhasil’ dari segi materi atau duniawi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Sementara seperti apa perjalanan menuju keberhasilan yang dibanggakan itu sepertinya tidak begitu dihiraukan, agama pun hanya sebatas ritual yang tidak diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari dalam membesarkan anak-anaknya. Hasil lebih dilihat daripada proses. Inilah yang sering dilupakan keluarga Indonesia. Hal itu bisa kita lihat bila dua orang atau lebih ibu-ibu berkumpul atau bisa jadi bapak-bapak berkumpul membicarakan anak-anaknya, sudah sesuatu yang lumrah bila yang ditanyakan adalah seberapa jauh sudah kesukesan duniawi yang sudah anak mereka raih. Karena disitulah ‘status sosial’ keluarga bisa menempati rankingnya.  Perkara apakah keberhasilan anak diimbangi dengan keberhasilan akhiratnya kelak bukan lah menjadi persoalan, selama anak tersebut tidak membuat ‘aib’ keluarga. Saat ini akan terdengar aneh rasanya bila ada dua ibu rumah tangga atau kepala keluarga bertemu saling menanyakan apakah anak-anak nya sudah mendirikan sholat atau berinfaq. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;‘Aib’ yang dimaksud di sini adalah segala sesuatu yang sekiranya secara moral kemasyarakatan (baca: adat ketimuran), dapat mencoreng nama baik keluarga. Seperti contoh bila ada anak perempuannya pacaran, itu sudah dianggap sesuatu yang lumrah sekaligus dapat menjadi sesuatu yang dibanggakan karena merasa anaknya bisa mencari pasangan , daripada nanti-nanti menjadi perawan tua. Toh pacaran adalah sesuatu yang biasa sekali , selama anak tersebut tidak hamil di luar nikah. Perkara selama pacaran itu melakukan hal-hal yang dilarang agama tidaklah masalah, asal JANGAN HAMIL, karena secara sosial kemasyarakatan itu merupakan aib yang sangat-sangat memalukan. Padahal kehamilan itu sendiri hanya ekses dari pergaulan bebas, sementara esensi pergaulan bebas yang dilarang agama itu sendiri sama sekali kurang dihiraukan. Berdua-dua an berpacaran beserta seluruh aktivitas di dalamnya adalah salah satu hal yang sangat di larang dalam agama, akan tetapi diamini oleh orang tua. Aneh.  Atau  anak perempuan pulang hingga larut malam setiap harinya tidak lah masalah, selama anak tersebut mempunyai alasan mempunyai ‘kesibukan luar biasa’ dengan sekolahnya maka orang tua pun mempunyai permakluman yang tiada batas, padahal sebagai orang tua seharusnya memiliki aturan kedisiplinan dalam masalah waktu terhadap anak-anaknya,  bahkan kebersamaan si anak dengan keluarganya yang sangat sedikit pun sudah dimaklumi, semua demi ‘kesuksesan’ anak nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, masalah sholat yang seharusnya menjadi ‘aib’ buat keluarga apabila tidak dijalankan oleh semua anggota di dalamnya, bukanlah menjadi perkara yang besar. Anak tidak sholat bukanlah menjadi beban derita, karena sholat  tidak dapat dilihat lewat kacamata moral kemasyarakatan. Yang penting si anak dilihat ‘berhasil’ secara materi oleh orang lain itu sudah cukup membanggakan.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hubungan yang terlihat antar anggota keluarga dalam keluarga semacam ini terasa formal cenderung kaku. Kehangatan antara orang tua dan anak, atau di antara anak-anaknya hilang ruhnya. Anak-anak hanya akan mendekat bila mereka butuh ‘materi’ dari orangtuanya atau sekedar formalitas belaka, bukan butuh ‘cinta’ hakiki orangtua yang akan mengantarkan ke surga lewat pagar-pagar agama yang dipancangkan di sepanjang langkah mereka atau mendekat kepada orang tua karena kecintaan yang mendalam pada mereka. Bagaimana mungkin cinta seperti itu dimiliki oleh orang tua yang  memisahkan  agama dengan kehidupannya? Sementara orang tua pun seperti tidak begitu peduli dengan apa-apa yang dilakukan oleh anaknya selama secara kasat mata mereka masih ‘baik-baik’ saja.  Apatah lagi menanyakan, sudahkah kalian wahai ananda mendoakan ayah dan bunda hari ini supaya Allah sayang pada kami ? Sudahkah kalian doakan  agar semua dosa kami terampuni ? Alangkah malangnya orang tua yang tidak mendapatkan doa anak-anaknya. Bukankah doa anak yang sholih dan sholihat adalah salah satu modal untuk mencapai surga ? Bentuk keluarga semacam ini secara sadar atau tidak akan diwarisi oleh anak-anaknya kelak, bukan tidak mungkin akan terulang kembali dan kembali, pada generasi berikutnya, hingga suatu saat ada yang memutuskan rantainya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oh..aku tidak bisa membayangkan, betapa sengsaranya kami nanti bila bukan anak-anak sholih dan sholihat yang kami punya pada akhirnya. Naudzubillahimindzaliik. Aku bertekad akan membesarkan anak-anakku dengan paradigma cinta. Aku ingin mereka tahu, apa-apa yang aku lakukan pada mereka semata-mata karena kecintaanku pada Allah. Demikian pula aku ingin mereka hormat pada kami orangtuanya karena cinta mereka kepada Allah jua, bukan semata karena formalitas yang dibangun lewat didikan tradisional yang kehilangan ruhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-3922232015221447652?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/3922232015221447652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=3922232015221447652&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3922232015221447652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3922232015221447652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/09/keluarga-formal-tradisional-sekuler-i.html' title='Keluarga Formal-Tradisional-Sekuler (I)'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqhmR3sSOzI/AAAAAAAAANo/esjK-_cWMlU/s72-c/images-sibl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-3581622524200237551</id><published>2009-09-07T00:52:00.006+07:00</published><updated>2009-09-08T09:17:35.307+07:00</updated><title type='text'>Sensasi Roller Coaster</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqP37dopH2I/AAAAAAAAANg/rrPRNa8ZSyA/s1600-h/roller.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 110px; height: 83px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqP37dopH2I/AAAAAAAAANg/rrPRNa8ZSyA/s200/roller.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378414980949942114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;Pernah kah anda merasakan sensasi roller coaster ? Bagi yang sudah pernah menaiki benda tersebut pasti merasakan bagaimana rasanya dunia berputar dan jungkir balik. Sungguh mengasyikkan sekali, apalagi bila ditambah dengan teriakan-teriakan takut sekaligus senang. Itu yang kita rasakan kalau naik roller coaster. Tapi, kalau tiba-tiba dunia berputar dan jungkir balik pada saat kita tidak naik benda tersebut, kemudian ditambah mual yang berujung pada muntah, mungkinkah hal tersebut masih dirasa menyenangkan ?&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Sensasi seperti inilah yang akan kita rasakan saat vertigo menyerang. Vertigo sendiri secara istilah didefinisikan sebagai sensasi berputar (subjective vertigo) atau kita merasakan benda-benda di sekitar kita yang berputar (objective vertigo). Jadi di sini vertigo adalah sebuah gejala, bukan penyakit, sama halnya seperti demam. Dari sudut pandang manapun perputaran itu, tetap tidak ada yang lebih baik. Kadang aku sendiri tidak bisa membedakan kedua definisi itu. Pokoknya berputar. Vertigo biasanya terjadi sebagai reaksi dari adanya gangguan pada sistem vestibuler (keseimbangan)  perifer atau pusat. Sistem vestibuler perifer contohnya pada struktur telinga dalam, sedangkan sistem vestibuler pusat contohnya adalah syaraf vestibuler, batang otak dan serebelum. Pada beberapa kasus, penyebab vertigo sendiri sering tidak diketahui. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk vertigo karena gangguan vestibuler perifer, kasus paling banyak ditemui adalah BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo), dimana BPPV dapat terjadi saat debris yang terbentuk dari kalsium karbonat dan proten (otolith) bergerak di sekitar kanal semisirkularis. Saat kepala bergerak ke arah tertentu, kristal kalsium iatu akan bergerak dan memicu sensor telinga dalam, menyebabkan sensasi berputar. Sepertinya aku mengalami vertigo jenis ini. Tapi melihat beberapa penyebab BPPV antara lain degenerasi telinga dalam, trauma kepala, dan infeksi telinga dalam, rasanya tidak salah satu penyebab pun yang pernah jadi pemicu pada vertigo ku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku adalah manusia yang tengah berusaha bersahabat dengan vertigo. Aku tidak tahu persis sejak kapan gejala ini muncul. Yang kuingat, dulu sewaktu aku masih kuliah, sepertinya aku tidak mengalami hal tersebut, buktinya aku mampu menaiki hampir semua wahana di Dufan, Ancol yang bisa membolak-balikkan isi perut tanpa berakhir dengan vertigo sama sekali !! Tapi mengapa sejak menjadi emak-emak ini aku menyerah bila harus memutar kepala terlalu cepat..tuing..tuing..hey..sepertinya aku merasakan tengah mengelilingi bumi  heheh...Aneh nya sampai detik ini pun aku masih belum tergerak untuk memeriksakan diri.  Dasar dokter ! Aku Cuma bisa tersenyum . Semoga ini bukan pertanda buruk. Aamiin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-3581622524200237551?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/3581622524200237551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=3581622524200237551&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3581622524200237551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3581622524200237551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/09/sensasi-roller-coaster.html' title='Sensasi Roller Coaster'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqP37dopH2I/AAAAAAAAANg/rrPRNa8ZSyA/s72-c/roller.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-920643891642103809</id><published>2009-09-06T05:52:00.011+07:00</published><updated>2009-09-08T09:19:14.125+07:00</updated><title type='text'>Dilema (Tanggapan  Terhadap Tulisan Seorang Teman)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqMAVVUYInI/AAAAAAAAANI/IessYb30Nig/s1600-h/dilema.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 93px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqMAVVUYInI/AAAAAAAAANI/IessYb30Nig/s200/dilema.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378142746510369394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dilema. Itulah rasa yang kutangkap dari tulisan seorang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://indaharum.wordpress.com/2009/09/06/sekolah-lagi"&gt;teman&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;mengenai kegalauan hatinya dalam memilih antara sekolah lagi dan keluarga. Pilihan sulit, karena keduanya memberikan makna yang berbeda. Keinginan untuk meneruskan sekolah lagi adalah jawaban atas tekad untuk mengaktualisasikan diri lebih dalam lagi pada profesinya sebagai dokter, sementara memilih keluarga itu berarti dia tengah merepresentasikan diri sebagai tameng penyelamat sebuah generasi. Kalaupun keduanya berjalan beriringan pada akhirnya, akan ada kekhawatiran akan ketidakseimbangan dalam perjalanannya nanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Keprofesionalan" sebagai seorang ibu yang sejatinya selalu ada di saat anak membutuhkan, akan berkurang kadarnya saat dibenturkan dengan kenyataan bahwa seluruh waktu akan banyak tersita pada rumah sakit tempat pendidikan itu berlangsung. Anak-anak mungkin akan mengalami masa 'vakum' kasih sayang secara fisik karena kesibukan-kesibukan tersebut. Hari libur yang seharusnya dipakai untuk berkumpul pun barangkali tinggal kenangan. Pertemuan secara fisik tidak  dapat optimal dilakukan, karena saat kita pulang ke rumah yang ada hanyalah letih berkepanjangan. Waktu yang ada lebih nyaman untuk digunakan beristirahat daripada bercengkerama atau mendengarkan celoteh mereka. Hal ini tentu Menyakitkan, baik untuk anak-anak maupun kita sendiri. Adalah tidak lucu, saat kita berkutat dengan anak orang lain atau orang lain yang bermasalah, saat itu pula kita tidak hirau pada keluarga sendiriyang tengah bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain bukan tidak mungkin "keprofesionalan" sebagai seorang dokter pun akan menurun karena terganggu oleh masalah keluarga. Saat kerja-kerja klnis membutuhkan kehadiran kita, tiba-tiba pada saat yang sama kita dihadapkan pada masalah keluarga. Sehingga mau tidak mau, konsentrasi kita pun akan terpecah yang berbuntut pada ke-tidakprofesionalan kita. Akan berbeda halnya bila pendidikan itu berakhir. Dilema yang dirasakan tidak sesulit saat sekolah, dimana saat sekolah itu kita ter-kooptasi oleh aturan dan waktu yang sangat mengikat. Kita semua tahu pasti bahwa setiap pilihan-pilihan itu mempunyai konsekuensi. Mempunyai resiko yang harus ditanggung suka atau tidak suka. Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapinya. Tidak semua keluarga dapat menerima perubahan ritme kehidupan saat menjalani sekolah tersebut. Ada keluarga yang kuat sampai akhir, ada juga yang harus terseok-seok untuk sampai kepada ujung pengharapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya sebelum sampai kepada salah satu keputusan, kita melakukan  analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat ). Hal-hal apa kiranya yang dapat mendukung semakin kuatnya tekad untuk sekolah dan  kelemahan-kelemahan apa yang mungkin dapat menurunkan tekad tersebut. Lalu apakah ada kesempatan dan timing yang baik dalam melaksanakannya. Terakhir, perhatikan ancaman-ancaman yang sekiranya dapat mengganggu perjalanan pilihan hidup tersebut. Sudahkah kesiapan fisik, mental, material, dan spiritual kita persiapkan dengan baik ? Apakah orang-orang disekitar mendukung penuh kita  dengan segala kekuatan dan pengorbanannya ? agar jangan sampai di tengah jalan semua kemudian disesali hanya karena pertimbangan yang setengah matang  .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain logika SWOT di atas yang dipakai, 'logika' keimanan juga hendaknya kita tempatkan di atas segalanya. Kekuatan doa adalah salah satu modal dalam menentukan ke arah mana kita akan melangkah. Saat ini barangkali aku berada pada titik yang sama dengan temanku, hanya saja keadaan kami yang tidak begitu mirip.  Aku tidak bisa memungkiri dilema itu. Bila logika SWOT tak mampu memberikan jawaban itu, maka hanya dan hanya pada Nya kuserahkan seluruh jawab itu. Aku hanya berdoa, pilihan apapun yang kuambil nantinya, semata-mata karena Allah lah yang telah menuliskan jalannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fur: Indah di seberang sana.. wish u all the best :) *much loves for u, sis* &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-920643891642103809?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://indaharum.wordpress.com/2009/09/06/sekolah-lagi' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/920643891642103809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=920643891642103809&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/920643891642103809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/920643891642103809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/09/dilema.html' title='Dilema (Tanggapan  Terhadap Tulisan Seorang Teman)'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqMAVVUYInI/AAAAAAAAANI/IessYb30Nig/s72-c/dilema.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-8826320375524062381</id><published>2009-09-06T00:03:00.016+07:00</published><updated>2009-11-01T16:56:14.901+07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Doa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqMBgC3TNTI/AAAAAAAAANQ/cV6fmmnVMGY/s1600-h/doaku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 98px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqMBgC3TNTI/AAAAAAAAANQ/cV6fmmnVMGY/s200/doaku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378144030046762290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Mi..doakan cikwo ya biar bisa mengerjakan ujian.” Kalimat tersebut diucapkan matahariku yang pertama saat akan menempuh ujian semester di kelas I SD beberapa waktu yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Iya..Nak, ummi berdoa terus buat cikwo, tapi tetap harus belajar juga walau didoakan.” Aku menjawab lembut sekaligus memberikan pengertian padanya, bahwa doa saja tidak cukup untuk menghasilkan sebuah kesuksesan, tetapi juga harus diimbangi dengan usaha dan kerja keras.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bila telah selesai ujian biasanya dia akan bertanya kepadaku, “Ummi tadi doain Cikwo ya ?? “&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;menjawab iya, dan dia akan tersenyum karena merasa bahwa dia bisa mengerjakan soal-soal tadi berkat doaku. Di lain waktu di saat dia  atau adik-adiknya sakit, aku selalu berbisik di telinga mereka  pada waktu memberikan obat atau mengantarkan mereka tidur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Syafakillah..ya, Nak.” Doa yang kuucapkan mengandung permohonan agar Allah menyembuhkan sakitnya. Permintaan untuk didoakan saat sakit selalu diucapkan oleh matahariku yang pertama , untuk jenis sakit apapun. Begitupun bila aku tengah sakit, dia akan mendoakan untuk kesembuhanku.  Kadang aku tersenyum mendengar permintaannya untuk didoakan pada hal-hal yang lain, seperti misalnya saat dia tengah bermain dengan pisau . Saat itu aku berusaha untuk melarangnya, tapi dengan santai dia membalas agar aku mendoakan supaya dia tidak terluka saat menggunakan pisau tersebut. Jawaban yang cukup diplomatis, dan membuatku mengubah larangan itu menjadi peringatan agar dia berhati-hati saat memakai pisau tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                               &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semua kita pada umumnya tahu, bagaimana kekuatan doa mampu mengalahkan segalanya. Kekuatan doa dapat menembus ketidakniscayaan. Kekuatan doa dapat melahirkan kekuatan jiwa. Aku percaya itu. Banyak peristiwa hidup yang kulalui dengan gemilang berkat doa, yang berasal darimanapun juga, terutama doa orang tuaku. Berdoalah kepada Ku, dan akan aku kabulkan bagimu, demikian &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah telah bersabda dalam kitab sucinya tentang janji itu. Kalaupun saat ini doa itu tidak terkabul segera, aku selalu yakin suatu saat doa itu akan terjawab atau digantikan dengan sesuatu yang justeru lebih hebat dari doa itu sendiri. Doa adalah cermin keterbatasan kita sebagai hamba, dimana kita butuh kekuatan lain di luar kita yang mampu menjawab segala harap. Dengan sarana itulah aku merasa lebih dekat berteman dengan harap, takut dan cinta pada Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku ingin semua matahariku gemar melakukan aktivitas ini, Allah tentu senang bila Dia dijadikan tempat meminta-minta. Membiasakan mereka untuk mengawali segala kegiatan dengan membaca Basmallah adalah salah satu hal yang kulakukan, karena di dalam nama Allah itu ada ribuan doa.  Senyumku kembali mengembang bila mengingat doa dari matahariku yang pertama saat ulang tahun pernikahan kami, ummi dan abinya, yang ke-7 beberapa waktu lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ummi: “Nak, hari ini ummi dan abi ulang tahun pernikahan yang ke-7. Apa doa cikwo untuk ummi dan abi ?” (bertanya dengan harap-harap cemas)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anak : (tersenyum, kemudian berbisik di telinga umminya)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anak: “Doanya......, mmm...supaya ummi punya anak lagi.......” ( sambil tersenyum manis menatapku).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ummi : “Hah..??? (gubraks)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat ini, aku hanya bisa merenung, seandainya memang doa putriku itu dikabulkan oleh Allah pada akhikrnya nanti, semoga hal itu menjadi suatu keberkahan buat kami semua sehingga dapat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;lebih dekat kepada Nya. Lirih, saat ini aku mengamini doa tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Buat : matahari-matahari ummi.. terimakasih untuk doa kalian buat ummi dan abi , Nak..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-8826320375524062381?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/8826320375524062381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=8826320375524062381&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8826320375524062381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8826320375524062381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/09/kekuatan-doa.html' title='Kekuatan Doa'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqMBgC3TNTI/AAAAAAAAANQ/cV6fmmnVMGY/s72-c/doaku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-1938153499735259860</id><published>2009-09-05T06:46:00.005+07:00</published><updated>2009-11-01T16:42:01.649+07:00</updated><title type='text'>Kegagalan, Menyakitkan ??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqMCsrJ9vDI/AAAAAAAAANY/TX9R8z0u6Lo/s1600-h/failure.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqMCsrJ9vDI/AAAAAAAAANY/TX9R8z0u6Lo/s200/failure.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378145346532523058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Demikianlah semboyan yang sering kita dengar apabila kita tengah didera kegagalan. Semboyan ini ada tentu dalam rangka mempertahankan optimisme bahwa masih ada kesempatan untuk meraih kesuksesan kembali. Kali ini aku hendak mengejawantahkan semboyan tersebut dengan mengulang kembali peruntunganku untuk masuk Program Pendidikan Dokter Spesialis. Kegagalan dramatis sudah kualami pada penerimaan periode 6 bulan yang lalu. Kalau ditimbang memakai sudut kemanusiaan dan ke-aku-an ku, mungkin aku tidak akan pernah menerima takdir itu. Alhamdulillah, diri ini masih terus diberi petunjuk dan kesabaran, bahwa tentu ada hikmah lebih indah yang Allah lampirkan pada jejak hidup yang sudah kulalui.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kemarin, aku begitu yakinnya akan diterima di bagian yang cukup diminati oleh banyak orang, Ilmu Kebidanan dan Kandungan, mengingat banyak hal yang dapat mendukungku menuju kesuksesan itu. Secara akademik nilai ku tidak mengecewakan, secara bahasa aku sedikit mempunyai keahlian dengan nilai TOEFL yang tidak memalukan, secara pendidikan lanjut , aku sudah mengantongi gelar master dari perguruan tinggi bergengsi di Australia, secara kedaerahan aku berasal dari luar jawa yang notabene biasanya mendapat prioritas lebih untuk dapat mengikuti pendidikan di PPDS FK UGM. Tapi , Subhanallah, betapa manusia mampu merencanakan dan berharap setinggi gunung, kiranya Allah lebih berkehendak dengan apa-apa yang kita mau, bahkan mungkin tidak sejalan dengan harapan itu. Pada akhirnya tetap ‘kegagalan’ yang kuraih. Yah, itulah rahasia yang tidak pernah kita tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Beberapa minggu setelah tes dilakukan, sebuah suara yang menyebutkan berasal dari Bagian Obgin FK UGM mengabarkan bahwa aku mempunyai kans besar untuk diterima, dengan syarat aku harus mengikuti tes kesehatan lanjutan mengingat pada saat tes kesehatan sebelumnya , hasil EKG menunjukkan ada masalah pada jantungku. Saat itu, hatiku gembira bukan kepalang, karena perjuanganku tidak sia-sia adanya. Pemeriksaan kesehatan lanjutan bukan sesuatu yang berat untuk kulakukan, toh selama ini secara klinis aku tidak bermasalah dengan jantungku. Optimisme sudah sudah kubangun sejak awal. Kumulai dengan tes echokardiografi, hasilnya normal. Ini berarti satu masalah sudah terlewati. Tes kemudian kulanjutkan dengan treadmill untuk menguji kinerja jantungku. Alhamdulillah, pada tes terakhir ini Allah menunjukkan jalan, bahwa ambisi ku harus terhenti sampai disitu, karena ditenggarai hasilnya positif iskemik respon pada jantungku. Itu artinya secara fisik aku dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan tersebut, mengingat bagian tersebut membutuhkan orang-orang yang kuat dan sehat secara fisik. Hal tersebut langsung dilontarkan oleh salah seorang staf di bagian tersebut. Kecewa? Sudah pasti. Saat itu aku merasa jatuh, seperti ada yang menderu-deru di dalam dada. Adakah sama rasanya kegagalan karena sesuatu yang tidak dapat kita ubah dengan sesuatu yang masih bisa kita usahakan?? Aku menangis, berusaha untuk menekuri kembali semua perjalanan yang sudah kulalui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Apakah ini bentuk jawaban atas keegosianku selama ini ?? Allah tengah mengingatkanku, bahwa ada hal lain yang seharusnya menjadi perhatianku selain meneruskan sekolah kembali. Bukankah aku sudah cukup ‘menderita’ berpisah dengan orang-orang yang kucintai saat sekolah kemarin ? lalu dalam waktu yang masih dalam bilangan bulan, apakah aku harus mengebiri lagi waktu kebersamaan dengan mereka karena aktifitas sekolah ? Ah, egoisnya aku. Membaca hati dua matahariku pun aku masih terbata, ditambah lagi harus meninggalkan bayi mungilku yang masih banyak butuh usapan dan asupan ibundanya, seandainya aku diterima nanti. Aku kembali meyakini bahwa kegagalan ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang tak berbatas untukku. Kalaupun kali ini aku mencoba kembali untuk masuk PPDS dengan memilih bagian yang secara fisik tidak berat disana, ini semua semata bentuk penyempurnaan ikhtiarku  sebagai dokter yang ingin menerapkan kemampuan klnisnya lebih fokus pada salah satu bagian. Pertimbangan keluarga menjadi salah satu agendaku menetapkan hati pada jurusan PPDS yang tidak menyita banyak waktuku. Apapun hasilnya ke depan, semoga tidak kembali membersitkan kecewa yang mendalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Memang seharusnya kacamata keimanan lah yang sejatinya kupasang. Adakah yang lebih indah daripada menikamkan pasrah pada jantung keberdayaan kita sebagai manusia biasa?? Ya Allah, ajari aku terus ilmu ikhlas dan sabar itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Teriring seluruh doa untuk orang-orang tercinta: terimakasih untuk permakluman itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-1938153499735259860?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/1938153499735259860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=1938153499735259860&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1938153499735259860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1938153499735259860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/09/dibalik-sebuah-kegagalan.html' title='Kegagalan, Menyakitkan ??'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqMCsrJ9vDI/AAAAAAAAANY/TX9R8z0u6Lo/s72-c/failure.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-6980609575575499283</id><published>2009-09-02T22:39:00.008+07:00</published><updated>2009-09-05T07:04:22.264+07:00</updated><title type='text'>Pesan pada Gempa Tasikmalaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sp6Sa0dSFFI/AAAAAAAAAMs/XZ2Txe21JH4/s1600-h/earthquake.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 133px; height: 122px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sp6Sa0dSFFI/AAAAAAAAAMs/XZ2Txe21JH4/s200/earthquake.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376895994582668370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Eh, kok kayanya gempa nih ?” Aku bergumam kecil saat tengah asyik berkutat dengan blog ini siang tadi. Aku langsung beranjak keluar berseru kepada suamiku.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Mas, ada gempa ya ??” tanyaku sedikit panik .&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Nggak tahu...” Suami ku yang tengah membawa putra ketiga kami menjawab ringan. Lalu berdua kami keluar untuk melihat apakah ada tanda-tanda pergerakan gempa di luar. Suamiku masih menyangkal dan mengatakan tidak. Aku berpikir apakah ini disebabkan karena aku terlalu lapar sehingga merasa bumi bergoyang ??&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“ Coba lihat aja di TV, pasti ada tu berita gempa.” AKu berkata dengan yakinnya, sambil berlalu kembali ke dalam kamar melanjutkan pekerjaanku yang tertunda.Tak berapa lama kemudian.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Mi...lihat di TV nih, ada berita gempa.” Suamiku tiba-tiba berseru dari luar. Deg. Hatiku agak berdegup, ternyata yang kurasakan tadi benar adanya. Aku pun berlari keluar. Di salah satu stasiun TV swasta terpampang pengumuman bahwa telah terjadi gempa bumi dengan pusat di sekitar Tasikmalaya , Jawa Barat dengan kekuatan 7,3 scala richter yang berpotensi tsunami.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Innalillahi wa innailaihi rajiiun. Hingga blog ini kutulis, telah diberitakan jumlah korban yang berjatuhan dan kerusakan yang diderita oleh saudara-saudara kita di sana.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tepat di bulan yang penuh berkah ini, cobaan lain datang di negeri ini. Pertanda apakah ini? Pesan apa yang hendak disampaikan alam kepada kita ? Benarkah Allah tengah murka ? Aku tergugu. Yang aku tahu, Allah selalu sayang pada kita dengan CARA-NYA. Sesuatu yang jauh di luar perkiraan manusia, tetapi hanya dapat dirasakan oleh keimanan kita semata. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Di bulan ini, Allah tidak saja menguji dengan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ketangguhan kita melawan hawa nafsu semata, tetapi juga ketangguhan kita menerima musibah yang Allah turunkan tanpa kita duga. Subhanallah, ujian maha berat bagi umumnya kita, tapi sekali lagi aku yakin di sana ada hikmah besar yang Allah turunkan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Apabila kedua ujian itu kita lulus, lalu mendapat predikat memuaskan karena kesabaran tak berbatas yang kita punya , maka alangkah tingginya balasan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;penghargaan yang kita peroleh dari Nya. Kembali aku yakin, hanya orang-orang pilihanlah yang mampu menanggung semua ini. Aku hanya mampu bercermin dari semua musibah yang ada. Seandainya itu menimpaku, maka ya Allah beri aku kemampuan untuk dapat menanggungnya. Jangan pernah biarkan aku berburuk sangka terhadap apapun ketentuanmu. Jadikanlah aku manusia pilihan itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kepada saudara-saudaraku di sana, saat ini, kami ikut merasakan apa yang kalian rasakan. Kedukaan kalian juga adalah kedukaan kami. Dari jauh kami hanya punya doa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang menyertai agar semua kesulitan itu dijadikan Nya mudah . Bersabarlah, sesungguhnya Allah itu dekat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-6980609575575499283?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/6980609575575499283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=6980609575575499283&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6980609575575499283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6980609575575499283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/09/pesan-pada-gempa-tasikmalaya.html' title='Pesan pada Gempa Tasikmalaya'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sp6Sa0dSFFI/AAAAAAAAAMs/XZ2Txe21JH4/s72-c/earthquake.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-951241460687236733</id><published>2009-09-02T07:31:00.005+07:00</published><updated>2009-09-05T09:28:29.367+07:00</updated><title type='text'>Different Pray for Different People</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sp3opl6kqsI/AAAAAAAAAMk/v1kvvmw7f7o/s1600-h/pray.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376709331400305346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 93px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 124px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sp3opl6kqsI/AAAAAAAAAMk/v1kvvmw7f7o/s200/pray.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;This is the 10&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; of Ramadhan. It means that one third of the blessing journey has been passed already. It seems the time has gone by so fast. I just don’t want to look back with the heart filled of regret just because of my ignoraofnce to this month. I am trying to contemplate and to analyse all the things I’ve done in the past. For the next 20 days, I hope the conclusion of such activities can be implied properly. I think I should have a strong commitment to make this Ramadhan better than before. Some targets to be accomplished are beautifully drawn in my mind. One of my personal achievements is doing something unique which I’d planned long time before this month come. I want to make a different pray for different people by focusing on one name in every single day of Ramadhan, as we know that our pray in this special month will not refused.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;I already have several names to &lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;whom the pray would be addressed, starting &lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;from my husband, my first daughter, my second one, my &lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;third son, my mother, my father, my little brother, my father in law, my mother in law and my friend who is studying to be a specialist. I’m asking to Allah for their happiness, health, good ending of life, success, guidance, forgiveness, and many more. &lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Indeed, now, I still have 20 days left. It means I have to mention names such numbers. Unfortunately, there is a question still remains. I don’t have any idea whose other names will be included in the list?? Are there any requests for the names being attached in my next pray?? &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-951241460687236733?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/951241460687236733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=951241460687236733&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/951241460687236733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/951241460687236733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/09/different-pray-for-different-people.html' title='Different Pray for Different People'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Sp3opl6kqsI/AAAAAAAAAMk/v1kvvmw7f7o/s72-c/pray.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-3139556344933862650</id><published>2009-08-28T15:43:00.009+07:00</published><updated>2009-09-08T13:16:47.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zaujatiiy'/><title type='text'>Bulan Sabit di Matamu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Spey5Du5vsI/AAAAAAAAAL8/-zvnG7UsIiA/s1600-h/crescent.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374961373614292674" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 105px; cursor: pointer; height: 70px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Spey5Du5vsI/AAAAAAAAAL8/-zvnG7UsIiA/s200/crescent.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;Sore ini,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sama seperti hari-hari yang lain sejak 7 tahun yang lalu,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;aku memandang lekat bulan sabit itu di matamu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku baca satu-satu kerlipnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kulihat disana tetap ada purnama cinta yang senantiasa menyinari jiwa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terimakasihku untuk keindahan bulan sabit yang sudah kau kirimkan di hari-hariku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dulu, sekarang dan selamanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Teriring cinta untuk pemilik bulan sabit itu...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-3139556344933862650?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/3139556344933862650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=3139556344933862650&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3139556344933862650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3139556344933862650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/08/bulan-sabit-di-matamu.html' title='Bulan Sabit di Matamu'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/Spey5Du5vsI/AAAAAAAAAL8/-zvnG7UsIiA/s72-c/crescent.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-7237322260414361489</id><published>2009-08-28T12:51:00.004+07:00</published><updated>2009-09-08T13:09:25.358+07:00</updated><title type='text'>Matahariku yang Ke-3 (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tepat pada tanggal 6 Maret 2009 pukul 09.00 WIB, matahariku yang ke-3 lahir. Alhamdulillah dengan berat badan 3300 gram dan tinggi badan 50 cm, buah hati yang berjenis kelamin laki-laki itu (finally) lahir dalam keadaan normal dan sehat di RSU dr. Sardjito, Jogjakarta. Tangisan pertamanya kudengar di meja operasi pagi itu. Bahagia. Sebuah perasaan yang sama dengan beberapa tahun lalu menyelimutiku saat matahariku yang pertama dan kedua lahir. Menurut kebiasaan medis, operasi ini seharusnya menjadi operasi caesar terakhir yang harus aku jalani, setelah dua matahariku sebelumnya lahir melalui jalan yang sama. Tetapi aku berkehandak lain, kuminta kepada dr. Detty, dokter kandungan yang membantu proses ini, untuk tetap mempertahankan kondisi rahimku selama memang tidak ada masalah disana. Thanks to mbak Detty yang sudah mau menerima pasien &lt;i&gt;ngeyel&lt;/i&gt; sepertiku. Keinginan untuk memiliki buah hati kembali kelak, belum pupus. Berbeda dengan dua operasi sebelumnya. Kali ini nyeri yang kurasakan lebih hebat dan lebih lama, hingga sampai satu bulan. Semakin banyak frekuensi caesar ternyata membuat nyeri pasca operasi itu lebih lama. &lt;i&gt;But&lt;/i&gt;, aku tidak kapok. Aku rasa disitulah indahnya perjuangan seorang ibu. Suami dan keluarga besar mendukungku dengan baik dalam proses ini. Alhamdulillah inilah nikmat yang besar itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami beri nama matahari yang ke-3 itu Abdurrohman Syauqi Al-Mumtaz. Kembali nama mumtaz kami sematkan padanya, dengan harapan kelak dia akan menjadi seorang hamba dan kekasih Allah yang excellent. Inilah dia penjagaku selama di Sydney yang kubawa kesana-kemari dalam kesendirian kami. Romantis sekali kisah kita selama disana cinta. Engkaulah tempat ummi bercerita dan berkeluh kesah. Kita harus kuat. Kata-kata itulah yang selalu kutanamkan padanya selama disana. Bertambah satu lagi album hidup yang harus kami isi dengan pengharapan dan cinta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Alhamdulillah, di usianya yang sudah hampir 6 bulan ini, tak ada masalah yang berarti. Dia terlihat sehat, meskipun berat badannya malampaui batas, kurang lebih 10 kg di usia ini. Berat yang tidak umum di kalangan anak seusianya. Untuk pertama kalinya kami diamanahi anak berjenis kelamin laki-laki. Selama ini diiaku atau tidak, sangat kami rindukan jauh di lubuk hati kami akan hadirnya. Sebagaimana yang kudengar dari orang-orang di sekitar, anak laki-laki cenderung lebih sukar diatur daripada anak perempuan apabila usianya sudah beranjak besar. Tetapi hal tersebut tidak akan menyurutkan harap kami untuk berdoa agar kelak dia menjadi anak sholeh dan qurota’ayun kami yang sebenarnya. Langkahnya ke depan masih lah sangat panjang, bila Allah menghendaki kami terus membersamainya hingga dewasa. Kami hanya mampu membimbing dan menghujaninya dengan ribuan doa setiap saat, agar kelak akhir hidupnya hanya menyisakan kebanggaan hakiki untuk kami bawa menghadap Nya . Semoga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-7237322260414361489?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/7237322260414361489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=7237322260414361489&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7237322260414361489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7237322260414361489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/08/matahariku-yang-ke-3-2.html' title='Matahariku yang Ke-3 (2)'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-3752737604712967929</id><published>2009-08-28T09:50:00.005+07:00</published><updated>2009-09-02T20:04:38.121+07:00</updated><title type='text'>Matahariku yang Ke-3</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdG958BBKI/AAAAAAAAALE/Gz03_23hHmQ/s1600-h/adek+hari+ke-0.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdG958BBKI/AAAAAAAAALE/Gz03_23hHmQ/s200/adek+hari+ke-0.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374842709628486818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Syauqi Hari ke-0&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdG-3dkhVI/AAAAAAAAALU/xNgT4jaT8Ww/s1600-h/adek+bulan+2.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdG-3dkhVI/AAAAAAAAALU/xNgT4jaT8Ww/s200/adek+bulan+2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374842726143788370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Syauqi Bulan ke-1&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdG-YDcj0I/AAAAAAAAALM/4Lsf6Fw09Jg/s1600-h/adek+bulan+1.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdG-YDcj0I/AAAAAAAAALM/4Lsf6Fw09Jg/s200/adek+bulan+1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374842717712715586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Syauqi Bulan ke -2&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdG_Bl-TfI/AAAAAAAAALc/__FH341L0pA/s1600-h/adek+bulan+3.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdG_Bl-TfI/AAAAAAAAALc/__FH341L0pA/s200/adek+bulan+3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374842728863387122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Syauqi Bulan ke-3&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdG_nkSwoI/AAAAAAAAALk/vopynqdfFZc/s1600-h/adek+bulan+4.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdG_nkSwoI/AAAAAAAAALk/vopynqdfFZc/s200/adek+bulan+4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374842739056886402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syauqi Bulan ke-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdKja-2E_I/AAAAAAAAAL0/xp5ZY85r3dU/s1600-h/adek+bulan+5.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdKja-2E_I/AAAAAAAAAL0/xp5ZY85r3dU/s200/adek+bulan+5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374846652688765938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syauqi Bulan ke-5&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-3752737604712967929?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/3752737604712967929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=3752737604712967929&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3752737604712967929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3752737604712967929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/08/matahariku-yang-ke-3.html' title='Matahariku yang Ke-3'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdG958BBKI/AAAAAAAAALE/Gz03_23hHmQ/s72-c/adek+hari+ke-0.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-452885077220138873</id><published>2009-08-28T05:48:00.022+07:00</published><updated>2009-09-06T00:32:18.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ummu_mumtazah'/><title type='text'>Jerat itu Bernama Selingkuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqKCvyd6mxI/AAAAAAAAAM4/j_ulDz5SJSw/s1600-h/selingkuh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 189px; height: 131px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqKCvyd6mxI/AAAAAAAAAM4/j_ulDz5SJSw/s200/selingkuh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378004662546504466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Menurut Kamus Besar &lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bahasa Indonesia, selingkuh didefinisikan sebagai perbuatan suka menyembunyikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong. Dewasa ini, istilah tersebut secara umum diasosiasikan kepada bentuk pengkhianatan terhadap komitmen kesetiaan yang dilakukan oleh salah satu pasangan, baik pasangan yang sah dalam ikatan pernikahan, atau belum resmi diikat oleh hukum pernikahan. Terlalu banyak cerita perselingkuhan itu di sekitar kita. Para pelakunya pun bervariasi mulai dari profesi artis sampai pembantu rumah tangga.Bahkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;beberapa acara &lt;i style=""&gt;reality show&lt;/i&gt; di televisi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mengangkat tema tersebut untuk dijadikan mesin pembuat uang para pemilik rumah produksi. Pada umumnya , dari media-media yang sering kita baca dan lihat, akhir dari perselingkuhan ini adalah derita, baik dialami oleh salah satu maupun kedua belah pihak. Mulai dari penganiayaan yang dilakukanpihak yang dirugikan terhadap pelaku hingga terjadinya pembunuhan. Bila hal tersebut dilakukan dalam sebuah rumah tangga, perceraian dirasakan sebagai jalan terbaik dari persoalan tersebut. Rasanya terlalu murah harga &lt;i style=""&gt;mitsaqon gholidzo&lt;/i&gt; (&lt;i style=""&gt;perjanjian yang kokoh&lt;/i&gt; ) yang susah payah dibangun sejak awal dengan segala pahit manisnya itu untuk dibayar dengan kegagalan mempertahankannya.Ironis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Beberapa waktu lalu, beberapa cerita selingkuh kudengar yang notabene pelakunya adalah orang-orang yang kukenal. Ada keterkejutan luar biasa yang kurasakan saat mengetahui&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal tersebut. Bukankah selama ini dalam pandangan pribadi ku mereka-mereka adalah pribadi-pribadi yang luar biasa. Yang secara materi bisa dibilang terpenuhi tanpa kurang suatu apa. Yang secara immateri , sepertinya keluarga bentukan mereka adalah keluarga harmonis yang dirindukan oleh banyak orang, atau dengan kata lain mereka mempunyai kehidupan yang &lt;i style=""&gt;perfect ! &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang bisa membuat orang lain iri. Apa yang menyebabkan terjadi pengkhianatan cinta itu ??&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku berusaha merenung, berkaca pada kehidupan pernikahanku yang baru terlalui selama 7 tahun lebih sedikit. Ada kengerian yang luar biasa saat aku membayangkan bila hal tersebut mengenai rumah tangga ini. &lt;i style=""&gt;Naudzubillahimindzaalik. &lt;/i&gt;Bila kengerian itu datang, aku akan cium dan peluk suami ku tanpa mampu berkata-kata sembari berdoa di dalam hati meminta pada Yang Maha untuk selalu mengekalkan cinta ini dalam rangka semata menggapai keridhoan Nya. Jalan ini sudah kami pilih berdua dengan sadar , dan di jalan ini pula kami telah membuat janji kebersamaan bahwa awal dan akhir rumah tangga ini adalah Allah semata.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aku yakin, bahwa ke depan tantangan hidup semakin berat, dan untuk dapat menghadapinya dengan sukses tentu lah dengan cara merapatkan barisan di dalam keluarga, bukan malah mencari barisan lain yang justeru akan mengocar-kacirkan barisan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku sempat berdiskusi dengan suami ku, belahan jiwaku, dimana seluruh rasa aku tumpahkan padanya, mengenai persoalan ini. Aku bertanya padanya, apakah perceraian itu adalah solusi bila salah satu ada yang berkhianat dalam rumah tangga. Beliau menjawab justeru mati dalam arti sebenarnya adalah solusi untuk itu. Aku sedikit tersentak, ya..agama ini sudah menjelaskan secara terperinci hukum untuk suami atau isteri yang berkhianat. Apabila dia melakukan zina sedangkan dia masih terikat dalam perkawinan, maka hukum rajam sampai matilah yang setimpal baginya. Sedangkan bila dia melakun zina tersebut tidak dalam ikatan pernikahan, hukum cambuk sebanyak 100 kali atau diasingkan selama beberapa waktu. Subhanllah, betapa indah agama ini menjaga komitmen pernikahan itu, hingga nyawalah yang menjadi bayarannya saat terjadi pengkhianatan. Tapi sekali lagi sayang , di negeri kita hukum itu tidak berlaku sehingga kejahatan seksual itu semakin marak tanpa kendali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengapa kita tidak terpuaskan dengan pilihan hidup kita ?? Bukankah suami atau isteri yang kita pilih saat ini beserta kelebihan dan kekurangannya adalah pilihan sadar kita &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;?Bila sepanjang waktu kebersamaan itu satu persatu daun-daun cinta berguguran dan warnanya berubah kusam hanya karena kekurangan-kekurangan yang ada padanya, lalu apa yang akan kita sisakan pada akhirnya ? Kebosanan yang menggunung ? Sehingga mampu menggiring opini otak kita pada pembenaran bahwa cinta ini memang tidak bisa dipertahankan, untuk kemudian mencari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hati dan tubuh lain yang seolah-olah mampu menjawab persoalan tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Padahal, di saat yang bersamaan kita tengah menebar kuman pembusuk pada jiwa-jiwa. Jiwa pasangan kita, jiwa kita, dan jiwa anak-anak yang dilahirkan karena ‘cinta’ yang lalu. Ah..malang nian mereka seandainya itu terjadi. Pembusukan raga hanya terjadi saat raga itu mati, tapi pembusukan jiwa berlangsung selama nyawa masih melekat pada raga. Hal terakhir inilah yang berbuntut pada derita berkepanjangan. Keindahan-keindahan terlarang yang sesaat dirasakan adalah candu yang mematikan. Tidak akan ada bahagia pada akhirnya, karena kita telah menorehkan borok pada hati-hati orang-orang yang kita cinta. Borok itu akan lama sembuh, dan kalaupun sembuh bekas parutnya tidak akan pernah hilang, terbawa hingga mati. Permukaannya tidak akan sempurna kembali. Lalu merugilah kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Barangkali banyak latar belakang yang mendasari timbulnya perselingkuhan, tapi apapun alasan itu perselingkuhan tidak akan pernah membawa kebaikan untuk semua pihak. Salah satu faktor yang membuat hal tersebut dapat terjadi adalah kurangnya komunikasi antara pasangan suami isteri. Perbedaan-perbedaan yang berujung pada ketidakpuasan salah satu pihak akan menjadi dasar dicarinya PIL /WIL (Pria/Wanita Idaman Lain.red). Padahal sejatinya perbedaan-perbedaan tersebut dapat dicari titik temunya melalui komunikasi yang baik. Apa-apa yang kita suka dan tidak suka dapat kita utarakan pada pasangan, demikian juga sebaliknya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cinta itu ibarat tanaman yang perlu dipupuk dan dipelihara agar tetap segar sepanjang masa. Komunikasi itu adalah salah satu pupuk yang akan membuatnya terus tumbuh subur. Sungguh Allah sendiri yang telah mengisyaratkan bahwa bisa jadi apa-apa yang tidak kita sukai justeru membawa banyak kebaikan bagi kita, dan apa-apa yang kita sukai bisa jadi justeru membawa kita pada kehancuran. Sudut pandang yang hanya dapat dilihat dengan mata hati dan keimanan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada 3 hal kiranya yang hilang pada saat terjadi perselingkuhan itu. Pertama adalah kontrol diri, dimana hawa nafsu lebih cenderung banyak berbicara daripada keimanan. Di sini, agama yang menjadi pagar kemuliaan kita mungkin hanya terbuat dari pagar bambu yang gampang sekali roboh dengan sekali tendang. Mungkin pada saat itu kita tengah khilaf, fluktuasi keimanan kita sampai pada titik kulminasi terendah, sehingga dengan mudahnya bisikan setan kita ikuti. &lt;i style=""&gt;Well&lt;/i&gt;, itu artinya dibutuhkan kekuatan yang maha super yang dapat menjaga kita terus selama 24 jam, dan itu hanya didapat gratis dengan cara memintanya Dari Atas. Segala aktifitas yang dapat mendekatkan pada perbuatan yang tidak terpuji itu haruslah dihindari. Berawal dari dekat, curhat, lalu akhirnya menjalin keakraban yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jauh dari sehat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perasaan-perasaan suka yang dipupuk terus dengan kebersamaan lalu menjelma menjadi cinta yang menyesatkan. Untuk menghindari semua itu butuh kontrol diri yang kuat yang mengedepankan akal bukan sekedar emosi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kedua adalah kontrol lingkungan. Berteman dengan orang-orang yang menganggap selingkuh bukan dosa akan membuat kita semakin terdorong untuk melakukannya. diperparah lagi dengan media yang berusaha menggiring opini publik untuk menganggap ‘biasa’ perselingkuhan, bahkan menggembar gemborkan semboyan : selingkuh itu indah. Tayangan-tayangan televisi banyak sekali mengambil tema tersebut, yang sadar atau tidak mengajak publik untuk terbiasa. Mengamini bukan menyalahkan . Mendiamkan bukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengutuk.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terakhir adalah kontrol sistem. Barangkali hal ini yang sampai saat ini masih belum dapat kita rasakan. Hukum syariat belum berlaku di negeri ini, sehingga tidak ada ketakutan pada ekses dari pelanggarannya. Selingkuh yang terungkap di publik saat ini barangkali ibarat fenomena gunung es dimana yang terlihat hanya puncaknya, tetapi dasar yang besar tidak tampak. Sehingga ditakutkan, pada akhirnya berujung pada kehancuran pribadi dan masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rumah tangga kita adalah biduk kecil yang harus kita bawa hingga ke tepian surga. Jangan biarkan ia karam hanya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;karena ego yang kita pelihara dan emosi yang mendominasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanpa mengedepankan logika. Percayalah bahwa iblis &lt;i style=""&gt;la’natulllah&lt;/i&gt; akan bersorak sorai dengan kegembiraan yang meluap-luap bila mampu memorak porandakan biduk itu dengan bisikan cinta semu. &lt;i style=""&gt;Naudzubillahimindzalik. Wallahu’alam bis showab.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Buat mas: Mari kita jaga cinta agung itu sayang..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-452885077220138873?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/452885077220138873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=452885077220138873&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/452885077220138873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/452885077220138873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/08/jerat-itu-bernama-selingkuh.html' title='Jerat itu Bernama Selingkuh'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqKCvyd6mxI/AAAAAAAAAM4/j_ulDz5SJSw/s72-c/selingkuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-7358968588533754429</id><published>2009-08-22T22:44:00.003+07:00</published><updated>2009-09-05T22:59:50.327+07:00</updated><title type='text'>Faiz dan Menulis dengan Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpAUlDwAQCI/AAAAAAAAAJM/ZBr3jpThNHo/s1600-h/gambarfaiz.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 98px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpAUlDwAQCI/AAAAAAAAAJM/ZBr3jpThNHo/s320/gambarfaiz.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372816982347366434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anak ajaib.. ! Itulah kiranya yang bisa kukatakan pada Faiz, seorang penulis cilik yang sudah mencuri hati banyak orang, termasuk diriku. Yah..aku nge-fan sama Faiz. Dia menulis dengan hati, membaca dunia melalui sudut pandang tak terduga.Sudut pandang yang jarang dipakai oleh kebanyakan anak-anak dan dewasa pada umumnya. Faiz menulis dengan melepaskan pakaian egonya. Faiz adalah Sebuah Maha Karya dari sang Pencipta. Karya-karyanya sudah banyak menginspirasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak kepala .Membaca puisinya dengan segenap jiwa akan membuatku melelehkan air mata. Aku yakin &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bahwa bila kita membaca tulisan seseorang sampai menangis, itu berarti si penulis memang menulisnya dengan hati. Sepertinya aneh, tapi begitulah yang kudengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu hari seorang temanku berkata bahwa dia menangis saat membaca salah satu tulisanku di blog, dia merasa apakah ini karena memang dia terlalu cengeng ? Ajaibnya, pada saat hal tersebut dikonfirmasikan kepadaku, aku mengatakan padanya, bahwa pada saat aku menulisnya, saat itu hatiku dan mataku pun basah. Begitupun saat dia membaca buku sirah Nabi yang dibahasakan ulang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;oleh Eka Wardhana, dia menangis, dan memang betul bahwa saat dia bertemu dengan penulisnya, sang penulis mengatakan bahwa saat menulis sirah itupun dia menangis. Subhanallah, rasanya aku baru paham dengan apa yang disebut menulis dengan hati, dimana tulisan itu akan menghasilkan semacam aliran listrik kepada pembacanya. Memberikan sesuatu yang baru, yang hanya bisa dirasakan oleh hati itu sendiri. Tapi tentunya itu hanya bisa terjadi bila orang yang membacapun menyertakan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kembali kepada Faiz, anak ini telah melelehkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;air mataku beberapa kali, seperti saat aku membaca puisinya Kisah dari Negeri yang Menggigil. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Indah nian dia membahasakan kepedihan, kerinduan, dan harapan pada negeri ini dengan meminjam tingkah polah adiknya. Di blog ini aku ingin meminjam karyanya, agar jadi inspirasi untuk semua. Kupinjam pula bait-bait puisinya yang berjudul : Dari Seorang Anak, Bagi Ayah Ibu yang Akan Bercerai, untuk kutulis di note facebook ku. Dan hasil nya , tak berapa lama kemudian ada beberapa komen yang menyatakan apreseasi terhadap puisi tersebut. Indah bukan? Karyanya mampu menohok senyap kalbu yang merindu. Menyadarkan suatu entitas pada kesejatiannya, agar mengembalikan sebuah pernikahan pada esensi nya yang paling dalam. Tak banyak kata yang bisa diucap untuk anak berbakat ini, &lt;i style=""&gt;speechless&lt;/i&gt;. Berkaryalah terus Faiz, suarakan kebenaran lewat untaian katamu, lewat hatimu. Biarlah peluru-peluru cinta itu menembus jantung kesombongan semesta. Keep on writing !!..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Disini, ijinkan aku untuk mengutip puisi tersebut :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Dari Seorang Anak, Bagi Ayah Ibu yang Akan Bercerai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ayah, Ibu&lt;br /&gt;tolong jangan cerai&lt;br /&gt;sebab bercerai selalu membuat kita runtuh&lt;br /&gt;tak bisakah semua dibicarakan baik-baik&lt;br /&gt;dengan kepala sedingin batu es&lt;br /&gt;dan hati yang embun ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Tolong,&lt;br /&gt;jangan bertengkar di hadapan kami&lt;br /&gt;apalagi saling melempar perabotan&lt;br /&gt;jangan menebar caci dan fitnah&lt;br /&gt;apalagi sampai ke koran, majalah dan televisi&lt;br /&gt;dan jangan jadikan rumah kita&lt;br /&gt;bagai zona perang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kalian saling menyakiti&lt;br /&gt;dan mengabaikan kami ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Kami bukan lemari&lt;br /&gt;yang kalian pajang di rumah&lt;br /&gt;bisa digotong ke sana kemari&lt;br /&gt;kami punya kebeningan hati&lt;br /&gt;pendapat yang bisa dipertimbangkan&lt;br /&gt;kamilah penggenggam erat semua cinta&lt;br /&gt;yang kalian lempar sampai begitu jauh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jangan bercerai,&lt;br /&gt;kecuali hanya bila salah satu pergi menghadap Nya&lt;br /&gt;jangan bercerai,&lt;br /&gt;kecuali hanya bila ada yang mengingkari Ilahi&lt;br /&gt;jangan bercerai, ayah ibu&lt;br /&gt;sebab itu berarti meruntuhkan dunia indah&lt;br /&gt;yang kita bangun sejak dulu&lt;br /&gt;dari senyuman dan kenangan&lt;br /&gt;yang kita kumpulkan setiap waktu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Ayah ibu,&lt;br /&gt;bila kalian tetap bercerai&lt;br /&gt;mungkin kami tak lagi kanak-kanak&lt;br /&gt;diri kami akan menyusut, mengerut&lt;br /&gt;menjelma gumpalan duka tanpa mata,&lt;br /&gt;lalu mungkin akan kami asah&lt;br /&gt;duri-duri hati menjadi taring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu masa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kalian pun akan tergugu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; menemukan kami yang berhati bolong&lt;br /&gt;di sepanjang lorong&lt;br /&gt;menuju rumah entah siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(April 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Abdurahman Faiz (11 th) , taken from : Nadya Kisah dari Negeri yang Menggigil&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-7358968588533754429?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/7358968588533754429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=7358968588533754429&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7358968588533754429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7358968588533754429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/08/faiz-dan-menulis-dengan-hati.html' title='Faiz dan Menulis dengan Hati'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpAUlDwAQCI/AAAAAAAAAJM/ZBr3jpThNHo/s72-c/gambarfaiz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-8184976295012735180</id><published>2009-08-21T11:49:00.006+07:00</published><updated>2009-09-05T22:55:27.956+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Akhir Sya'ban 1430 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqKJvKerUUI/AAAAAAAAANA/DlPtDulVaQQ/s1600-h/refleksi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 140px; height: 149px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqKJvKerUUI/AAAAAAAAANA/DlPtDulVaQQ/s200/refleksi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378012348393673026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tamu agung itu kembali datang, sudahkah diri ini siap untuk menyambutnya dengan upacara pencucian jiwa di tengah lumpur kesalahan dan dosa?? Sudahkah ada gembira menanti perjumpaan yang sejatinya dilumuri dengan cinta? Bukankah tamu agung itu yang akan mengantar pada nikmatnya bercinta dengan Penguasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semesta? Bulan-bulan letih akan berlalu, saatnya rehat sekejap bersama tamu agung itu. Mengembalikan asa menuju cahaya. Melahirkan jiwa menuju fitrah nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejenak merenung, berulang kali di masa lalu tamu agung itu hadir, tapi berulang kali pula diri menuaikan kecewa di setiap perpisahannya dan menyisakan sepotong sesal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di kesudahannya. Betapa sia-sia rasanya saat detik2 kemesraan dilalui tanpa makna . Laparku, hausku, kadang tak bernilai apapun di hadapan tamu agung itu , tapi justeru membangkitkan angkara, karena baju ikhlasku sedikit demi sedikit tanggal terkikis ngengat dosa yang dengan sengaja atau tidak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kupelihara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Malunya hati bila banyak pinta padanya, sementara jala maksiat masih rajin ditebar di setiap sudut siang dan malamnya. Aku menyadari, kemarin dan kemarin nya lagi, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tamu agung itu telah terluka, sebab s terus menerus kugores dengan duri-duri pengkhianatan pada ikrar sebelum dia datang. Aku sudah tidak ingat kapan menyambutnya dengan pakaian iman terbaikku. Setahun, dua tahun, tiga tahun yang lalu, atau mungkin memang tidak pernah ada penyambutan terbaik itu? Sepertinya semua seadanya...tanpa menganggap kedatangannya istimewa, apatah lagi menemani hari-harinya dengan pelayanan yang selalu prima.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Satu hari, dua hari, atau berapa harikah hidangan amal yang kuberikan dapat diterima penuh kesan, di antara 30 hari miliknya? Atau mungkin tidak pernah ada hari-hari berkesan yang kulalui bersamanya.Tergantikan dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rutinitas hari yang dilalui dengan seadanya tanpa lupa untuk dibumbui dengan hawa nafsu, sehingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadikan hidangan itu pahit terasa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Duhai.. betapa nistanya diri bila ia kembali datang hanya untuk disia-sia, bila ia datang hanya untuk dianggap sebelah mata, bila ia datang disambut seadanya. Bukankah memuliakan tamu itu adalah suatu kebaikan yang besar ? Sungguh aku ingin tenggelam dalam keberkahan yang dibawanya, ingin membersihkan kotoran &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;jiwa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam samudera ampunan yang tak terkira luasnya, ingin meraih surga yang dijanjikan padanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lihatlah, seribu bulan pun tak akan mampu mengalahkan kebaikan dan keelokannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada tamu agung itu akan kutumpahkan air mata penyesalan, takut, dan harap akan perjumpaan. Pada tamu agung itu akan kukeluh kesahkan semua beban rasa yang tak tertanggungkan. Biarlah ke-akuanku tumbang dalam ketidakberdayaan dan kefanaan. Siang miliknya adalah tempaan jiwa, dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;romansa di atas sajadah itu tak sabar ingin ku ukir di saat-saat malamnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan kepada Ramadhan, Sang Tamu Agung itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bila ini saat terakhir kau berkenan untuk datang dalam hidupku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beri aku &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ijin untuk mengemis kasih Tuhanku di setiap detik waktu milikmu &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beri aku kesempatan menyambutmu dengan pakaianan iman terbaik milikku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;lalu larungkanlah aku di lautan Cinta Abadi itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“dari jiwa yang merindu”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-8184976295012735180?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/8184976295012735180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=8184976295012735180&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8184976295012735180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8184976295012735180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/08/refleksi-akhir-syaban-1430-h.html' title='Refleksi Akhir Sya&apos;ban 1430 H'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SqKJvKerUUI/AAAAAAAAANA/DlPtDulVaQQ/s72-c/refleksi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-6946279348830721150</id><published>2009-08-14T10:50:00.004+07:00</published><updated>2009-09-05T23:13:06.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ummu_mumtazah'/><title type='text'>Awal Kembali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah, Welcome to the real world !! Itulah yang kuucapkan dalam hati saat menginjakkan kaki kembali ke tanah air, the place where I belong. Rasanya tidak ada tempat terindah di bumi ini selain tempat dimana kita dikelilingi oleh orang2 yang mencintai dan dicintai kita. Penerbangan maskapai Singapura ini mengantarkan kami ke tujuan akhir, Jakarta, dimana aku dan suami menghabiskan waktu selama dua hari di sana untuk mengurus administrasi kepulangan di Depkominfo ,untuk kemudian melanjutkan perjalan ke Pekanbaru. Di Jakarta, kami sempatkan untuk mengunjungi Monumen Nasional dan untuk pertama kalinya kami berdua ke puncak nya. Ndeso ya mas.. Itu celetukan yang kulontarkan pada suamiku sambil tertawa. Menyadari bahwa kami belum pernah ke sana selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdCisfPv-I/AAAAAAAAAK0/3w_zZ_pkrIs/s1600-h/monas.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 112px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdCisfPv-I/AAAAAAAAAK0/3w_zZ_pkrIs/s200/monas.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374837844115177442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ahh..kembali aku masih belum dapat berjumpa langsung dengan kedua buah hatiku yang tinggal di Sumatera Selatan bersama kedua orangtuaku. Alasan ku untuk langsung ke Pekanbaru adalah untuk mengurus kelengkapan syarat-syarat guna melanjutkan sekolah lagi nanti . Whatt ??!! Sekolah lagi ?? Kapan mengurus anak-anak ? Itulah pertanyaan yang selalu terlontar apabila aku mengungkapkan keinginanku untuk mengambil Program Spesialis setelah pulang dari Australia nanti. Tapi sepertinya Allah berkehendak untuk sesekali ‘menyentil’ ku dengan kegagalan yang dramatis pada akhirnya. Bagian ini akan kuceritakan pada episod yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah pada waktu yang bersamaan dengan kepulangan itu, suami juga berkesempatan untuk melanjutkan studinya di almamaterku, UGM, setelah mendapatkan izin dan pembiayaan dari institusi tempat Beliau bekerja. Itu artinya kami sekeluarga akan menghabiskan waktu membersamai orang tua suami di Jogja, mm..what a life. Maka nikmat Allah mana lagi yang bisa kami dustakan.Selama dua minggu kami kembali berbulan madu karena hanya berdua tanpa anak – anak, kecuali anak ke-3 di dalam perut yang semakin membesar. Kembali pula kebosanan yang kurasakan. Kalo Cuma untuk sehari dua hari berbulan madu sih aku akan sangat menikmatinya, tapi bila terlalu lama jauh dari anak-anakku rasanya sudah tidak nikmat lagi. Mereka pun selalu bertanya-tanya ummi dan abi mana, kok belum datang, padahal katanya sudah pulang ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah semua urusan sebelum meninggalkan Pekanbaru sudah terselesaikan dengan baik. Kini tiba saat nya aku akan bertemu dengan kedua buah hatiku. Pesawat yang membawa kami berdua mendarat dengan selamat sampai di Palembang. Subhanallah..aku lihat malaikat-malaikat kecilku tertawa bahagia sambil menyebut ummi nya terus menerus, leleh sudah pertahananku, air mata sudah mengaburkaan pandanganku, kuciumi dan kupeluk mereka dengan seluruh jiwa. Yah inilah yang kunamakan bahagia itu. Maha Suci dan Maha Besar Allah yang masih mempertemukan aku dengan mereka. Lihatlah, putri ke-2 ku sudah lancar berbicara, walau kurang vitamin ‘R’ karena hurufnya dieja menjadi ‘L’. Mereka tertawa takjub melihat perutku yang sedemikian buncit, sambil meraba-raba dengan bahagia. Kusaksikan betapa mereka menyayangi calon adiknya nanti. Kulihat kilasan kaca-kaca di mata mama dan papa saat menyambutku. Begitu besar rasa terimakasih ini pada Beliau berdua, yang dengan segala pengorbanan mengasuh kedua cucunya selama satu tahun. Aku bisa merasakan bila kedekatan dengan cucu-cucunya itu kelak akan membawa duka karena perpisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah anak-anak kami jemput, perjalanan pun berlanjut menuju Jogjakarta. Kembali, setiap perpisahan akan menyisakan duka seperti yang kutulis di atas. Tak henti-hentinya putri ku yang pertama menangis saat dilepas kakek dan neneknya di bandara, Dengan memakai saputangan yang memang sudah disiapkannya sejak berangkat, berulang kali disekanya air mata yang terus menerus mengalir di pipi mungilnya. Pun hal itu terjadi pada papaku, yang sesenggukan saat ditinggalkan kedua cucunya. Ah.. indah nian pertautan dua generasi yang berbeda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdDcbUdidI/AAAAAAAAAK8/aInEKFdwjOA/s1600-h/sedih+banget.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 187px; height: 144px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdDcbUdidI/AAAAAAAAAK8/aInEKFdwjOA/s200/sedih+banget.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374838835938953682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah kami di Jogja. Kami pun sibuk mengurusi semua hal. Aisyah, putri pertama ku meneruskan kelas 1 SD nya di sekolah eyang putrinya, yang kebetuluan adalah kepala sekolah di salah satu SD negri di sini. Nanti akan kuceritakan tingkah polahnya saat memasuki SD baru. Di usianya yang masih belia untuk masuk SD, banyak hal yang menjadi kendala berkaitan dengan kematangan emosi nya. Sementara sang adik akan menghabiskan waktnya dulu membersamaiku, karena usia sekolahnya belum sampai. Ah, cinta, tak habis2 nya cerita tentang kalian akan ummi rangkai. Selama 2 tahun ke depan Jogja adalah tanah air kami. Tapi bagaimanapun juga, sepertinya aku sudah jatuh cinta dengan Pekanbaru dan isinya, dengan panas dan asapnya, dengan orang-oang nya. Entahlah, apakah nanti akhir hayatpun akan berakhir di sana. Pada Allah jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-6946279348830721150?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/6946279348830721150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=6946279348830721150&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6946279348830721150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6946279348830721150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/08/awal-kembali.html' title='Awal Kembali'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpdCisfPv-I/AAAAAAAAAK0/3w_zZ_pkrIs/s72-c/monas.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-7532187405869848294</id><published>2009-08-13T01:38:00.012+07:00</published><updated>2009-09-05T23:18:53.260+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ummu_mumtazah'/><title type='text'>Hari-Hari Akhir di Sydney</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Judul di atas harusnya tampil jauh di bawah, karena memang saat ini aku tidak lagi ada di Sydney. Aneh nya, pas di Sydney nya sendiri  aku malas untuk menuliskannya. Menunggu suami yang akan menjemput bulan Januari ( yang berarti 1 bulan kemudian ) adalah hal yang sangat menyesakkan dada, padahal perkuliahan sudah berakhir di penguhujung november. Itu berai aku harus membunuh kebosanan selama satu bulan itu bersama dengan usia kehamilan yang mendekati 7 bulan.  Belum lagi menanggung rindu tak tertahankan pada kedua buah hatiku tercinta di tanah air. Dan tentu saja karena satu persatu teman-teman seperjuanganku sudah kembali ke tanah air dengan menggondol gelar yang sama M.Med.Ed alias Master of Medical Education . Kak Hema, Fika, Mbak Herlina , kapan ya kita bisa berjumpa lagi ? tiba-tiba aku jadi ingat syair lagu, persahabatan bagai kepompong, hal yang tak mudah berubah jadi indah. Kami berempat memasuki jurusan yang sama, dan kami berempat mempunyai karakter yang berbeda-beda. Tapi justeru perbedaan itulah yang menjadikan kami dekat. Thanks pals...for everything u all have done to me, especially for that beautiful moments. Tapi kok pas kembali ke tanah air malah lost contact yaa ?? *aneh*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejak kepulanganku di bulan Juni saat liburan semester, ada harta karun tak ternilai yang dititipkan Allah di dalam rahim ku untuk ku jaga selama bulan-bulan berikutnya di negeri orang. Alhamdulillah, selama di  sana Allah sayang dengan kami berdua, semua masalah dapat di atasi, dan morning sickness pun tidak terlalu parah kurasakan. Hanya satu kali vomit selama 7 bulan di sana. Tugas-tugas perkuliahan pun dapat kulaksanakan dengan baik, walaupun hasil nya perbatasan antara mengecewakan dan tidak alias pass.. Whatever..semuanya sudah berlalu. Guru-guruku yang baik, sudah banyak memberikan ilmu yang barangkali tidak kutemui di sini. Tata kota yang apik, transportasi yang memadai, lingkungan yang kondusif, iklim yang bersahabat (secara umum),  karena saat winter aku merasa sangaaat rindu pada Pekanbaru dengan sinar surya nya. Semuanya tersimpan indah dalam memoriku. Sydney adalah kota yang indah, aku akui itu. Tapi keindahannya seperti lenyap saat aku menyadari bahwa aku menikmatinya dalam kesendirian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Detik-detik yang paling membahagiakan adalah saat aku menjemput suami, belahan jiwa, di Sydney Airport. Ah..saat pertama kali kupandang wajahnya, betapa aku merasa sudah berabad-abad tak berjumpa dengannya. Rindu membuncah pecah di peluknya. Suami hanya berkesempatan menikmati Sydney tidak sampai 1 minggu lamanya. Dan untuk waktu yang tidak panjang itu aku ajak Beliau untuk menikmati Sydney. Hasilnya adalah hari-1 adalah kunjungan ke icon nya Sydney yaitu Opera House dan Harbour Bridge nya. Hari ke-2 kami membidik Kiama, salah satu pantai yang terkenal dengan blow-hole nya , dan di sanalah kekaguman kami pada kebesaran Allah tertumpah, sebuah surga dunia yang barangkali tidak akan sering kita temui di belahan bumi lain.  Hari berikutnya lagi kami melakukan coastal walk dari Bondi Beach  sampai Bronte beach. Serta tak lupa mengunjungi suburb-suburb di sekitar Sydney. Subhanallah, di usia kehamilan yang tidak lagi muda aku masih sanggup melakukan aktifitas berjalan kaki tersebut tanpa ada kesulitan.Dari pedometer yang dipakai suami, rata-rata kami berjalan 5 km setiap hari (  Maka nikmat Allah yang mana lagi yang akan kami dustakan). Akan tetapi ternyata kekuatan berjalan itu tidak dapat mewakili hasil test kerja jantung, yang selanjutnya akan kuceritakan pada bagian lain .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpcUYGMFV2I/AAAAAAAAAKk/uSFwKhhfZEs/s1600-h/kiama1.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 138px; height: 104px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpcUYGMFV2I/AAAAAAAAAKk/uSFwKhhfZEs/s200/kiama1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374787084500686690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpcUX047OpI/AAAAAAAAAKc/hYQtxM_2A1k/s1600-h/hb.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 149px; height: 106px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpcUX047OpI/AAAAAAAAAKc/hYQtxM_2A1k/s200/hb.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374787079856929426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpcUXBHw-RI/AAAAAAAAAKM/r-w2UDP3OJ0/s1600-h/Copy+of+P1040840.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 128px; height: 161px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpcUXBHw-RI/AAAAAAAAAKM/r-w2UDP3OJ0/s200/Copy+of+P1040840.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374787065960528146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpcUWt0oHtI/AAAAAAAAAKE/-dRqa6qHrL0/s1600-h/bondi1.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 151px; height: 113px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpcUWt0oHtI/AAAAAAAAAKE/-dRqa6qHrL0/s200/bondi1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374787060779982546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpcoHCirDyI/AAAAAAAAAKs/iicjMMsIbb0/s1600-h/oh.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 152px; height: 114px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpcoHCirDyI/AAAAAAAAAKs/iicjMMsIbb0/s200/oh.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374808781696470818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpcUXR6JyfI/AAAAAAAAAKU/9MNqDW73818/s1600-h/darling+harbour.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 139px; height: 102px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpcUXR6JyfI/AAAAAAAAAKU/9MNqDW73818/s200/darling+harbour.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374787070466836978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan tibalah saat kepulangan ke tanah air. Sungguh, tak banyak bersit sedih saat harus berpisah dengan benua ini, meninggalkan winter, autumn, summer, spring, mapple dan jacaranda.  Satu yang bar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;angk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ali membuatku bersedih, karena harus berpisah dengan saudara-saudara seiman di sana. Kepulanganku pun dilepas oleh mbak Erni ( seorang ummahat teman pengajian yang masih terlihat muda di usianya yang sudah kepala 4 ), miss u so Mbak Erni ,thanks for your kindness..Ah.. indah nian ukhuwah yang terjalin di antara ikhwah di sana, tapi seiring itu juga letupan-letupan rindu tanah air terus menderu...bersama dengan lepas landasnya roda pesawat  Singapore Airline. Sekali lagi, aku memilih maskapai ini, meski sempat  pernah dibuatnya sport jantung saat dulu kembali ke Sydney setelah liburan berakhir , karena ada gangguan turbulensi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan berakhir sudah pengalamanku di benua itu, setelah secara resmi melapor kepada pihak pemberi beasiswa, Depkominfo, bahwa study ku sudah selesai. Thanks to Depkominfo yang sudah memberikan kesempatan langka ini kepadaku. Thanks to Allah yang sudah membuat semuanya berjalan dengan baik tanpa ada halangan yang berarti, berkat doa-doa orang-orang tercintaku. Mama, papa, Mas Erwin, Aisyah, Hafshoh, Bapak, Ibu, semua tante-tante, dan semua yang mengirimkan doa untukku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-7532187405869848294?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://hemmayulfi.blogspot.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/7532187405869848294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=7532187405869848294&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7532187405869848294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7532187405869848294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/08/hari-hari-akhir-di-sydney.html' title='Hari-Hari Akhir di Sydney'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SpcUYGMFV2I/AAAAAAAAAKk/uSFwKhhfZEs/s72-c/kiama1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-8957301496600390370</id><published>2009-08-13T00:10:00.001+07:00</published><updated>2009-08-13T00:17:31.703+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ummu_mumtazah'/><title type='text'>Blog-ku Sayang, Blog-ku malang</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTEMP%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTEMP%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTEMP%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-AU&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-language:EN-US;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ahh.. sudah sedemikian lamanyakah kutinggalkan rumah ini tak bertuan.Kesan 'spooky' tentunya bisa tergambar dari rumah yang tak berpenghuni, sama hal nya bila blog ini tak berpenghuni. Barangkali tulisan ini dapat menjadi momen untuk bangkitnya kembali semangat ke-blogger-an ku. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ada banyak sebenarnya moment-moment penting selama setahun yang terlewati, untuk sekedar dijadikan prasasti di blog ini. Namun entah kenapa tak sedikitpun hati tergerak untuk menggoreskan semua cerita-cerita itu ,mm...apakah ini tanda-tanda ke-futur-an kreatifitas yang akan berujung pada kematian rasa ?? Padahal menulis adalah ladang ungkapan jiwa yang dapat meringankan beban rasa. Semua fasilitas tersedia untuk melakukannya, orang-orang di sekitar pun selalu mendukung untuk itu,tapi dari sekian banyak faktor penunjang, semangat lah yang kiranya raib berganti malas yang berkelanjutan , dan pertanyaannya lalu dimanakah semangat itu tercecer dan berserak selama ini ? Pertanyaan yang bagus ditujukan kepada diriku yang aku sendiri tak tahu jawabannya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Setahun di negeri Kanguru, Kehamilan, Kelahiran, Perjumpaan dengan orang-orang terkasih, kebersamaan kembali, Peringatan Hari-hari penting, Kisah-kisah lucu, Kisah-kisah sedih, Kegagalan..bukankah semua itu akan dapat dikenang lewat kata yang diuntai ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Stagnansi – Mandek – Steady state- yah...kata-kata itu layak kiranya disandangkan pada diriku saat ini. Sounds weird, eh ? Tapi itulah kenyataannya. Butuh segenap kekuatan yang bisa melentingkan daya pikirku,imajinasiku dan kemampuan tulisku ke alam nyata. Dan celakanya lagi pada saat yang bersamaan keinginanku untuk membaca pun hilang ?? Astaghfirullah..inilah bencana itu..., bukankah ayat pertama Alquran memerintahkan seluruh ummat untuk membaca, dan saat aktifitas itu berhenti, adalah sunnatullah bila kreatifitas pun tak beranjak dari tempatnya semula. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Berapa banyak sudah waktu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang tersia untuk tidak meluangkan waktu melakukan dua aktifitas tersebut. Hey.. inilah mengapa aku merasa seakan otakku beku seperti berada dalam lemari pendingin yang bersuhu jauh di bawah nol derajat celcius, dan saat tulisan ini kutuangkan, sepertinya temperatur itu perlahan naik, itu artinya otakku mulai berkurang kadar kebekuannya, walaupun yah.. masih beku juga karena masih sedikit di bawah nol. Aku harus himpun semangat yang berserakan itu satu-satu, agar otakku bisa mencair untuk kemudian mengalirlah seluruh ide di dalam kepala yang kemudian dapat ku-transformasi-kan ke dalam susuan alfabet yang bisa dicerna maknanya. Adalah indah bila satu kepala dapat memberi pencerahan pada banyak kepala karena apa-apa yang dihasilkan dari aktifitas kepala itu.Aku ingin menjadi kepala yang seperti itu, dan itu bukan sekedar angan kosong ku saat ini, bukankah sebaik-baik manusia adalah yang paling baik untuk orang lain, bukan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;??&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sekarang pertanyaannya, dari mana akan kumulai ?? Bila menulis adalah sebuah refleksi jiwa, untuk sementara biarlah aku akan membaca refleksi orang lain pada tulisannya. Langkah awal yang baik bukan..dan itu artinya aku harus blog-walking hehehe... satu lagi aktifitas yang hampir tidak pernah kulakukan lagi hampir setahun terakhir ini. Blog yang dulu paling sering kukunjungi adalah blog orang-orang yang bisa membuat aku tertawa bila membacanya. Hal-hal sederhana yang dibungkus dengan tulisan jenaka mampu membuatku tertawa terkekeh-kekeh sendiri, dan tulisan mereka bisa menjadi candu buatku.. pengen lagi dan lagii...Tapi sekali lagi itu masa lalu *sigh*. Aku juga sering berpikir tentang karakter tulisanku yang sepertinya memang tidak berkarakter atau kadang kurang sistematis, melompat kesana kemari, ingin menumpahkan sesuatu tapi kurang pas. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Inilah yang masih kadang membingungkan diriku sendiri..Sebenernya mau menulis apa sih ?? Itu artinya aku memang harus banyak membaca dan menulis..terus dan terus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oke.. sepertinya sudah cukup refleksiku untuk kali ini, dan setelah tulisan pertama di tahun ini aku berharap ada lagi yang bisa kutulis. Semoga. Teteeeeupp Semangaatt !!!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-8957301496600390370?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/8957301496600390370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=8957301496600390370&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8957301496600390370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8957301496600390370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2009/08/blog-ku-sayang-blog-ku-malang.html' title='Blog-ku Sayang, Blog-ku malang'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-1667380918400144838</id><published>2008-10-28T15:57:00.003+07:00</published><updated>2008-10-28T18:09:54.149+07:00</updated><title type='text'>Nyanyian Surga</title><content type='html'>&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CACER%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ah..nak.., indah nian bait nyanyian surga itu. Pertama kali mendengar nya ummi tertawa bahagia sambil menitikkan airmata haru. Aisyah matahari ummi.., bait-bait lagu itu ummi rasakan sebagai ungkapan rindu yang maknanya dalam sekali, menelusup dalam senyap kalbu di sini. Indah..menyisakan kesejukan dalam dahaga harap akan perjumpaan dengan orang2 terkasih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mm.. anak ummi mau jadi pengarang lagu ya besar nanti ? Sekiranya cita2 itu mampu mengantarkan dirimu menuju kesuksean yang sesungguhnya kelak di akhir hidup, teruslah berkarya matahariku. Tunjukkan pada dunia nyanyian cinta itu, suarakan kebenaran &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam balutan kasih sayang. Mekarkan kuncup-kuncup ketidakberdayaan dengan energi asa yang engkau tebar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Nyanyikan lagu cinta itu untuk seluruh umat manusia, matahariku. Biar ummi lebih merasakan cinta itu hidup , tumbuh, merambati sisa hidup dan akhirnya hanya kebanggaan dan kebanggaan dalam keimanan yang akan ummi bawa menuju Nya dikarenakan warisan anak sholih dan sholihat yang ummi lahirkan melalui rahim Nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selaksa cinta dari seberang benua..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;object width="300" height="110"&gt;&lt;param value="http://media.imeem.com/m/8zjuZtT_Y9/aus=false/" name="movie"&gt;&lt;param value="transparent" name="wmode"&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/8zjuZtT_Y9/aus=false/" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="110"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/people/IloLAU3/music/DWhLjMvt/aisyah_rindu_ummiku/"&gt;Rindu Ummiku - Aisyah&lt;/a&gt;&lt;/object&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-1667380918400144838?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/1667380918400144838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=1667380918400144838&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1667380918400144838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1667380918400144838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/10/nyanyian-surga.html' title='Nyanyian Surga'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-8028649366365150255</id><published>2008-09-24T22:26:00.001+07:00</published><updated>2008-09-24T22:28:53.777+07:00</updated><title type='text'>Ketika Cinta Kita Berakhir</title><content type='html'>&lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow';" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Note : Teruslah ada di sini cinta...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow';" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh&lt;br /&gt;Anis Matta  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow';" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu saat dalam sejarah cinta kita&lt;br /&gt;Kita saling memunggungi&lt;br /&gt;Tapi jiwa berpeluk-peluk&lt;br /&gt;Senyum mendekap senyum &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow';" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu saat dalam sejarah cinta kita&lt;br /&gt;Raga tak lagi saling membutuhkan&lt;br /&gt;Hanya jiwa kita sudah lekat menyatu&lt;br /&gt;Rindu mengelus rindu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow';" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu saat dalam sejarah cinta kita&lt;br /&gt;Kita hanya mengisi waktu dengan cerita&lt;br /&gt;Mengenang dan hanya itu&lt;br /&gt;Yang kita punya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow';" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu saat dalam sejarah cinta kita&lt;br /&gt;Kita mengenang masa depan kebersamaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow';" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu saat dalam sejarah cinta kita&lt;br /&gt;Kita hanya mengisi waktu dengan cerita&lt;br /&gt;Mengenang dan hanya itu&lt;br /&gt;Yang kita punya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow';" lang="FI"&gt;Suatu saat dalam sejarah cinta kita&lt;br /&gt;Kita mengenang masa depan kebersamaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow';" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Arial Narrow';" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kemana cinta kan berakhir&lt;br /&gt;Di saat tak ada akhir &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial Narrow';" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-8028649366365150255?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/8028649366365150255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=8028649366365150255&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8028649366365150255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8028649366365150255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/09/ketika-cinta-kita-berakhir.html' title='Ketika Cinta Kita Berakhir'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-5562371529962049695</id><published>2008-08-07T17:55:00.007+07:00</published><updated>2008-08-07T18:37:11.202+07:00</updated><title type='text'>umi jang pulang ke osraliya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SJrbRGYIshI/AAAAAAAAAGw/DZiASWVDSRk/s1600-h/P7140088.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 91px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SJrbRGYIshI/AAAAAAAAAGw/DZiASWVDSRk/s320/P7140088.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231735003960357394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Back to the time when I spent all the days with my children before departing to this continent for the second chance. She, a 5 yo girl, a gorgeous one, is my first sun who wrote the words, unclear but touching. She explained it to me clearly when I asked her the words she wrote down on a colourful paper : umi jangan pulang ke ostrali. She didn't want her mother came back to Australia. Deep down inside, I feel the same dear...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spending my whole life time with you, my family, is a true heaven on this temporary world. I wish I didn't   miss every single moment that is created upon tears and laughs, but I couldn't *sigh*&lt;br /&gt;I promise my self, I won't leave you for this long time again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Look at her creative handwriting and similar story : &lt;a href="http://erwinsn.blogspot.com/"&gt;here&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I miss you all ..(aisyah, hafshoh, mas..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-5562371529962049695?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://erwinsn.blogspt.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/5562371529962049695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=5562371529962049695&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/5562371529962049695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/5562371529962049695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/08/umi-jang-pulang-ke-osraliya.html' title='umi jang pulang ke osraliya'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Yhz3PDH-gas/SJrbRGYIshI/AAAAAAAAAGw/DZiASWVDSRk/s72-c/P7140088.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-8140169950370575260</id><published>2008-07-28T18:03:00.002+07:00</published><updated>2008-07-29T15:54:16.499+07:00</updated><title type='text'>Project Berhasil</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ah..setelah sekian lama meninggalkan blog ini vakum, dan atas dorongan temen2 akhirnya mau juga diri ini mulai menulis lagi. Mungkin ini pengaruh karena sudah kelamaan di rumah mengurus anak-anak dan suami alias jadi ibu rumah tangga beneran, jadi tak ada kesempatan untuk sekedar membuka internet apatah lagi memperbaharui blog. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Home sweet home.. &lt;/span&gt;!! Semua terasa manis dan menyenangkan. Alhamdulillah anak-anak sehat, menyambut umminya pulang dengan senang. Hari-hari terasa sangat-sangat berarti kami habiskan di Pekanbaru. Inilah dunia nyata itu ... (itulah kenapa jadi beraattt banget balik ke Sydney hikss...*semangaaat !!*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari..dua hari.. hingga hari ke-10 bersama dengan suami iseng-iseng aku mencoba memakai tes pack untuk mengecek kehamilan, hasilnya negatif, empat hari kemudian aku mencoba lagi dan kembali hasilnya negatif. Hm.. bernafsu sekali mau ngetes hamil padahal tanggal haid pun belum terlamapui heheh... Ahh.. iseng-iseng berhadiah mana tau emang ada dan suami dengan begitu yakinnya mengatakan bahwa diriku hamil ( sok paten deh...! :P ). Anak-anakpun kalo ditanya, diperut ummi ada adeknya gak ? Pasti mereka jawab iya. Suatu malam sebelum tidur aku bertanya pada matahariku yang ke-dua ," Dek, mau adeknya laki-laki atau perempuan?" . Dia menjawab "Pelempuan aja ummi, laki-lakinya nanti " Dengan gaya cadelnya menjawab. Loh... bukannya kemaren-kemaren ditanya udah mantap pengen adek laki-laki, kok sekarang berubah ( hihi.. aku tersenyum dalam hati). Kemudian jawaban itu ku tujukan pada matahariku yang pertama, "Adek maunya perempuan, gimana tu cikwo ?" . Dengan gaya yang sok bijak plus ngantuk memeluk guling dia menjawab ," Ya udah.. perempuan juga gak apa-apa ." Heheh.. ya intinya perempuan atau laki-laki kami tidak pernah ambil pusing, yang jelas akan menyenangkan kalo anggota keluarga bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat hari kemudian di tes lagi dan hasilnya pun masih negatif, tapi kok badan terasa tidak enak yaa..perut sering kembung. Hm..atau memang ini gejala psikologis karena mau berpisah dengan anak dan suami ya..? Menjelang  2 hari terakhir sebelum keberangkatan ke Sydney, aku muntah sehebat-hebatnya di kamar mandi. Aisyah, matahariku yang pertama nyeletuk " Kalo muntah-muntah itu berarti ada adeknya ummi ". Hehehe... aku hanya tertawa. Wah.. jangan-jangan setiap orang yang muntah itu bakal dibilang ada adeknya *gubrakz*. Keesokan harinya suami yang melakukan tes kehamilan tersebut dengan membeli 2 buah test pack, dengan mencelupkan alat itu pada air seni.  Subhanallah.. samar-samar terlihat 2 garis merah jambu, dengan kurang yakin suami mencoba test pack satunya lagi.. Ahaaa.... dengan menirukan gaya dora suami ku tertawa " Berhasil.. berhasil.." Beliau pun memelukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah.. entahlah.. semua perasaan campur aduk, ada bahagia karena itu artinya akan ada lagi penolong kami menuju surga insyaAllah.. ada cemas... karena bakal sendirian hamil di negeri orang tanpa ditemani suami.. ada sedih karena harus berpisah dengan suami dan anak2 dalam kondisi seperti itu... dan itu berarti aku harus siap dengan seluruh konsekeuensinya nanti . Mohon doa untuk kesehatan kami ya sodara-sodara..Anak-anak semua menyambut dengan gembira. Hafshoh, matahariku  kedua yang berumur 3 tahun ,yang punya hobi gendong boneka berceloteh riang ingin menggendong adiknya nanti. Sementara Aisyah, matahariku yang pertama dengan gaya sok dewasa nya ( ah...jadi kangen dirimu nak..) " Nanti kalo ummi pulang  perutnya besar ya..?" Heheh.. dia sudah paham anatomi orang hamil :) Darimana bayi lahir pun dia sudah tau di umur nya 5 tahun sekarang. " Ais tau darimana adek dan cikwo (panggilan untuk kakak. red) lahir ? " Aku sempat iseng  bertanya pada matahariku.  " Dari tempat pipis ya mi ya ??" jawabnya dengan lancar. Ahaa.. ini karena dia pernah melihat peristiwa persalinan di rumah, berhubung neneknya bidan. Ahh.. anakku , ummi gak perlu repot deh menjawab pertanyaan itu karena Ais udah tau sendiri jawabannya (walaupun ya gak tepat-tepat amat heheh..).  Anak-anak pun semua menciumi perut ummi nya.. Subhanallah..Ya Allah.. maka nikmat Mu yang mana yang akan kami dustakan ?? Not even one..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lebih lucunya lagi.. Hafshoh sudah diajarkan abi nya untuk manggil adek Syauqi ( heheh..abinya sok yakin kalo laki-laki :P ). Wallahu'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kami berdua tetap tegar menjalani semuanya disini.... :) Mohon doanya.. agar janin ini dan ibunya sehat.. dan lahir menjadi seorang anak sholih/sholihah. Aamiin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sydney, let us into your heart..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-8140169950370575260?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/8140169950370575260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=8140169950370575260&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8140169950370575260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8140169950370575260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/07/project-berhasil.html' title='Project Berhasil'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-4892571513899827707</id><published>2008-06-26T12:12:00.002+07:00</published><updated>2008-06-26T12:20:42.878+07:00</updated><title type='text'>Boarding</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Alhamdulillah...sepertinya waktu terasa lebih cepat, setelah semalaman tidur tak karuan.Di mushola di usir ( jam 2 pagi mau di bersihin mushollanya)..di kursi badan sakit-sakit semua kekiri salah ke kanan salah, trus jalan kesana kemari sampe kaki rasa mau pecah. Finally..skg udah di ruang tunggu keberangkatan. Ohh..&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I can't wait for that moment !!! I miss you all my lovely family. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changi..two thumbs up !! Kalo semua bandara kaya Changi dan semua pesawat kaya maskapai SIA heheh.. insyaAllah gak akan sedih kalo harus transit lama.Btw, ada sedihnya juga karena di Changi juga kameraku rusak..huhuhu...Padahal tadi ada free city tour  (enak kan..kalo kita transit lama,diajak jalan2 keliling kota gratis )..jadi yaahh..cuma liat-liat aja gak bisa diabadikan. However, semuanya insyaAllah akan abadi di memori, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;except dementia&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Time to depart...see you all soon.. !!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peace ahh...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriring cinta yang akan selalu subur di dada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changi, June 26, 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-4892571513899827707?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/4892571513899827707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=4892571513899827707&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/4892571513899827707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/4892571513899827707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/06/boarding.html' title='Boarding'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-887133716242716339</id><published>2008-06-25T18:37:00.003+07:00</published><updated>2008-06-25T18:42:18.322+07:00</updated><title type='text'>Transit</title><content type='html'>Alhamdulillah...akhirnya perjalanan pulang ke Indonesia ini cukup menyenangkan, dengan alasan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Akan bertemu dengan keluarga tercinta&lt;br /&gt;2. Ditemani Marshmallow (heheh...kalo sendiri pasteeee..betee..)&lt;br /&gt;3. Perjalanan panjang kurang lebih 8 jam tidak berasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak enaknya : hiks.. harus semalem nginep di Changi.. *sabaaaarr...* besok juga insyaAllah bakal jumpa sama keluarga. Aamiin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon doa temen2 semua, biar semua dimudahkan..dan yang lebih penting lagi, diriku masih semangat untuk balik ke Sydney.. after all this time..&lt;br /&gt;Semangaaaaatt..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peace ahh..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Sepenuh cinta untuk orang2 tercinta..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-887133716242716339?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://hemmayulfi.blogspot.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/887133716242716339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=887133716242716339&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/887133716242716339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/887133716242716339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/06/transit.html' title='Transit'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-3886468228587624668</id><published>2008-06-20T15:55:00.004+07:00</published><updated>2008-06-20T17:14:57.419+07:00</updated><title type='text'>Kaget ??</title><content type='html'>Subhanallah...ada beberapa video  indah hasil rekaman seorang amaatir, saat jalan-jalan ke Wollongong salah satu suburb di New South Wales, dan Brighton Beach.  Have a look...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="350"&gt; &lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/8oI0ozBfM9A"&gt; &lt;/param&gt; &lt;embed src="http://www.youtube.com/v/8oI0ozBfM9A" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350"&gt; &lt;/embed&gt; &lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-3886468228587624668?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/3886468228587624668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=3886468228587624668&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3886468228587624668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/3886468228587624668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/06/kaget.html' title='Kaget ??'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-1084571804081407094</id><published>2008-06-17T20:37:00.001+07:00</published><updated>2008-06-17T20:40:31.994+07:00</updated><title type='text'>Doaku</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Allah..hari ini aku merasa bahagia, karena ternyata banyak yang menyayangiku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Indah tak terkira…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dan malam ini pula kuurai doa untuk orang-orang yang kusayangi..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Beri mereka yang merindu untuk Kau titipi amanah buah hati&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebuah kesempatan untuk merasakan hadirnya cahaya mata itu Rabbi..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Beri mereka yang tengah dirudung duka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebentuk harap akan datangnya bahagia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Beri mereka yang tengah mengalami cobaan sakit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebuah kesembuhan yang memang hanya Engkau pemiliknya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Beri mereka yang tengah didera kesulitan hidup&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Secercah harap akan kemudahan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Beri mereka yang tengah kau uji kesabarannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dengan bahasa sabar yang sesungguhnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Beri mereka yang tengah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menunggu perjumpaan abadi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selaksa cinta di pintu surga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="times new roman" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: times new roman;" align="center"&gt;Sydney, June 17, 2008&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Much loves for my friends&lt;/span&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-1084571804081407094?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/1084571804081407094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=1084571804081407094&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1084571804081407094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/1084571804081407094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/06/doaku.html' title='Doaku'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-5229012897158111292</id><published>2008-06-17T08:11:00.004+07:00</published><updated>2008-06-17T08:43:53.630+07:00</updated><title type='text'>Kepala 3</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Apa rasanya jadi kepala 3 ya ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;(Wuihh..emang uler jadi2 an apa, kok bisa jadi 3 kepalanya )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Nothing so special in me..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Karena kedewasaan  kita berpikir dan bertindak kadang bukan berdasarakan usia semata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Say&lt;/span&gt; ada kakek2 yg udah bisa dibilang sepuh tapi kok masih mapan melakukan perbuatan maksiat apapun namanya. Padahal kalo dipikir..si kakek kan udah bau tanah mestinya harus lebih rajin ibadah dong ya.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Atau ada anak kecil yang kita anggap masih bau kencur justeru mengeluarkan kata-kata bijak atau perbuatan yang dapat membuat orang terkagum-kagum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jadi inget Rasulullah dan sahabat-sahabat Beliau yang sudah meniti kearifan sejak usia belia, sejak usia dimana gejolak muda justeru sejatinya lebih dominan di diri mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jadi kalo ditanya : Apa sih dewasa itu? Apa sih matang itu ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;According to my point of view&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;1. secara umum selama seseorang itu berpikir dan bertindak  dalam rangka ketaatan semata kepada Yang Maha Membuat Aturan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;2. menerima feedback dari orang lain atas kelebihan dan kekurangan dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt; open minded&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;3. kemudian mampu merefleksikannya  untuk  menuju kepada perbaikan....( &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;assignment mode&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;: on ) .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;4. dapat menemukan hikmah dan belajar dari setiap kejadian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;kesimpulannya,  dewasa dan matang itu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;1. bukan hewan atau buah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;2. bukan dilihat dari tampang…(semakin mutu (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;muka tua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; .red) tidak selalu semakin dewasa )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;3. gak ada hubungannya sama spongebob&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;4. karakter umum dari seseorang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;5. bukan sok-sok an kaya bapak2 (dibuat2 gitu..)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Nah..pertanyaannya, apakah dengan begitu orang yang dewasa akan selalu pasang muka syeriuss..? (sampe garis2 jidatnya jadi banyak ? *e&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;moticon tampang serius&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;* )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ternyata menurut pengamat psikologi yg gak terdaftar, tidak harus orang tersebut bertampang serius. Sungguh, dalam diri kita pasti akan hadir sisi kekanak-kanakan…yang akan terus menemani kehidupan kita dan tanpa itu rasanya kurang berwarna kehidupan ini. Rasulullah juga dulu pernah lomba lari sama isterinya..Nah..lo..kok kaya anak kecil ? atau bunda Aisyah isteri Beliau yang minta digendong pas liat pertunjukan karena gak bisa liat ditengah kerumunan orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; Lihat juga bagaimana seorang isteri yang bermanja2 kepada suaminya (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;reflection mode&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;:on), atau suami yang kadang bersikap seperti anak kecil yang pengen disayang-sayang kepada isterinya. Trus sampe si isteri nyeletuk ‘ kok manja banget sih.. kaya anak kecil ‘, ada juga yang seneng banget kalo udah disuguhi Tom&amp;amp;Jerry atau Spongebob. Tapi tentunya hal tersebut diletakkan pada tempat dan waktu yang sesuai dan sekali lagi itu hanya sisi kekanak-kanakan kita yang sejatinya bukan menjadi karakter umum seorang dewasa. Apabila sudah dihadapkan dengan suatu perkara yang membutuhkan pertimbangan dan kebijakan, maka tentu sikap kekanak-kanakan itu terhapus dengan sendirinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;The last, mari kita perbanyak mengingat pemusnah kenikmatan di dunia ..agar kita lebih arif menyikapi dunia dan segala isinya…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Fastabiqul khairat.. yuukk…peace ahh..!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;From the heart of Sydney &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-5229012897158111292?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/5229012897158111292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=5229012897158111292&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/5229012897158111292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/5229012897158111292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/06/apa-rasanya-jadi-kepala-3-ya-wuihh.html' title='Kepala 3'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-8953973708107767948</id><published>2008-06-17T07:03:00.003+07:00</published><updated>2008-06-17T07:10:41.024+07:00</updated><title type='text'>Barakallahu Matahariku..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Barakallah atas milad mu matahariku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Semoga Allah senantiasa melindungi setiap langkah kecilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dalam menemani hari-hari kami yang akan lekang oleh waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dan kemudian tongkat estafet itu kau bawa berlari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Meninggalkan kenangan pada suatu masa nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Barakallah atas milad mu matahariku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kami merasa begitu cepat waktu berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Belum lah usai episode kecilmu memenuhi memori kalbu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sudah lima tahun kiranya perjalanan waktu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Barakallah atas milad mu matahariku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Jadilah syahidah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ukir namamu di dalam keabadian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dimana semua malaikat akan mengenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Barakallah atas milad mu matahariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Doa kami akan selalu menyertaimu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sydney, June 17, 2008&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Much loves for my first sun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-8953973708107767948?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/8953973708107767948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=8953973708107767948&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8953973708107767948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8953973708107767948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/06/barakallahu-matahariku.html' title='Barakallahu Matahariku..'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-5818374514556013551</id><published>2008-06-07T20:05:00.003+07:00</published><updated>2008-06-07T20:24:44.947+07:00</updated><title type='text'>Aisyah Adinda Kita</title><content type='html'>Ah..nakk...denger lagu ini jadi inget dirimu. Semoga seperti lagu ini ya nak kelak.. Btw, ais juga suka lagi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="300" height="80"&gt;&lt;param value="http://media.imeem.com/m/a9hLOZy_E5/aus=false/" name="movie"/&gt;&lt;param value="transparent" name="wmode"/&gt;&lt;embed width="300" src="http://media.imeem.com/m/a9hLOZy_E5/aus=false/" height="110" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/abdurrhn/music/4un0_D1b/artist_aisyah_adinda_kita/"&gt;Aisyah Adinda Kita - Artist&lt;/a&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-5818374514556013551?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/5818374514556013551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=5818374514556013551&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/5818374514556013551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/5818374514556013551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/06/aisyah-adinda-kita.html' title='Aisyah Adinda Kita'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-4218707513231656243</id><published>2008-06-03T19:28:00.005+07:00</published><updated>2008-06-06T04:32:16.379+07:00</updated><title type='text'>Hari paling produktif</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEU9iZrjddI/AAAAAAAAAGE/uLX49dd5w1E/s1600-h/laptop.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207636205342258642" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 176px; height: 165px;" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEU9iZrjddI/AAAAAAAAAGE/uLX49dd5w1E/s320/laptop.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mm.. sepertinya tanggal 3 Juni bakal menjadi sejarah tersendiri nee....bersanding dengan tanggal-tanggal penting dalam hidupku. Under heading : Hari Paling Produktif Sedunia (baca: hari paling kurang kerjaan sedunia). Heheh.. gimana nggak, dari pagi sampe malam di depan kompie hanya untuk mengotak atik blog..(laghwun ya..hikss.. jadi malu sama Allah).  MasyaAllah... ternyata mikirin html lebih rumit daripada mikirin assignment.. hihihi.. penasaaaaraaannn... kok background gak berubah padahal udah berulang kali di taroh di : body { bcakground-image:url( http://........) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hikss... teteeeuup gak ada perubahann bentuk pada blog indahku..Alhasil ujung-ujungnya setelah berkutat dengan "hal yang gak penting " itu... nyeraaahh dehh..kembali ganti skin yang minimalis aja. Titik selesai. Eng..ing..eng..Tapi kok tetap tergoda untuk mengutak atik lagi yaa.. Wahh.. gawaatt..., seperti ini kah nafsu blogger beginner ?? Kalau dibiarin terus.. bisa-bisa sampe pagi mikirnya . Ternyata kegiatan tidak berhenti sampai disitu.. lanjut dengan Blogwalking, jalan kesana kemari .. ketawa-ketiwi sendiri sambil baca blog orang..Mmm.. lama-lama capek juga ya.. jam sudah menunjukkan 10.38.. It means I spent about 12 hours dealing with this stuff..!! huehuehue.. kalo ngerjain assignment, udah dapet 1000 kata..eehh..malah 2000 kata kalo minus chatting xixixi...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Besok, gak ada waktu lagi buat blogging.. kecuali terpaksa (terpakasa pengen. red), karena jadwal yang lebih penting menunggu plus kumpul bocah di Newtown. Time to bed.... Love is all around.. Peace ahh..!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Much loves for my friends..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-4218707513231656243?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/4218707513231656243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=4218707513231656243&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/4218707513231656243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/4218707513231656243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/06/hari-paling-produktif.html' title='Hari paling produktif'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEU9iZrjddI/AAAAAAAAAGE/uLX49dd5w1E/s72-c/laptop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-8950277411200379542</id><published>2008-06-03T18:37:00.003+07:00</published><updated>2008-06-07T07:32:43.314+07:00</updated><title type='text'>Oleh-oleh</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEUzhKRsukI/AAAAAAAAAF8/ZCyVvUVFg64/s1600-h/oleh-oleh.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207625188911135298" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 241px; height: 209px;" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEUzhKRsukI/AAAAAAAAAF8/ZCyVvUVFg64/s320/oleh-oleh.jpg" border="0" height="214" width="304" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Menyenangkan rasa nya apabila kita bisa membuat orang lain senang.. , itu pula yang akan kulakukan dengan kepulanganku besok , 3 weeks left. Aku ingin menyenangkan orang-orang dekatku dengan memberi mereka oleh-oleh. Kurang berharga barangkali kalau dinilai dengan uang (tapi diconvert ke rupiah jadi lumayan hehe..). Whatever..yang penting mereka senang dan selama aku masih bisa melakukannya kenapa tidak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Ada tas boneka untuk anak-anak ( de facto anakku banyak.. de jure sih cuma 2, tapi semoga bisa lebih dari 2 suatu saat aamiin..), ada gantungan kunci, mainan magnet kulkas, tempat koin, tempat pensil, coklat, kaos, bolpen...setelah dikumpul ternyata hampir satu koper. Duuuhh..bener-bener emak emak.. :P padahal pulang nya juga masih 3 minggu lagi, assignment masih numpuk, hebohnya dari sekarang....karena apa sodara-sodara.. ? karena udah pengen bangettt.. pulangnya. hikhikhik... kangen cium anak2, memeluk mereka dengan segenapp cinta..kangen juga sama abi nya anak2..:P Hampir empat bulan meninggalkan mereka.. serasa 4 tahun.. (hiperbolic mode. &lt;em&gt;red&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Pengen makan pindang ikan...pengen makan ikan bakar..setiap hari di Indo makannya ikan.. tiada hari tanpa ikan. duuuuuuuuhhh...nyari ikan sungai disini ??? susyeeee....kalopun ada mahal dan gak seger lagi. Pengalamanku beli ikan beku disini.. Setelah dimasak.. subhanallah.. kok jadi kaya tahu gitu, itu tuu...yang dari kedele heheh..?? Nah loo... yang salah ikannya apa mulutnya ??? Aslii... gak lagii2 beli ikan beku.. DItambah lagi males masak disini..(auranya kurang baek buat masak..-&lt;em&gt;halah... alesaaann&lt;/em&gt; - )makan seadanya aja, ada mie makan mie yang merk nya Indomie (btw mendunia banget lah selera satu ini, dimana-mana ada ),.. ada roti makan roti... ada laptop makan laptop hihihi...abis kerjaannya pantenggg depan kompie mulu sambil menularkan virus sentimentil ke Newtown (hihihi...).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Terbayang.. nanti kalo sudah pulang sebulan, kira-kira masih semangat gak ya..balik kesini lagi ? Bertemu dengan mbak Rola, mbak Imogine, Oma Jill, Om Stewart....dan auntie-auntie cerewet penghuni Broadway, Newtown, dan Marrickvile (sungkem mbak her..yang salah masuk kategori hihih..). Entahlah, but the show must go on Yuni.. you will miss mbak Rola's comment : your writing has been improved... aaahh.. perjuangan itu gak akan pernah henti mbak..ini hanya awal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Sodara-sodara.. doakan saya tetap menjalani semua dengan baik dan benar.. dan teteeeeuupp semangatt.. !!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;From Sydney with love&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="80" width="300"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/d7YBWxDhIH/aus=false/"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/d7YBWxDhIH/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="110" width="300"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-8950277411200379542?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/8950277411200379542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=8950277411200379542&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8950277411200379542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8950277411200379542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/06/oleh-oleh.html' title='Oleh-oleh'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEUzhKRsukI/AAAAAAAAAF8/ZCyVvUVFg64/s72-c/oleh-oleh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-6389682281697841844</id><published>2008-06-03T17:43:00.003+07:00</published><updated>2008-06-03T17:52:54.489+07:00</updated><title type='text'>Road to 30</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Daun-daun musim gugur..ah indah nian, selama ini hanya mampu kulihat di televisi , gambar di kalender atau desktop di pc. Lihatlah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;warnanya akan berubah secara bertahap…dari hijau, merah, merah tua, coklat..lalu gugur . Satu persatu daun itu berguguran melepas asa untuk kehidupan akan datang ,diiringi tetes hujan yang sudah 2 hari terakhir ini masih enggan untuk sejenak rehat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dingin, tampaknya akhir musim gugur ini tengah mempersiapkan suhu yang lebih dingin untuk musim yang akan datang dan kemudian siap untuk disematkan di kulit seluruh penghuni benua ini. Dari atas unit tua ini kutatap fenomena indah tersebut, yang membawa sejenak rasa hati ke dalam sepi yang asing tapi indah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Juni..tak ada yang lebih indah dari bulan juni… ada beberapa peristiwa besar dalam hidupku yang terjadi di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Kelahiranku , penyematan gelar dokterku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;kelahiran putri pertamaku , dan pernikahanku…Lengkap rasanya di bulan ini dan semua akan kurangkum dalam album kenangan hidup yang tak akan pernah usai kubuka hingga nanti perpisahan abadi itu tiba.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Aha...itu artinya berkurang sudah kiranya waktu ku hidup di dunia. I’m getting older and then vanish at the end just like the autumn, what a life . Seperti itulah roda hidup yang akan kujalani kelak :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Born&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; : June 17, 1978 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Married&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; : June 29, 2002 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Delivering:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; June 17, 2003 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Die&lt;/span&gt; :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;???&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Reflection mode : on&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ol  style="margin-top: 0cm;font-family:times new roman;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sudah      lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban sebagai hamba ?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sudah      lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban sebagai ibu ?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sudah      lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban sebagai isteri ?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sudah      lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban sebagai anak ?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sudah      lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban terhadap sesama?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sudah      lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban terhadap diri sendiri ?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;dan      refleksi hidup itu akan terus berlanjut…..terus..dan terus..hingga &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;reflection mode: off&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Harapan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol  style="margin-top: 0cm;font-family:times new roman;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menjadi      lebih baik dari sebelumnya…lebih bijak, lebih arif, lebih matang      menghadapi semua persoalan hidup&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menjadi      lebih bermanfaat untuk seluruh umat &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menjadi      ummahat excellent untuk anak2 excellent&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menjadi      isteri yang dapat menjadi pakaian kebanggaan suami&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menjadi      anak yang terus dapat berbakti kepada orang tua&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menjadi      teman yang baik untuk semua orang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menjadikan      surga sebagai rumah masa depan tempat berkumpul sekeluarga..&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Juni…autumn…biarkan sejenak diri merenung&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;maka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Kepada Yang Tak Pernah  Tidur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;berilah hamba sisa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;waktu hidup untuk menjadi lebih berarti&lt;br /&gt;dan panggil hamba dalam keadaan yang berarti pula &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Friendly Reminder&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Orang yang hari ini lebih baik dari kemarin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;----&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;beruntung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Orang yang hari ini tidak lebih baik dari kemarin----- &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; merugi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Orang yang hari ini lebih buruk dari kemarin------ &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;celaka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; (Al-Hadits)&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-6389682281697841844?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/6389682281697841844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=6389682281697841844&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6389682281697841844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6389682281697841844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/06/road-to-30.html' title='Road to 30'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-7800703493338166926</id><published>2008-06-02T18:08:00.006+07:00</published><updated>2008-06-02T19:39:15.995+07:00</updated><title type='text'>Autumn</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEPpuS0vlwI/AAAAAAAAAF0/-fJaHwhrfb4/s1600-h/100_0298.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 196px; height: 157px;" src="http://bp1.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEPpuS0vlwI/AAAAAAAAAF0/-fJaHwhrfb4/s320/100_0298.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207262575706740482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Autumn...&lt;br /&gt;Raining in June..&lt;br /&gt;What a beautiful song playing in my heart&lt;br /&gt;Rainbow bridge across my loneliness&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Autumn..&lt;br /&gt;Raining in June&lt;br /&gt;What a wonderful lyric touching my feelings&lt;br /&gt;Colorful pictures remain in my mind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Autumn..&lt;br /&gt;                                                                 Raining in June&lt;br /&gt;                                                                    I just want to come home&lt;br /&gt;                                                                 counting the days gone by&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Missing you there&lt;br /&gt;              My truly autumn..my truly rain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;                  from Sydney with love&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-7800703493338166926?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/7800703493338166926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=7800703493338166926&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7800703493338166926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7800703493338166926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/06/autumn.html' title='Autumn'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEPpuS0vlwI/AAAAAAAAAF0/-fJaHwhrfb4/s72-c/100_0298.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-7123906352441825718</id><published>2008-06-02T17:54:00.004+07:00</published><updated>2008-06-02T19:21:30.228+07:00</updated><title type='text'>Aku ingin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEPkwS0vlvI/AAAAAAAAAFs/ywuuxMWiWhQ/s1600-h/love.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEPkwS0vlvI/AAAAAAAAAFs/ywuuxMWiWhQ/s320/love.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207257112508339954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana&lt;br /&gt;dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api&lt;br /&gt;yang menjadikannya abu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana&lt;br /&gt;dengan isyarat yang tak sempat diucapkan awan kepada hujan&lt;br /&gt;yang menjadikannya tiada&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Sapardi Djoko Damono)&lt;br /&gt;&lt;object height="80" width="300"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/2RSxyVkd73/aus=false/"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/2RSxyVkd73/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="110" width="300"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-7123906352441825718?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/7123906352441825718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=7123906352441825718&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7123906352441825718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/7123906352441825718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/06/aku-ingin.html' title='Aku ingin'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEPkwS0vlvI/AAAAAAAAAFs/ywuuxMWiWhQ/s72-c/love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-6961286300471498309</id><published>2008-06-02T17:24:00.007+07:00</published><updated>2008-06-02T17:53:42.638+07:00</updated><title type='text'>Hujan Bulan Juni</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEPOVi0vltI/AAAAAAAAAFc/Q9ovaAWpmFA/s1600-h/rain.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEPOVi0vltI/AAAAAAAAAFc/Q9ovaAWpmFA/s320/rain.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207232463691028178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tak ada yang lebih tabah dari hujan di bulan juni&lt;br /&gt;dirahasiakan rintik rindunya pada bohon berbunga itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni&lt;br /&gt;dihapuskannya jejak-jejak kaki yang ragu di jalan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni&lt;br /&gt;dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:85%;" &gt;(Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono 1989)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;object height="80" width="300"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/yWddz2jvCc/aus=false/"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/yWddz2jvCc/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="110" width="300"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/odish/music/1BONkSQr/sapardi_djoko_damono_hujan_bulan_juni/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/object&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-6961286300471498309?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/6961286300471498309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=6961286300471498309&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6961286300471498309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6961286300471498309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/06/hujan-bulan-juni.html' title='Hujan Bulan Juni'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEPOVi0vltI/AAAAAAAAAFc/Q9ovaAWpmFA/s72-c/rain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-8059064559639695122</id><published>2008-05-29T09:06:00.004+07:00</published><updated>2008-05-29T15:54:42.617+07:00</updated><title type='text'>Television and Destiny</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SD4bdUbLo4I/AAAAAAAAAFU/AnCIDgApMRg/s1600-h/tv.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SD4bdUbLo4I/AAAAAAAAAFU/AnCIDgApMRg/s320/tv.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205628409799746434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Yesterday when I was in a train bringing me to Lakemba, a suburb in &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Sydney&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, I found an interesting newspaper, a free newspaper actually – The Epoch Times-. In the page 5, I was amazed by the column wrote by Martin Croucher with the heading ‘ Is television the cause of yob culture ?’. I was interested by the title since in my mind this issue was quite similar to my country and continued to read the entire part. A chairman of current mediawatch in the UK argued that gun crime, violence and aggressive behaviors were resulted indirectly by watching television since television was such a powerful influence, hence models of behavior that are shown regularly could become normalized in society. I definitely agree with that statement, sometimes the majority truth is built by the media. Take for an example, say that gay and lesbian relationships in a normal life are &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;anomaly entities, but the fact, it becomes ‘normal’ in society when all medias justify them in the name of human right even more the society accept the logic either consciously or unconsciously. Next, we’ll see obviously how they turn into the truth of majority when everyone supports all occasions which are held by such&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;weird communities.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Sometimes I just don’t understand their values perspective, that will be okay if they argue these are human rights of Australians which mean they make justification for themselves according to their values, although I’m not quite sure all of Australians accept it. However, I certainly don’t agree if they said this are values of the whole of human being on the world since I, personally, against that poor opinion. Why I say so, that’s because the moral values standardized by a thing that has limited power is the values that we can not rely on. There are many pitfalls in them and has uncertainty of compliance rewards, even the rewards are merely offered and accepted, again, by human beings themselves . It would be different if the moral values we follow are standardized by The Almighty, Allah SWT, with The Holly Quran and As Sunnah as directions. I have no doubt in it and of course the rewards of compliance, though not directly received, are endlessly guaranteed .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;By the way, back to the main issue –television-, The chairman admitted that the social declines were caused by other factors such as poverty, poor housing and lack of education, but in addition, television and film make the situation worse. Again, I agree with this. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; has such similar problems even worse I think. Suicide rate in &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; is horribly fantastic that 50 000 people suicide every year (WHO) because of socio-economic problems. On the other hand, crime rates also gradually increase ( &lt;i style=""&gt;not know exactly the numbers&lt;/i&gt;). Yet there are no proven evidences to the television involvement in those cases (&lt;i style=""&gt;or I have not found it yet&lt;/i&gt; ), but the television with various programs, which mostly show entertainments&lt;i style=""&gt; –an sich-&lt;/i&gt; covered by violence, pornography, hedonism, mystical etc &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;with less or without educational themes, is being such an intimate friend to almost every family house in Indonesia in which it is turned on from the early morning up to late of night consecutively. I assume that these things indirectly contribute to the society’s behaviours as we know that role modeling is a human nature thus how the society behave is exposed by watching television. Here, I feel so helpless when I realized my own daughter very much focus on watching television, while I could not do anything to pull her out of this since her grandma is beside her instead of me, her mother. We know that sometimes grandparents can not distinguish the feelings between to love and to educate, therefore they let their granddaughters watch tv as long as it can make them happy. I promise myself when I go back home they will get a different situation , to be better of course. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;At the end of the article, The chairman said ‘ I don’t know how we are going to get the bottom of the causes of violent crime if at the same time we simply say that this is good entertainment ‘. I made this article based on my awareness that everything has to be changed if we want to get rid of it. Our children’s future, gold of life, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;is something that we have to sustain instead of to ruin it. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;We just can  simply say NO to the destructive television program watched by our children which is followed by either changing the channel or turning it off. Last but not least, for me, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;role modeling is the most effective method of education (just the way the Prophet did). If we eager to scroll back the memory we have, there should be a reflection that  how our children behave is as a result of modeling their close figures , whoever and whatever it is. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;So , be their best model in the world !&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-family:times new roman;" &gt;much loves for my family&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-8059064559639695122?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/8059064559639695122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=8059064559639695122&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8059064559639695122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/8059064559639695122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/05/television-and-destiny.html' title='Television and Destiny'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SD4bdUbLo4I/AAAAAAAAAFU/AnCIDgApMRg/s72-c/tv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-5896721852684330067</id><published>2008-05-27T16:47:00.005+07:00</published><updated>2008-05-27T16:55:06.500+07:00</updated><title type='text'>Reflection on 'kenaikan BBM'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SDvaIUbLo3I/AAAAAAAAAFM/BiRUbhrfOPk/s1600-h/riot.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SDvaIUbLo3I/AAAAAAAAAFM/BiRUbhrfOPk/s320/riot.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204993630813266802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;From the heart of Sydney&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Negeriku Muram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengadu kepada Mu..&lt;br /&gt;Di titik lelah memandang wajah negeri yang semakin muram&lt;br /&gt;Dimana &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;keranda kematian rasa diusung setiap sudutnya&lt;br /&gt;Denting riuh rendah amarah dari seluruh penjuru &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:130%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ibarat lonceng menggema&lt;br /&gt;Menagih janji kesejahteraan yang terpenggal dalam angan yang tersisa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;M&lt;/o:p&gt;engadu kepada Mu..&lt;br /&gt;Di titik pasrah memandang wajah negeri yang semakin muram&lt;br /&gt;Mengayuh perahu kehampaan di lautan ketidakpastian&lt;br /&gt;Keresahan membuncah menuai prahara di akhir cerita&lt;br /&gt;Menagih janji keadilan yang hilang ditelan gulita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mengadu kepada Mu..&lt;br /&gt;Adakah tempat mengadu lain yang mampu mendengar gejolak nurani&lt;br /&gt;Saat jiwa lunglai tak berdaya melawan tirani&lt;br /&gt;Satu-satu air mata nyeri bernyanyi melarung asa dalam sepi&lt;br /&gt;Takdir itu milik kami Rabbi&lt;br /&gt;Dan kami pula yang akan menjalaninya tanpa dapat dipungkiri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mengadu kepada Mu&lt;br /&gt;Banyak pinta yang tak putus kami urai lewat kata&lt;br /&gt;Barangkali Engkau tertawa karena mungkin kami tak layak untuk mendapatkannya&lt;br /&gt;Sementara diri masih diselimuti debu kenistaan yang tebal&lt;br /&gt;Melekat tanpa pernah kami usap dengan taubat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Mengadu kepada Mu&lt;br /&gt;Hapus letih ini..gulana ini….&lt;br /&gt;Biarkan sejenak kami bermimpi hal-hal yang indah tentang negeri ini..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-5896721852684330067?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/5896721852684330067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=5896721852684330067&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/5896721852684330067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/5896721852684330067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/05/reflection-on-kenaikan-bbm_27.html' title='Reflection on &apos;kenaikan BBM&apos;'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SDvaIUbLo3I/AAAAAAAAAFM/BiRUbhrfOPk/s72-c/riot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-2967100095767488008</id><published>2008-05-26T20:21:00.003+07:00</published><updated>2008-05-27T16:46:51.002+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi2 ummu mumtazah'/><title type='text'>Kebenaran itu Milik Allah</title><content type='html'>Sydney, May 27, 2008&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SDvXf0bLo1I/AAAAAAAAAE8/6YbqNi51vXc/s1600-h/Adnan_Oktar_05.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 146px; height: 115px;" src="http://bp3.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SDvXf0bLo1I/AAAAAAAAAE8/6YbqNi51vXc/s320/Adnan_Oktar_05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204990736005309266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berjuanglah terus saudaraku..&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Suarakan terus kebenaran walau pahit untuk mereka dengar&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun jangan pernah mundur ke belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Doa kami menyertai&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pejuang Allah sungguh tak akan pernah ada kata merugi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;kebenaran itu ditulis dengan tinta darah...tinta air mata....bahkan tinta nyawa&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang didera fitnah di kesudahannya&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk pejuang sejati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tipu daya itu hanyalah kerikil kecil yang harus dilalui&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dan tetaplah untuk tegak dalam agama ini&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjuanglah terus saudaraku..&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Cukuplah Allah bagimu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;teruntuk seluruh pejuang kebenaran di bumi Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hidayatullah.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Senin, 26 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kesekian kalinya, Adnan Oktar alias Harun Yahya dipenjarakan. Inilah penindasan para ilmuwan yang berani mengungkap kekeliruan ilmiah teori evolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penindasan terhadap para ilmuwan  dan intelektual yang berani mengungkap kekeliruan ilmiah teori evolusi Darwin, dan berbagai sisi gelap teori itu tidak hanya berlaku di Amerika Serikat. Untuk kesekian kalinya, Adnan Oktar, dengan nama pena Harun Yahya, diganjar pengadilan Turki 3 tahun penjara, lantaran mengemukakan kebenaran bahwa teori evolusi Darwin tidaklah ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ini, Harun Yahya sudah dipenjara beberapa kali. Ia pernah dikurung di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1211879573_1"&gt;rumah sakit jiwa&lt;/span&gt; bersama para pasien penyakit jiwa berbahaya. Di tempat itu, beliau dicoba untuk dibunuh beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Harun Yahya tetap tidak bergeming membongkar kepalsuan teori evolusi, beserta gerakan ideologis yang mendukungnya, termasuk Freemasonry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembunuhan Karakter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, ilmuwan Muslim yang karyanya sudah merambah dunia itu beberapa tahun terakhir ini mengagetkan dunia. Buku besar Harun Yahya berjudul Atlas Penciptaan muncul di Eropa, dan  mengagetkan pihak berwenang di negara-negara seperti Perancis, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1211879573_2"&gt;Denmark&lt;/span&gt;, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1211879573_3"&gt;Austria&lt;/span&gt;, dan Italia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mampu menanggapi balik secara ilmiah dan intelektual, organisasi dunia setinggi Dewan Eropa mengeluarkan resolusi yang melarang buku Atlas Penciptaan dan pemikiran kritis semacamnya atas teori evolusi diajarkan di sekolah-sekolah Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, tindakan penyusupan agen rahasia Freemasonry pun dilakukan demi membungkam kegiatan Harun Yahya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa ditebak, media massa pro evolusi memanfaatkan peristiwa ini untuk melakukan pembunuhan karakter Harun Yahya untuk kesekian kalinya dengan berbagai tuduhan negatif, tak terkecuali situs rujukan seperti wikipedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab putusan pengadilan ini, Harun Yahya menyampaikan pernyataan&lt;br /&gt;penting dalam sebuah konferensi pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah sebuah kasus yang mungkin akan tercatat dalam sejarah. Saya belum pernah mendengar, melihat atau membaca kasus  yang penuh tipu daya semacam ini. Namun kami masih menaruh rasa hormat yang sepatutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kami menghormati sistem keadilan. Kami menghormati keputusan pengadilan. Ada suatu kebaikan dalam segala hal. Keputusan itu telah ditakdirkan dalam pandangan Allah sebelum para orang tua hakim itu dilahirkan. Mereka mengeluarkan pernyataan putusan hakim ketika&lt;br /&gt;saatnya tiba. Mereka mengeluarkan pernyataan putusan pengadilan yang ada dalam takdir mereka. Tak seorang pun dapat menentukan untuk dirinya sendiri, tidak pula membuat pernyataan apa pun sekehendaknya sendiri. Setiap orang membuat pernyataan yang telah ditetapkan dalam takdirnya. Mengapa ini terjadi dengan cara sedemikian itu? Sebab&lt;br /&gt;kebaikan akan muncul dengan takdir itu terjadi, " ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Harun Yahya menyebut pemenjaraan dirinya diibaratkan kasus Nabi Yusuf AS. "Insya Allah, kami juga berada pada jalan Nabi Yusuf AS. Kami berada pada jalan para nabi yang  dirahmati. Kami menetapi sunnah mereka yang agung. Insya Allah kami melakukan apa yang mendatangkan kebaikan. Orang mukmin berada di jalan para nabi, dan di dalam&lt;br /&gt;Al-Quran," katanya dikutip www.harunyahya. com. [as/cha/berbagai&lt;br /&gt;sumber/www.hidayatu &lt;a target="_blank" href="http://llah.com/"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1211879573_4"&gt;llah.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;simak biografi penuh derita, dera dan percobaan pembunuhan di:&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.harunyahya.com/indo/m_riwayat.htm"&gt;http://www.harunyah ya.com/indo/ m_riwayat. htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-2967100095767488008?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/2967100095767488008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=2967100095767488008&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/2967100095767488008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/2967100095767488008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/05/reflection-on-kenaikan-bbm.html' title='Kebenaran itu Milik Allah'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SDvXf0bLo1I/AAAAAAAAAE8/6YbqNi51vXc/s72-c/Adnan_Oktar_05.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-696953986555112270</id><published>2008-05-25T17:01:00.007+07:00</published><updated>2008-05-29T10:25:47.530+07:00</updated><title type='text'>Kereta Senja</title><content type='html'>&lt;div style="width: 320px; text-align: center;"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" src="http://w153.photobucket.com/pbwidget.swf?pbwurl=http://w153.photobucket.com/albums/s205/ummumumtazah/Masih%20ada%20kereta/c07127cd.pbw" height="240" width="320"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;a href="http://i153.photobucket.com/redirect/album?action=slideshow&amp;amp;landing=/slideshows&amp;amp;type=212" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Q : Is there any connection between this television program and the article above (television and destiny ) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Definitely yes there is&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q : How come ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : The people can model the artists by imitating their styles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q : Umm....what a nice models then (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;look amazed)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : heheh....finally, that's what I call destiny ( hihih....maksaa !)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-696953986555112270?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/696953986555112270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=696953986555112270&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/696953986555112270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/696953986555112270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/05/kereta-senja.html' title='Kereta Senja'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-6126060061288631461</id><published>2008-05-25T13:52:00.004+07:00</published><updated>2008-05-25T14:14:37.363+07:00</updated><title type='text'>Darling Harbour 2008</title><content type='html'>&lt;div style="width: 320px; text-align: center;"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" src="http://w153.photobucket.com/pbwidget.swf?pbwurl=http://w153.photobucket.com/albums/s205/ummumumtazah/aussie/Indonesia%20Festival/88ec0f1e.pbw" height="240" width="320"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;a href="http://i153.photobucket.com/redirect/album?action=slideshow&amp;amp;landing=/slideshows&amp;amp;type=113" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-6126060061288631461?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/6126060061288631461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=6126060061288631461&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6126060061288631461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/6126060061288631461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/05/darling-harbour-2008.html' title='Darling Harbour 2008'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-4735448209337368397</id><published>2008-05-19T18:38:00.005+07:00</published><updated>2008-05-19T18:45:50.170+07:00</updated><title type='text'>Jodoh</title><content type='html'>&lt;div  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Di cermin didapatinya sebentuk wajah lonjong yang tirus, berwarna sawo matang, dengan hidung yang tidak terlalu mancung, bibir yang tidak indah, dan pipi yang dipenuhi jerawat di sana sini. Dicobanya kemudian untuk tersenyum semanis yang dapat ia sunggingkan, terlihat gigi geligi yang tidak rata di sana sini dan sepertinya bukan senyum yang terlihat tapi mungkin lebih kepada seringai.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian terdengar desahan tak puas dengan apa yang dilihatnya di cermin. It’s me…! What an ugly face..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;        &lt;p  style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: normal;"&gt;Usianya sudah menginjak kepala tiga, sebuah usia yang tidak bisa dibilang muda untuk seharusnya membentuk sebuah keluarga. Semua teman kuliahnya sekarang sudah berkeluarga bahkan ada yang putranya sudah empat, jumlah bilangan buntut yang tidak sedikit untuk seorang ibu yang mempunyai usia sama seperti dirinya Tapi rasanya semua tiada guna, sudah beberapa kali dia berusaha menjalin persahabatan dengan banyak pria dengan harapan bahwa kelak ada salah satu dari mereka menjadi belahan jiwa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: normal;"&gt;Sungguh suatu harapan yang tidak begitu muluk bila menginginkan seorang lelaki yang baik mau menerima dirinya, mm… untuk masalah ketaatan terhadap agama rasanya itu bisa nomor dua. Entahlah sepertinya lama kelamaan dia berpikir apabila keadaan seperti ini terus rasanya dia bersedia menjadikan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;siapapun sebagai suami tanpa perlu membuat kualifikasi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Ah.. tapi tentu ide gila itu akan banyak ditentang oleh kaum kerabatnya. Hehe..kok jadi obral gini, dia tersenyum dalam hati. Mmm.. kalau untuk masalah pergaulan rasanya dia bukan tipe perempuan yang introvert, pergaulannya cukup luas terutama di dunia maya. Teman lelakinya pun banyak, begitupun di kantor tempat ia bekerja tapi yah.. hanya sebatas teman..Apabila dia mulai menjurus ke arah hubungan yang lebih dekat kepada salah satu teman laki-lakinya dari dunia maya mm.. bisalah dibilang agak agresif dikit tapi sepertinya itu juga tidak tabu mengingat Khadijah sendiri melamar Rasulullah sebagai suami, sudah dapat dipastikan setelah melakukan copy darat teman lelaki tersebut akan menyingkir secara perlahan, tanpa dia tau pasti apa penyebabnya. Apakah karena aku tak cantik ?? Atau terlalu agresif ?? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                                          &lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Ah..rasanya tidak juga. Bukankah selalu pinta itu kuurai di setiap sholat malam dan sholat wajibku, agar mimpi ini menjadi nyata, dan kemudian Allah hadirkan seorang laki – laki baik dalam hidupku. Ohh… tiba – tiba perasaan rendah diri menghinggapinya, namun segera ditepisnya. Toh jelek juga bukan akhir segalanya, masih banyak kok yang lebih jelek dan lebih kurang sempurna. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Mmm... tapi Pak Marno tukang pijat langganan Bapak juga walau buta tetap bisa mendapatkan jodoh bahkan mendapat isteri yang normal dan tentu lebih secara fisik daripada Beliau sendiri. Ahh... ini cuma Allah yang punya rahasia. Jangan berburuk sangka kepada Allah Anti... nuraninya mengingatkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;        “ Anti…!” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Tok..tok.. tok.. Suara Bapak yang cukup berat membuyarkan seluruh renungannya.Dengan agak malas dibukanya daun pintu kamar yang menimbulkan suara berderit karena kurang minyak.   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;        “ Ada apa, Pak ?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Kepalanya menyembul separoh dari balik pintu menjawab panggilan laki –laki tua yang sangat dicintainya. Hmm.. sepertinya hanya Bapak satu-satunya lelaki di dunia ini yang mencintaiku dengan tulus…yee…namanya juga buah hati hihi..Mmm.. Ibu andai saja ibu masih berada di tengah kami, betapa kegalauan ini akan dapat mencari ruangnya di belantara kalbu Ibu yang begitu luasnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;        “ Kamu kenapa kok kusut begitu ?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Bapak menepuk kepala Anti dengan koran yang sedang dipegangnya, sambil tersenyum menggoda anak bungsunya. Setelah isterinya mangkat, di rumah itu hanya ada dia dan si bungsu ditemani salah seorang keponakannya. Dua orang anaknya terpisah jauh dari mereka, mungkin hanya satu kali dalam setahun berjumpa. Anak yang pertama laki –laki sudah berkeluarga dan  menjadi PNS di salah satu instansi pemerintah di pulau Kalimantan, sedangkan anak laki-laki yang kedua mencari penghidupan di kampung halaman isterinya di Sulawesi dengan membuka toko klontong. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Ahh... inilah hidup, akan ada masanya dimana semua anaknya akan pergi meninggalkannya, ataupun sebaliknya. Ah..istriku, seandainya kau masih ada tentulah sepi ini ada obatnya. Sekarang mungkin satu-satunya perempuan yang mencintainya sepenuh hati di sisa hidupnya adalah si bungsu saat ini , bisiknya lirih dalam hati.       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;“ Hayooo... !! Kok Bapak yang bengong !” Anti mengagetkan Sang Bapak yang seperti setengah melamun.       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;“ Ehhh.. iyaa.. kok Bapak jadi lupa ya… itu ada temanmu laki – laki di depan, katanya mau ketemu. Libur gini kan harusnya kamu jalan – jalan aja.. jangan malah bengong di kamar !”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Bapak sedikit menasihati sambil berlalu meninggalkan Anti yang masih bertanya – tanya gerangan siapa laki-laki itu.       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;“ Eh, Pak… tunggu dulu ! Nama laki-lakinya siapa ? “Anti menghentikan langkah kaki Bapaknya yang sudah agak menjauh.        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;“ Waduh.. tadi siapa yaa… Andri.. Andre.. apa Tono, Bapak lupa...! Coba nanti tanya lagi ke orangnya .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;”Bapak dengan santai meninggalkan Anti yang bengong.. mm.. kayanya nama Andri dan Andre memang agak mirip jadi mungkin bisa lupa, tapi kok pake juga nama Tono… Haa…ini baru ajaib kok bisa jauh banget lupanya. Ah.. dasar si Bapak ! Anti tersenyum dalam hati dan kemudian bergegas mengganti pakaian serta memakai jilbab kaos renda warna hijau berukuran M untuk menemui tamunya. Nah… siapakah diaa ?       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;        “ Hai..!” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Anti menyapa seorang laki-laki yang tengah memandang bunga-bunga di teras yang terawat rapi peninggalan almarhumah ibu. Dengan segera Anti mendapati seraut wajah yang asing, tapi seperti pernah melihatnya.. tapi dimana ya ??        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;        “ Hai...! “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Suara itu menyahut dengan sedikit kaget diikuti senyum, kemudian berdiri sembari mengayunkan tanganya untuk bersalaman dengan Anti. Dengan agak ragu Anti menyentuh sedikit tangan itu. Walaupun tidak alim – alim banget, tapi rasanya kalau untuk menyentuh laki-laki yang bukan mahrom rasanya tetap tidak nyaman . Untuk hal – hal seperti ini rasanya Anti cukup terjaga. Alhamdulillah..        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;“ O ya..., kenalkan, saya Tono Andrian , temen chatting Anti di Medan  kebetulan main ke tempat Saudara di sini !”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Tanpa menunggu Anti menanyakan, laki – laki berperawakan sedang, berperilaku sopan,  dan bertampang sedang itu langsung memperkenalkan diri. Eeh... kayanya Bapak bener deh.. di nama itu ada unsur Andri dan Tono nya , kirain tadi Bapak pikun. Anti bergumam geli dalam hati.  Ingatan Anti melayang beberapa waktu lalu saat berkenalan di Internet, dan sepertinya saat itu dia tidak begitu memperhatikan , pun sampai setelah laki-laki itu mengirimkan foto. Ooh.. pantesan sepertinya aku kenal. Bisik Anti lagi dalam hati.Setelah pertemuan di siang itu, cerita pun berlanjut hingga sampai ke hari – hari Anti. Mm.. mungkin ini suatu pertanda bahwa Sang Arjuna akan datang, toh setelah perkenalan itu tak ada tanda-tanda bahwa Tono Andrian menyingkir darinya, bahkan sepertinya dia begitu gencar mendekati Anti lewat email-email yang dikirimnya serta pertemuan yang sering di layar komputer, dan SMS. Sungguh.. sepertinya hari-hari terasa indah dilaluinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Apakah ini jawaban Allah atas segala doa yang dipanjatkannya. Kadang Anti merasa malu juga bila niat berdekat-dekatan dengan Allah siang dan malam yang dilaluinya hanya untuk meminta jodoh, bukan untuk menjalin cinta yang lebih hakiki dengan Nya. Ah.. tapi kan kita disuruh berdoa dan meminta kepada Allah, bagitu lah jawaban pembenaran darinya. Hingga semakin lama,  frekuensi kedekatan  dengan Yang Maha Penyayang itu mulai menurun, yang biasanya sholat malam, sekarang boro – boro...bisa sholat wajib pun Alhamdulillah..karena semua waktunya habis di depan komputer dan sibuk dengan dunia maya nya, sholat itupun tak pernah tepat waktu. Virus merah jambu yang dahsyat tengah melandanya. Bapak yang melihat perubahan putri bungsunya sangat bahagia, karena apapun yang membuat Anti bahagia, itu juga yang akan dirasakan Bapak.       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt; “Jadi….kesimpulan dari kajian kita kali ini saya ambil dengan menyitir Surat An-Nuur ayat 26, bahwasanaya laki – laki yang buruk akhlaknya itu diperuntukkan untuk perempuan yang buruk akhlaknya, demikian pula dengan laki – laki yang baik akhlaknya  diperuntukkan untuk perempuan yang baik akhlaqnya . Dan begitu pun sebaliknya. Janji Allah tersebut benar adanya, makanya saya mengingatkan saudari – saudariku yang belum menikah dan berniat untuk menikah tolong lebih teliti lagi mencari calon suami. Jangan karena sekedar baik kepada kita saja kita memilihnya, karena baik dalam pandangan kita belum tentu baik dalam pandangan Allah demikian pula sebaliknya. Itu berarti yang paling penting dalam memilih pendamping hidup adalah yang paling baik agamanya, karena hal tersebut yang akan membuat kita bahagia lahir dan batin…”Penjelasan ustadzah kajian Jumat siang itu seperti menyentak Anti untuk berpikir lebih dalam mengenai kriterianya mencari pendamping hidup.        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;        “ Hey.. neng…! Udah kelar kajiannya…Mau makan dulu apa sholat dulu ? “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Yuni, teman satu kantornya menyentuh pundak Anti yang masih asyik menekuri karpet alas duduk mereka.        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;        “ Eee.. Iya, mm.. sholat aja dulu, Yuk..! Belum laper niih..!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;"&gt;Anti menjawab sambil bergegas menggamit lengan Yuni menuju masjid instansi tempat mereka bekerja setelah kaum laki-laki selesai sholat Jumat. Lama Anti merenungkan isi kajian itu  setelah sholat. Yah.. nuraninya sedang gulana. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;                                                                     ***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: normal;"&gt;         “ Bapak nonton apa sihh…?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: normal;"&gt;Anti mendekati Bapaknya yang tengah asyik mengarahkan pandangan di depan televisi malam itu sambil membawa camilan , kemudian menghempaskan punggungnya di sandaran kursi.        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: normal;"&gt;“Sekelompok pemuda yang sedang mengadakan pesta shabu digrebek oleh polisi kota Medan…..”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: normal;"&gt;Tiba – tiba dada Anti berdegup kencang, dan sepertinya merasa gerah dengan udara hari itu, tubuhnya menegang demi melihat wajah yang saat ini terasa begitu dekat dengan mimpi – mimpinya, sedang digiring oleh polisi bersama pemuda lain di sebuah rumah . Suara reporter berita tersebut seperti hilang di telan gemuruh di dadanya , gemuruh angkara, penyesalan, dan rasa malu yang mendalam. Seluruh persendian Anti lunglai. Inilah jawaban gulana itu. Dia masih mendengar Bapak juga menyerukan kekagetan luar biasa mengingat selama ini putrinya dekat dengan laki-laki di televisi itu.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: normal; color: rgb(153, 204, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Allah masih sayang padanya untuk  mengingatkan lewat kajian siang tadi. Tiba – tiba pula terbit rasa syukurnya atas semua karunia yang diberikan Allah atas wajah ini, karena walaupun wajahnya tak cantik menurut orang lain, tapi cantik menurut Bapak ,akhlaqnya sampai detik ini masih tetap terjaga walau gara-gara virus merah jambu itu membuatnya lupa daratan untuk sementara waktu. Allah.. beri hamba kekuatan dan kemampuan untuk mencintai Mu lebih dari segala sesuatu, dan biarlah hamba mencintai Mu saja, itu sudah cukup. Bisik Anti pasrah. Masih jelas diingatannya isi SMS tadi pagi sebelum dirinya bersiap melangkahkan kaki ke tempat kerja  : Will you marry me ??&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; line-height: 130%;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="line-height: normal; color: rgb(153, 204, 255);font-size:small;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Teruntuk: Saudari-saudariku yg tengah merindu..Keep istiqomah - janji Allah selalu benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22334971-4735448209337368397?l=mumtazahfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/feeds/4735448209337368397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22334971&amp;postID=4735448209337368397&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/4735448209337368397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22334971/posts/default/4735448209337368397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mumtazahfamily.blogspot.com/2008/05/di-cermin-didapatinya-sebentuk-wajah.html' title='Jodoh'/><author><name>dr. Yuni Eka Anggraini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01058078743613977484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_Yhz3PDH-gas/SEhZ19pVWQI/AAAAAAAAAGQ/Yc61fAEtX68/S220/ummi+kartun.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22334971.post-5222487528266115890</id><published>2008-05-19T18:36:00.001+07:00</published><updated>2008-05-19T18:38:39.635+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen2 ummu_mumtazah'/><title type='text'>Forensik</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Aisyaaahhh……tunggu !!"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebuah suara menghentikan langkahku untuk sejenak menoleh ke arah sumber suara tersebut. Seorang perempuan berkerudung lebar dan memakai jas putih bergegas ke arahku sambil mendekap buku tebal dan tas besar di pundaknya, tak dihiraukannya pandangan orang-orang di lorong rumah sakit itu mendengar teriakannya yang cukup keras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Ais…kamu tau nggak..?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tanpa menunggu aku bertanya ada apa, akhwat jangkung &lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu sudah lebih dahulu berkata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Assalamu'alaikum dulu rina manis…"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Celetuk ku kalem sambil menyalami tangannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Eh.. iyaa, afwaaaann…. Assalamu'alaikum Ais sayang.."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rina, sahabatku, meralat kembali kata-katanya di awal sambil cengengesan membetulkan letak kacamata minusnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Ada berita apa sih, kaya penting banget sampe salam aja lupa ."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku bertanya sekaligus menyindirnya dengan tampang pura-pura sebel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Yukk..ngomongnya di pinggir aja, tuh ada brankar lewat kalo ketabrak kan lumayan…bisa – bisa nambah pasien UGD kita"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rina menarik tanganku ke pinggir, sambil bibirnya maju dua senti ke arah brankar yang lewat. Lorong rumah sakit pendidikan yang cukup terkenal di pulau Jawa pagi ini memang cukup ramai, karena memang sedang jam sibuk. Semua berseliweran dengan raut muka yang beraneka ragam, dari yang paling kusut sampai yang berseri – seri, mulai dari pasien dan keluarganya, dokter rumah sakit, residen, perawat, karyawan rumah sakit yang lain, sampai ko-ass seperti kami sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Kamu dipanggil Dokter Mega, tadi pas aku kasih laporan hasil visum kemarin Beliau menanyakan namamu.."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rina menjelaskan maksudnya sambil melambai ke arah seoang teman yang berlalu pada jarak yang tidak begitu jauh dari kami. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;“ Ra… tunggu dong..!!” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dengan suara agak lantang Rina memanggil sosok tersebut sambil terus melambaikan tangan. Tak urung aku menaruh jari telunjuk ke bibir megisyaratkan Rina untuk merendahkan volume suaranya. Ini akhwat kok kaya tarzan, batinku tersenyum.&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Oh.. ada apa ya Beliau manggil, mm.. kayanya laporanku bermasalah deh."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku menanggapi penjelasan Rina sambil mengernyitkan dahi berpikir kira-kira apa yang membuatku dipanggil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Makanya menghadap aja sekarang, mumpung lagi kosong acara kita, Pak Sara berhalangan hadir untuk memberi kuliah kan..?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rina memberi saran, sambil tak lupa tanganya membetulkan letak kacamatanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Iya deh.., aku ke sana langsung aja. Kamu mau kemana sekarang ??"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku balik bertanya, mengingat acara kami untuk jam sepuluh ini dibatalkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Biasaaaaa…. Isi bensin dulu ke kantin tuh Ira udah duluan .Dahh Aiis, Assalamu'alaikum.."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dengan gayanya yang rada kenes Rina menjawil daguku sambil berlalu, menyusul teman yang lain ke arah kantin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Wa'alaikumsalam…."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jawabku pelan, sambil melanjutkan langkah berbelok menuju ke bagian Forensik yang letaknya di belakang areal rumah sakit ini. Tadinya aku hendak menemui teman akhwat di bagian Penyakit Dalam untuk menanyakan siapa yang akan mengisi kajian untuk adik-adik S1 Kedokteran Jumat depan sekalian melepas rindu setelah lama tak bersua walaupun rumah sakit kami sama. Kenyataannya memang begitu, kami disibukkan dengan urusan masing-masing seminggu terakhir ini. Beginilah hidup jadi seorang ko-ass, penuh perjuangan sekaligus keprihatinan. Sudah rahasia umum sepertinya kalau ko-ass itu adalah strata terendah di rumah sakit ini heheh…Hush… kok jadi meratapi nasib gini. Aku tersenyum dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ingatanku kembali melayang beberapa hari yang lalu. Sungguh, stase atau bagian &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Forensik ini walaupun hanya berlangsung empat minggu aku merasa seperti empat tahun. Waktu sepertinya lambat sekali bergulir. Bagaimana tidak, selama 24 jam kami harus siap menunggu perintah, jam berapapun dipanggil ke rumah sakit kami harus datang, untuk menghadapi jasad terbujur kaku yang meninggal karena sebab beraneka ragam, dan hal seperti ini yang sama sekali membuatku merasa tidak nyaman dibanding harus berlama-lama di stase lain. Walau banyak hikmah yang bisa dipetik selama berada di stase tersebut, tapi entah mengapa aku tetap tak ingin berlama-lama di sana. Empat hari yang lalu adalah hari yang berkesan buatku, karena saat itu ada jenazah yang tewas akibat perkelahian, dan aku berani menawarkan diri untuk menjadi O2 atau operator &lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang bertugas melakukan pembukaan bagian dada. Sudah menjadi ketentuan umum, apabila ada jenazah yang meninggal karena perkara kriminal, biasanya pihak kepolisian meminta untuk dilakukan pemeriksaan dalam sebagai cara untuk mengetahui sebab kematiannya selain dilakukan pemeriksaan luar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pisau kecil tajam masih kupegang dengan tangan berkeringat dingin. Dengan pisau inilah aku akan membelah dada jenazah di hadapanku, setelah semua prosedur pemeriksaan lain dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Ayo Ais.. kamu bisa…!."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebuah suara menyentak kesadaranku yang masih termangu memandang beraneka ragam jenis pisau yang masih berada di tempatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hagni, salah saorang teman satu kelompok ku berbisik menguatkan diriku yang masih gamang dengan keadaan tersebut. Tiba-tiba terbersit penyesalan, kenapa harus aku yang menawarkan diri untuk menjadi operator nya. Ahh.. semua terlambat, dosenku yang lumayan sangar sudah berdiri di samping jenazah yang dikelilingi sekitar dua puluh orang ko-ass lain. Perlahan aku menyayat pangkal lehernya seolah-olah tak ingin jenazah pria itu terusik, terus kusayat hingga membentur tulang dadanya. Allah… berdosakah yang kulakukan ini, sungguh aku melakukannya karena tuntutan keilmuan semata. Suara-suara disekitar memberi saran teknik penyayatan, hingga seluruh dada terbuka, dan terlihat semua organ di dalam beserta bau amis organ dalam &lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang menyeruak menuju syaraf penghidu kami. Sebab kematiannya jelas, karena tusukan sangkur saat perkelahian &lt;span&gt; &lt;/span&gt;mengenai jantung dan terjadi perdarahan di sana, terlihat dari genangan darah di &lt;em&gt;pericardium&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Beraneka ragam bentuk kematian lain &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kutemui di bagian ini, mulai dari &lt;span&gt; &lt;/span&gt;jenazah mati tenggelam, &lt;em&gt;infanticid&lt;/em&gt; , terbakar, keracunan, hingga kecelakaan lalu lintas. Semuanya menceritakan kepedihan dan kebesaran Allah di dalamnya, saat ada jenazah wanita yang terbakar hangus seluruh tubuhnya diperkirakan bunuh diri karena tak ingin dipaksa menikah dengan laki-laki lain, akan tetapi Maha Suci Allah ternyata rahimnya utuh dengan janin berusia 16 minggu di dalamnya yang sudah meninggal juga. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ternyata wanita itu telah mengandung terlebih dahulu, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Naudzubillah..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sejak di bagian Forensik ini pula aku merasa &lt;span&gt; &lt;/span&gt;melihat wajah-wajah kematian di setiap wajah yang kutemui di jalan, dan saat itu &lt;span&gt; &lt;/span&gt;ada getaran yang akan menggerakan kuduk ku dan merangsang syaraf autonomku menuju ke kelenjar air mata untuk meneteskan air mata kepasrahan bahwasanya kematian itu adalah sebuah kepastian, siapa yang mampu mengelakkannya.Tapi sungguh bekal itu belum banyak rasanya untuk kutukar dengan kebahagian akhir. Ada doa di setiap ingatan yang kubawa tentang bentuk-bentuk kematian tersebut, Allah.. aku ingin kematianku dalam keadaan terhormat, dan utuh tidak berakhir di meja otopsi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tok..tok..tok..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;"Assalamu'alaikum…"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku sudah berdiri di depan pintu dokter Mega salah satu dosen di bagian Forensik ini dengan perasaan bertanya-tanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Wa'alaikumsalam… masuk ".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Terdengar jawaban dari balik pintu yang langsung menggerakkan tanganku meraih handle pintu dan membukanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Maaf dok, dokter memanggil saya Aisyah Syahidah…"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku sudah berdiri di hadapan meja Beliau, sedang perempuan separuh baya dengan gelungan rapi itu, terlihat sedang sibuk dengan tumpukan kertas laporan di hadapannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Oh.. Aisyah ya…silahkan duduk, ini ada yang kurang mengenai laporan visum kemarin."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tanpa basa-basi Dokter Mega sudah memberikan banyak kritik dan masukan mengenai laporan yang kubuat, hanya karena pemeriksaan organ bagian ginjal tidak dilakukan saat pemeriksaan dalam otopsi jenazah seorang pencuri yang dihakimi massa beberapa hari yang lalu. Penyebabnya karena kami merasa sudah cukup bukti untuk menegakkan sebab kematiannya, ditambah lagi berhubung ginjal agak sulit untuk dibuka mengingat tempatnya yang tersembunyi, jadi kelompok kami memutuskan untuk tidak membukanya. Sudah cukup rasanya membuat berbagai "kerusakan" pada tubuh jenazah itu. Tapi mungkin Dokter Mega mempunyai pertimbangan lain mengingat status kami saat ini masih belajar, jadi semua pemeriksaan harus dilakukan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Aku berjalan menuju ke kos yang tidak begitu jauh dari rumah sakit sambil membawa hasil laporan yang dikembalikan lagi dengan sukses untuk aku perbaiki sambil memperhatikan setiap wajah-wajah yang kutemui di jalan, kembali aku melihat wajah-wajah kematian di sana, membayangkan seandainya mereka berakhir di meja otopsi tentulah tidak akan ada lagi wajah yang segar tertawa atau murung menangis, yang ada hanya wajah pucat, dingin dan kaku, siap untuk dipelajari sebab- sebab kematiannya oleh mereka yang hidup, sementara akhir hidup sendiri siapa yang tahu seperti apa dan bagaimana. Allah… sudah cukup siapkah aku menghadap Mu ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dorr…dorr….!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tiba-tiba terdengar suara&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tembakan yang cukup dekat di telingaku. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;" Aaaahh……!! " &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%; direction: ltr; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0); font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tiba-tiba keringat dingin kurasakan menjalar ke seluruh tubuh, ada rasa nyeri yang menjalar di dada, dan cairan hangat kuraba mengalir di jas ko-ass ku, dan tiba –tiba ringan sekali rasanya tubuh ini, untuk sesaat &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kemudian aku tidak ingat apa-apa lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-in
