Friday, June 20, 2008
Kaget ??
Tuesday, June 17, 2008
Doaku
Allah..hari ini aku merasa bahagia, karena ternyata banyak yang menyayangiku.
Indah tak terkira…
Dan malam ini pula kuurai doa untuk orang-orang yang kusayangi..
Beri mereka yang merindu untuk Kau titipi amanah buah hati
Sebuah kesempatan untuk merasakan hadirnya cahaya mata itu Rabbi..
Beri mereka yang tengah dirudung duka
Sebentuk harap akan datangnya bahagia
Beri mereka yang tengah mengalami cobaan sakit
Sebuah kesembuhan yang memang hanya Engkau pemiliknya
Beri mereka yang tengah didera kesulitan hidup
Secercah harap akan kemudahan
Beri mereka yang tengah kau uji kesabarannya
Dengan bahasa sabar yang sesungguhnya
Beri mereka yang tengah menunggu perjumpaan abadi
Selaksa cinta di pintu surga
Sydney, June 17, 2008
Kepala 3
(Wuihh..emang uler jadi2 an apa, kok bisa jadi 3 kepalanya )
Nothing so special in me..
Karena kedewasaan kita berpikir dan bertindak kadang bukan berdasarakan usia semata
Say ada kakek2 yg udah bisa dibilang sepuh tapi kok masih mapan melakukan perbuatan maksiat apapun namanya. Padahal kalo dipikir..si kakek kan udah bau tanah mestinya harus lebih rajin ibadah dong ya..
Atau ada anak kecil yang kita anggap masih bau kencur justeru mengeluarkan kata-kata bijak atau perbuatan yang dapat membuat orang terkagum-kagum.
Jadi inget Rasulullah dan sahabat-sahabat Beliau yang sudah meniti kearifan sejak usia belia, sejak usia dimana gejolak muda justeru sejatinya lebih dominan di diri mereka.
Jadi kalo ditanya : Apa sih dewasa itu? Apa sih matang itu ?
According to my point of view :
1. secara umum selama seseorang itu berpikir dan bertindak dalam rangka ketaatan semata kepada Yang Maha Membuat Aturan
2. menerima feedback dari orang lain atas kelebihan dan kekurangan dengan open minded
3. kemudian mampu merefleksikannya untuk menuju kepada perbaikan....( assignment mode: on ) .
4. dapat menemukan hikmah dan belajar dari setiap kejadian
kesimpulannya, dewasa dan matang itu :
1. bukan hewan atau buah
2. bukan dilihat dari tampang…(semakin mutu (muka tua .red) tidak selalu semakin dewasa )
3. gak ada hubungannya sama spongebob
4. karakter umum dari seseorang
5. bukan sok-sok an kaya bapak2 (dibuat2 gitu..)
Nah..pertanyaannya, apakah dengan begitu orang yang dewasa akan selalu pasang muka syeriuss..? (sampe garis2 jidatnya jadi banyak ? *emoticon tampang serius* )
Ternyata menurut pengamat psikologi yg gak terdaftar, tidak harus orang tersebut bertampang serius. Sungguh, dalam diri kita pasti akan hadir sisi kekanak-kanakan…yang akan terus menemani kehidupan kita dan tanpa itu rasanya kurang berwarna kehidupan ini. Rasulullah juga dulu pernah lomba lari sama isterinya..Nah..lo..kok kaya anak kecil ? atau bunda Aisyah isteri Beliau yang minta digendong pas liat pertunjukan karena gak bisa liat ditengah kerumunan orang.
Lihat juga bagaimana seorang isteri yang bermanja2 kepada suaminya (reflection mode:on), atau suami yang kadang bersikap seperti anak kecil yang pengen disayang-sayang kepada isterinya. Trus sampe si isteri nyeletuk ‘ kok manja banget sih.. kaya anak kecil ‘, ada juga yang seneng banget kalo udah disuguhi Tom&Jerry atau Spongebob. Tapi tentunya hal tersebut diletakkan pada tempat dan waktu yang sesuai dan sekali lagi itu hanya sisi kekanak-kanakan kita yang sejatinya bukan menjadi karakter umum seorang dewasa. Apabila sudah dihadapkan dengan suatu perkara yang membutuhkan pertimbangan dan kebijakan, maka tentu sikap kekanak-kanakan itu terhapus dengan sendirinya.
The last, mari kita perbanyak mengingat pemusnah kenikmatan di dunia ..agar kita lebih arif menyikapi dunia dan segala isinya…
Fastabiqul khairat.. yuukk…peace ahh..!!
From the heart of Sydney
Barakallahu Matahariku..
Semoga Allah senantiasa melindungi setiap langkah kecilmu
Dalam menemani hari-hari kami yang akan lekang oleh waktu
Dan kemudian tongkat estafet itu kau bawa berlari
Meninggalkan kenangan pada suatu masa nanti
Barakallah atas milad mu matahariku…
Kami merasa begitu cepat waktu berlalu
Belum lah usai episode kecilmu memenuhi memori kalbu
Sudah lima tahun kiranya perjalanan waktu itu
Barakallah atas milad mu matahariku..
Jadilah syahidah itu
Ukir namamu di dalam keabadian
Dimana semua malaikat akan mengenang
Barakallah atas milad mu matahariku
Doa kami akan selalu menyertaimu
Sydney, June 17, 2008
Much loves for my first sun
Saturday, June 07, 2008
Aisyah Adinda Kita
Tuesday, June 03, 2008
Hari paling produktif

Oleh-oleh

Road to 30
Daun-daun musim gugur..ah indah nian, selama ini hanya mampu kulihat di televisi , gambar di kalender atau desktop di pc. Lihatlah warnanya akan berubah secara bertahap…dari hijau, merah, merah tua, coklat..lalu gugur . Satu persatu daun itu berguguran melepas asa untuk kehidupan akan datang ,diiringi tetes hujan yang sudah 2 hari terakhir ini masih enggan untuk sejenak rehat.
Born : June 17, 1978 --Married : June 29, 2002 -- Delivering: June 17, 2003 --Die : ???
- Sudah lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban sebagai hamba ?
- Sudah lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban sebagai ibu ?
- Sudah lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban sebagai isteri ?
- Sudah lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban sebagai anak ?
- Sudah lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban terhadap sesama?
- Sudah lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban terhadap diri sendiri ?
- dan refleksi hidup itu akan terus berlanjut…..terus..dan terus..hingga
reflection mode: off
- Menjadi lebih baik dari sebelumnya…lebih bijak, lebih arif, lebih matang menghadapi semua persoalan hidup
- Menjadi lebih bermanfaat untuk seluruh umat
- Menjadi ummahat excellent untuk anak2 excellent
- Menjadi isteri yang dapat menjadi pakaian kebanggaan suami
- Menjadi anak yang terus dapat berbakti kepada orang tua
- Menjadi teman yang baik untuk semua orang
- Menjadikan surga sebagai rumah masa depan tempat berkumpul sekeluarga..
berilah hamba sisa waktu hidup untuk menjadi lebih berarti
dan panggil hamba dalam keadaan yang berarti pula
Friendly Reminder:
Orang yang hari ini lebih baik dari kemarin ---- beruntung
Orang yang hari ini tidak lebih baik dari kemarin----- merugi
Orang yang hari ini lebih buruk dari kemarin------ celaka
Monday, June 02, 2008
Autumn

Autumn...
Raining in June..
What a beautiful song playing in my heart
Rainbow bridge across my loneliness
Autumn..
Raining in June
What a wonderful lyric touching my feelings
Colorful pictures remain in my mind
Autumn..
Raining in June
I just want to come home
counting the days gone by
Missing you there
My truly autumn..my truly rain
from Sydney with love
Aku ingin
Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah dari hujan di bulan juni
dirahasiakan rintik rindunya pada bohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapuskannya jejak-jejak kaki yang ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
(Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono 1989)
Thursday, May 29, 2008
Television and Destiny

Yesterday when I was in a train bringing me to Lakemba, a suburb in
Sometimes I just don’t understand their values perspective, that will be okay if they argue these are human rights of Australians which mean they make justification for themselves according to their values, although I’m not quite sure all of Australians accept it. However, I certainly don’t agree if they said this are values of the whole of human being on the world since I, personally, against that poor opinion. Why I say so, that’s because the moral values standardized by a thing that has limited power is the values that we can not rely on. There are many pitfalls in them and has uncertainty of compliance rewards, even the rewards are merely offered and accepted, again, by human beings themselves . It would be different if the moral values we follow are standardized by The Almighty, Allah SWT, with The Holly Quran and As Sunnah as directions. I have no doubt in it and of course the rewards of compliance, though not directly received, are endlessly guaranteed .
At the end of the article, The chairman said ‘ I don’t know how we are going to get the bottom of the causes of violent crime if at the same time we simply say that this is good entertainment ‘. I made this article based on my awareness that everything has to be changed if we want to get rid of it. Our children’s future, gold of life, is something that we have to sustain instead of to ruin it. We just can simply say NO to the destructive television program watched by our children which is followed by either changing the channel or turning it off. Last but not least, for me, role modeling is the most effective method of education (just the way the Prophet did). If we eager to scroll back the memory we have, there should be a reflection that how our children behave is as a result of modeling their close figures , whoever and whatever it is. So , be their best model in the world !
much loves for my family
Tuesday, May 27, 2008
Reflection on 'kenaikan BBM'

From the heart of Sydney
Negeriku Muram
Mengadu kepada Mu..
Di titik lelah memandang wajah negeri yang semakin muram
Dimana keranda kematian rasa diusung setiap sudutnya
Denting riuh rendah amarah dari seluruh penjuru ibarat lonceng menggema
Menagih janji kesejahteraan yang terpenggal dalam angan yang tersisa
Di titik pasrah memandang wajah negeri yang semakin muram
Mengayuh perahu kehampaan di lautan ketidakpastian
Keresahan membuncah menuai prahara di akhir cerita
Menagih janji keadilan yang hilang ditelan gulita
Adakah tempat mengadu lain yang mampu mendengar gejolak nurani
Saat jiwa lunglai tak berdaya melawan tirani
Satu-satu air mata nyeri bernyanyi melarung asa dalam sepi
Takdir itu milik kami Rabbi
Dan kami pula yang akan menjalaninya tanpa dapat dipungkiri
Banyak pinta yang tak putus kami urai lewat kata
Barangkali Engkau tertawa karena mungkin kami tak layak untuk mendapatkannya
Sementara diri masih diselimuti debu kenistaan yang tebal
Melekat tanpa pernah kami usap dengan taubat
Hapus letih ini..gulana ini….
Biarkan sejenak kami bermimpi hal-hal yang indah tentang negeri ini..
Monday, May 26, 2008
Kebenaran itu Milik Allah

Berjuanglah terus saudaraku..
Suarakan terus kebenaran walau pahit untuk mereka dengar
Sekalipun jangan pernah mundur ke belakang
Doa kami menyertai
Bagi para pejuang Allah sungguh tak akan pernah ada kata merugi
kebenaran itu ditulis dengan tinta darah...tinta air mata....bahkan tinta nyawa
yang didera fitnah di kesudahannya
Namun untuk pejuang sejati
tipu daya itu hanyalah kerikil kecil yang harus dilalui
dan tetaplah untuk tegak dalam agama ini
Berjuanglah terus saudaraku..
Cukuplah Allah bagimu..
teruntuk seluruh pejuang kebenaran di bumi Allah
Hidayatullah.com
Senin, 26 Mei 2008
Untuk kesekian kalinya, Adnan Oktar alias Harun Yahya dipenjarakan. Inilah penindasan para ilmuwan yang berani mengungkap kekeliruan ilmiah teori evolusi.
Penindasan terhadap para ilmuwan dan intelektual yang berani mengungkap kekeliruan ilmiah teori evolusi Darwin, dan berbagai sisi gelap teori itu tidak hanya berlaku di Amerika Serikat. Untuk kesekian kalinya, Adnan Oktar, dengan nama pena Harun Yahya, diganjar pengadilan Turki 3 tahun penjara, lantaran mengemukakan kebenaran bahwa teori evolusi Darwin tidaklah ilmiah.
Sebelum ini, Harun Yahya sudah dipenjara beberapa kali. Ia pernah dikurung di rumah sakit jiwa bersama para pasien penyakit jiwa berbahaya. Di tempat itu, beliau dicoba untuk dibunuh beberapa kali.
Meski demikian, Harun Yahya tetap tidak bergeming membongkar kepalsuan teori evolusi, beserta gerakan ideologis yang mendukungnya, termasuk Freemasonry.
Pembunuhan Karakter
Sebagaimana diketahui, ilmuwan Muslim yang karyanya sudah merambah dunia itu beberapa tahun terakhir ini mengagetkan dunia. Buku besar Harun Yahya berjudul Atlas Penciptaan muncul di Eropa, dan mengagetkan pihak berwenang di negara-negara seperti Perancis, Denmark, Austria, dan Italia.
Tidak mampu menanggapi balik secara ilmiah dan intelektual, organisasi dunia setinggi Dewan Eropa mengeluarkan resolusi yang melarang buku Atlas Penciptaan dan pemikiran kritis semacamnya atas teori evolusi diajarkan di sekolah-sekolah Eropa.
Lebih dari itu, tindakan penyusupan agen rahasia Freemasonry pun dilakukan demi membungkam kegiatan Harun Yahya.
Bisa ditebak, media massa pro evolusi memanfaatkan peristiwa ini untuk melakukan pembunuhan karakter Harun Yahya untuk kesekian kalinya dengan berbagai tuduhan negatif, tak terkecuali situs rujukan seperti wikipedia.
Menjawab putusan pengadilan ini, Harun Yahya menyampaikan pernyataan
penting dalam sebuah konferensi pers.
"Ini adalah sebuah kasus yang mungkin akan tercatat dalam sejarah. Saya belum pernah mendengar, melihat atau membaca kasus yang penuh tipu daya semacam ini. Namun kami masih menaruh rasa hormat yang sepatutnya.
saatnya tiba. Mereka mengeluarkan pernyataan putusan pengadilan yang ada dalam takdir mereka. Tak seorang pun dapat menentukan untuk dirinya sendiri, tidak pula membuat pernyataan apa pun sekehendaknya sendiri. Setiap orang membuat pernyataan yang telah ditetapkan dalam takdirnya. Mengapa ini terjadi dengan cara sedemikian itu? Sebab
kebaikan akan muncul dengan takdir itu terjadi, " ujarnya.
Harun Yahya menyebut pemenjaraan dirinya diibaratkan kasus Nabi Yusuf AS. "Insya Allah, kami juga berada pada jalan Nabi Yusuf AS. Kami berada pada jalan para nabi yang dirahmati. Kami menetapi sunnah mereka yang agung. Insya Allah kami melakukan apa yang mendatangkan kebaikan. Orang mukmin berada di jalan para nabi, dan di dalam
Al-Quran," katanya dikutip www.harunyahya. com. [as/cha/berbagai
sumber/www.hidayatu llah.com]
simak biografi penuh derita, dera dan percobaan pembunuhan di:
http://www.harunyah ya.com/indo/ m_riwayat. htm
Sunday, May 25, 2008
Kereta Senja
Q : Is there any connection between this television program and the article above (television and destiny ) ?
A : Definitely yes there is
Q : How come ?
A : The people can model the artists by imitating their styles.
Q : Umm....what a nice models then (look amazed)
A : heheh....finally, that's what I call destiny ( hihih....maksaa !)
