Thursday, June 26, 2008

Boarding

Alhamdulillah...sepertinya waktu terasa lebih cepat, setelah semalaman tidur tak karuan.Di mushola di usir ( jam 2 pagi mau di bersihin mushollanya)..di kursi badan sakit-sakit semua kekiri salah ke kanan salah, trus jalan kesana kemari sampe kaki rasa mau pecah. Finally..skg udah di ruang tunggu keberangkatan. Ohh..I can't wait for that moment !!! I miss you all my lovely family.

Changi..two thumbs up !! Kalo semua bandara kaya Changi dan semua pesawat kaya maskapai SIA heheh.. insyaAllah gak akan sedih kalo harus transit lama.Btw, ada sedihnya juga karena di Changi juga kameraku rusak..huhuhu...Padahal tadi ada free city tour (enak kan..kalo kita transit lama,diajak jalan2 keliling kota gratis )..jadi yaahh..cuma liat-liat aja gak bisa diabadikan. However, semuanya insyaAllah akan abadi di memori, except dementia.

Time to depart...see you all soon.. !!


Peace ahh...!!

Teriring cinta yang akan selalu subur di dada..


Changi, June 26, 2008

Wednesday, June 25, 2008

Transit

Alhamdulillah...akhirnya perjalanan pulang ke Indonesia ini cukup menyenangkan, dengan alasan :

1. Akan bertemu dengan keluarga tercinta
2. Ditemani Marshmallow (heheh...kalo sendiri pasteeee..betee..)
3. Perjalanan panjang kurang lebih 8 jam tidak berasa

Dan tidak enaknya : hiks.. harus semalem nginep di Changi.. *sabaaaarr...* besok juga insyaAllah bakal jumpa sama keluarga. Aamiin..

Mohon doa temen2 semua, biar semua dimudahkan..dan yang lebih penting lagi, diriku masih semangat untuk balik ke Sydney.. after all this time..
Semangaaaaatt..!!


Peace ahh..

Sepenuh cinta untuk orang2 tercinta..

Friday, June 20, 2008

Kaget ??

Subhanallah...ada beberapa video indah hasil rekaman seorang amaatir, saat jalan-jalan ke Wollongong salah satu suburb di New South Wales, dan Brighton Beach. Have a look...!


Tuesday, June 17, 2008

Doaku

Allah..hari ini aku merasa bahagia, karena ternyata banyak yang menyayangiku.

Indah tak terkira…

Dan malam ini pula kuurai doa untuk orang-orang yang kusayangi..


Beri mereka yang merindu untuk Kau titipi amanah buah hati

Sebuah kesempatan untuk merasakan hadirnya cahaya mata itu Rabbi..


Beri mereka yang tengah dirudung duka

Sebentuk harap akan datangnya bahagia


Beri mereka yang tengah mengalami cobaan sakit

Sebuah kesembuhan yang memang hanya Engkau pemiliknya


Beri mereka yang tengah didera kesulitan hidup

Secercah harap akan kemudahan


Beri mereka yang tengah kau uji kesabarannya

Dengan bahasa sabar yang sesungguhnya


Beri mereka yang tengah menunggu perjumpaan abadi

Selaksa cinta di pintu surga



Sydney, June 17, 2008

Much loves for my friends

Kepala 3

Apa rasanya jadi kepala 3 ya ??
(Wuihh..emang uler jadi2 an apa, kok bisa jadi 3 kepalanya )

Nothing so special in me..
Karena kedewasaan kita berpikir dan bertindak kadang bukan berdasarakan usia semata
Say ada kakek2 yg udah bisa dibilang sepuh tapi kok masih mapan melakukan perbuatan maksiat apapun namanya. Padahal kalo dipikir..si kakek kan udah bau tanah mestinya harus lebih rajin ibadah dong ya..
Atau ada anak kecil yang kita anggap masih bau kencur justeru mengeluarkan kata-kata bijak atau perbuatan yang dapat membuat orang terkagum-kagum.
Jadi inget Rasulullah dan sahabat-sahabat Beliau yang sudah meniti kearifan sejak usia belia, sejak usia dimana gejolak muda justeru sejatinya lebih dominan di diri mereka.

Jadi kalo ditanya : Apa sih dewasa itu? Apa sih matang itu ?

According to my point of view :
1. secara umum selama seseorang itu berpikir dan bertindak dalam rangka ketaatan semata kepada Yang Maha Membuat Aturan
2. menerima feedback dari orang lain atas kelebihan dan kekurangan dengan open minded
3. kemudian mampu merefleksikannya untuk menuju kepada perbaikan....( assignment mode: on ) .
4. dapat menemukan hikmah dan belajar dari setiap kejadian

kesimpulannya, dewasa dan matang itu :
1. bukan hewan atau buah
2. bukan dilihat dari tampang…(semakin mutu (muka tua .red) tidak selalu semakin dewasa )
3. gak ada hubungannya sama spongebob
4. karakter umum dari seseorang
5. bukan sok-sok an kaya bapak2 (dibuat2 gitu..)

Nah..pertanyaannya, apakah dengan begitu orang yang dewasa akan selalu pasang muka syeriuss..? (sampe garis2 jidatnya jadi banyak ? *emoticon tampang serius* )

Ternyata menurut pengamat psikologi yg gak terdaftar, tidak harus orang tersebut bertampang serius. Sungguh, dalam diri kita pasti akan hadir sisi kekanak-kanakan…yang akan terus menemani kehidupan kita dan tanpa itu rasanya kurang berwarna kehidupan ini. Rasulullah juga dulu pernah lomba lari sama isterinya..Nah..lo..kok kaya anak kecil ? atau bunda Aisyah isteri Beliau yang minta digendong pas liat pertunjukan karena gak bisa liat ditengah kerumunan orang.

Lihat juga bagaimana seorang isteri yang bermanja2 kepada suaminya (reflection mode:on), atau suami yang kadang bersikap seperti anak kecil yang pengen disayang-sayang kepada isterinya. Trus sampe si isteri nyeletuk ‘ kok manja banget sih.. kaya anak kecil ‘, ada juga yang seneng banget kalo udah disuguhi Tom&Jerry atau Spongebob. Tapi tentunya hal tersebut diletakkan pada tempat dan waktu yang sesuai dan sekali lagi itu hanya sisi kekanak-kanakan kita yang sejatinya bukan menjadi karakter umum seorang dewasa. Apabila sudah dihadapkan dengan suatu perkara yang membutuhkan pertimbangan dan kebijakan, maka tentu sikap kekanak-kanakan itu terhapus dengan sendirinya.

The last, mari kita perbanyak mengingat pemusnah kenikmatan di dunia ..agar kita lebih arif menyikapi dunia dan segala isinya…

Fastabiqul khairat.. yuukk…peace ahh..!!

From the heart of Sydney





Barakallahu Matahariku..

Barakallah atas milad mu matahariku..

Semoga Allah senantiasa melindungi setiap langkah kecilmu

Dalam menemani hari-hari kami yang akan lekang oleh waktu

Dan kemudian tongkat estafet itu kau bawa berlari

Meninggalkan kenangan pada suatu masa nanti


Barakallah atas milad mu matahariku…

Kami merasa begitu cepat waktu berlalu

Belum lah usai episode kecilmu memenuhi memori kalbu

Sudah lima tahun kiranya perjalanan waktu itu


Barakallah atas milad mu matahariku..

Jadilah syahidah itu

Ukir namamu di dalam keabadian

Dimana semua malaikat akan mengenang


Barakallah atas milad mu matahariku

Doa kami akan selalu menyertaimu


Sydney, June 17, 2008
Much loves for my first sun

Saturday, June 07, 2008

Aisyah Adinda Kita

Ah..nakk...denger lagu ini jadi inget dirimu. Semoga seperti lagu ini ya nak kelak.. Btw, ais juga suka lagi ini.

Aisyah Adinda Kita - Artist

Tuesday, June 03, 2008

Hari paling produktif


Mm.. sepertinya tanggal 3 Juni bakal menjadi sejarah tersendiri nee....bersanding dengan tanggal-tanggal penting dalam hidupku. Under heading : Hari Paling Produktif Sedunia (baca: hari paling kurang kerjaan sedunia). Heheh.. gimana nggak, dari pagi sampe malam di depan kompie hanya untuk mengotak atik blog..(laghwun ya..hikss.. jadi malu sama Allah). MasyaAllah... ternyata mikirin html lebih rumit daripada mikirin assignment.. hihihi.. penasaaaaraaannn... kok background gak berubah padahal udah berulang kali di taroh di : body { bcakground-image:url( http://........)


Hikss... teteeeuup gak ada perubahann bentuk pada blog indahku..Alhasil ujung-ujungnya setelah berkutat dengan "hal yang gak penting " itu... nyeraaahh dehh..kembali ganti skin yang minimalis aja. Titik selesai. Eng..ing..eng..Tapi kok tetap tergoda untuk mengutak atik lagi yaa.. Wahh.. gawaatt..., seperti ini kah nafsu blogger beginner ?? Kalau dibiarin terus.. bisa-bisa sampe pagi mikirnya . Ternyata kegiatan tidak berhenti sampai disitu.. lanjut dengan Blogwalking, jalan kesana kemari .. ketawa-ketiwi sendiri sambil baca blog orang..Mmm.. lama-lama capek juga ya.. jam sudah menunjukkan 10.38.. It means I spent about 12 hours dealing with this stuff..!! huehuehue.. kalo ngerjain assignment, udah dapet 1000 kata..eehh..malah 2000 kata kalo minus chatting xixixi...


Besok, gak ada waktu lagi buat blogging.. kecuali terpaksa (terpakasa pengen. red), karena jadwal yang lebih penting menunggu plus kumpul bocah di Newtown. Time to bed.... Love is all around.. Peace ahh..!!



Much loves for my friends..

Oleh-oleh


Menyenangkan rasa nya apabila kita bisa membuat orang lain senang.. , itu pula yang akan kulakukan dengan kepulanganku besok , 3 weeks left. Aku ingin menyenangkan orang-orang dekatku dengan memberi mereka oleh-oleh. Kurang berharga barangkali kalau dinilai dengan uang (tapi diconvert ke rupiah jadi lumayan hehe..). Whatever..yang penting mereka senang dan selama aku masih bisa melakukannya kenapa tidak.


Ada tas boneka untuk anak-anak ( de facto anakku banyak.. de jure sih cuma 2, tapi semoga bisa lebih dari 2 suatu saat aamiin..), ada gantungan kunci, mainan magnet kulkas, tempat koin, tempat pensil, coklat, kaos, bolpen...setelah dikumpul ternyata hampir satu koper. Duuuhh..bener-bener emak emak.. :P padahal pulang nya juga masih 3 minggu lagi, assignment masih numpuk, hebohnya dari sekarang....karena apa sodara-sodara.. ? karena udah pengen bangettt.. pulangnya. hikhikhik... kangen cium anak2, memeluk mereka dengan segenapp cinta..kangen juga sama abi nya anak2..:P Hampir empat bulan meninggalkan mereka.. serasa 4 tahun.. (hiperbolic mode. red)


Pengen makan pindang ikan...pengen makan ikan bakar..setiap hari di Indo makannya ikan.. tiada hari tanpa ikan. duuuuuuuuhhh...nyari ikan sungai disini ??? susyeeee....kalopun ada mahal dan gak seger lagi. Pengalamanku beli ikan beku disini.. Setelah dimasak.. subhanallah.. kok jadi kaya tahu gitu, itu tuu...yang dari kedele heheh..?? Nah loo... yang salah ikannya apa mulutnya ??? Aslii... gak lagii2 beli ikan beku.. DItambah lagi males masak disini..(auranya kurang baek buat masak..-halah... alesaaann - )makan seadanya aja, ada mie makan mie yang merk nya Indomie (btw mendunia banget lah selera satu ini, dimana-mana ada ),.. ada roti makan roti... ada laptop makan laptop hihihi...abis kerjaannya pantenggg depan kompie mulu sambil menularkan virus sentimentil ke Newtown (hihihi...).


Terbayang.. nanti kalo sudah pulang sebulan, kira-kira masih semangat gak ya..balik kesini lagi ? Bertemu dengan mbak Rola, mbak Imogine, Oma Jill, Om Stewart....dan auntie-auntie cerewet penghuni Broadway, Newtown, dan Marrickvile (sungkem mbak her..yang salah masuk kategori hihih..). Entahlah, but the show must go on Yuni.. you will miss mbak Rola's comment : your writing has been improved... aaahh.. perjuangan itu gak akan pernah henti mbak..ini hanya awal.

Sodara-sodara.. doakan saya tetap menjalani semua dengan baik dan benar.. dan teteeeeuupp semangatt.. !!!



From Sydney with love







Road to 30

Daun-daun musim gugur..ah indah nian, selama ini hanya mampu kulihat di televisi , gambar di kalender atau desktop di pc. Lihatlah warnanya akan berubah secara bertahap…dari hijau, merah, merah tua, coklat..lalu gugur . Satu persatu daun itu berguguran melepas asa untuk kehidupan akan datang ,diiringi tetes hujan yang sudah 2 hari terakhir ini masih enggan untuk sejenak rehat.

Dingin, tampaknya akhir musim gugur ini tengah mempersiapkan suhu yang lebih dingin untuk musim yang akan datang dan kemudian siap untuk disematkan di kulit seluruh penghuni benua ini. Dari atas unit tua ini kutatap fenomena indah tersebut, yang membawa sejenak rasa hati ke dalam sepi yang asing tapi indah.

Juni..tak ada yang lebih indah dari bulan juni… ada beberapa peristiwa besar dalam hidupku yang terjadi di sana. Kelahiranku , penyematan gelar dokterku kelahiran putri pertamaku , dan pernikahanku…Lengkap rasanya di bulan ini dan semua akan kurangkum dalam album kenangan hidup yang tak akan pernah usai kubuka hingga nanti perpisahan abadi itu tiba.

Aha...itu artinya berkurang sudah kiranya waktu ku hidup di dunia. I’m getting older and then vanish at the end just like the autumn, what a life . Seperti itulah roda hidup yang akan kujalani kelak :


Born : June 17, 1978 --Married : June 29, 2002 -- Delivering: June 17, 2003 --Die : ???

Reflection mode : on

  1. Sudah lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban sebagai hamba ?
  2. Sudah lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban sebagai ibu ?
  3. Sudah lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban sebagai isteri ?
  4. Sudah lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban sebagai anak ?
  5. Sudah lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban terhadap sesama?
  6. Sudah lebih baikkah diriku menunaikan hak dan kewajiban terhadap diri sendiri ?
  7. dan refleksi hidup itu akan terus berlanjut…..terus..dan terus..hingga

reflection mode: off

Harapan :

  1. Menjadi lebih baik dari sebelumnya…lebih bijak, lebih arif, lebih matang menghadapi semua persoalan hidup
  2. Menjadi lebih bermanfaat untuk seluruh umat
  3. Menjadi ummahat excellent untuk anak2 excellent
  4. Menjadi isteri yang dapat menjadi pakaian kebanggaan suami
  5. Menjadi anak yang terus dapat berbakti kepada orang tua
  6. Menjadi teman yang baik untuk semua orang
  7. Menjadikan surga sebagai rumah masa depan tempat berkumpul sekeluarga..

Juni…autumn…biarkan sejenak diri merenung

maka Kepada Yang Tak Pernah Tidur :

berilah hamba sisa waktu hidup untuk menjadi lebih berarti
dan panggil hamba dalam keadaan yang berarti pula

Friendly Reminder:

Orang yang hari ini lebih baik dari kemarin ---- beruntung
Orang yang hari ini tidak lebih baik dari kemarin----- merugi
Orang yang hari ini lebih buruk dari kemarin------ celaka

(Al-Hadits)

Monday, June 02, 2008

Autumn



Autumn...
Raining in June..
What a beautiful song playing in my heart
Rainbow bridge across my loneliness

Autumn..
Raining in June
What a wonderful lyric touching my feelings
Colorful pictures remain in my mind

Autumn..
Raining in June
I just want to come home
counting the days gone by

Missing you there
My truly autumn..my truly rain

from Sydney with love

Aku ingin


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat diucapkan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada

(Sapardi Djoko Damono)

Hujan Bulan Juni


Tak ada yang lebih tabah dari hujan di bulan juni
dirahasiakan rintik rindunya pada bohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapuskannya jejak-jejak kaki yang ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu


(Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono 1989)



Thursday, May 29, 2008

Television and Destiny


Yesterday when I was in a train bringing me to Lakemba, a suburb in Sydney, I found an interesting newspaper, a free newspaper actually – The Epoch Times-. In the page 5, I was amazed by the column wrote by Martin Croucher with the heading ‘ Is television the cause of yob culture ?’. I was interested by the title since in my mind this issue was quite similar to my country and continued to read the entire part. A chairman of current mediawatch in the UK argued that gun crime, violence and aggressive behaviors were resulted indirectly by watching television since television was such a powerful influence, hence models of behavior that are shown regularly could become normalized in society. I definitely agree with that statement, sometimes the majority truth is built by the media. Take for an example, say that gay and lesbian relationships in a normal life are anomaly entities, but the fact, it becomes ‘normal’ in society when all medias justify them in the name of human right even more the society accept the logic either consciously or unconsciously. Next, we’ll see obviously how they turn into the truth of majority when everyone supports all occasions which are held by such weird communities.


Sometimes I just don’t understand their values perspective, that will be okay if they argue these are human rights of Australians which mean they make justification for themselves according to their values, although I’m not quite sure all of Australians accept it. However, I certainly don’t agree if they said this are values of the whole of human being on the world since I, personally, against that poor opinion. Why I say so, that’s because the moral values standardized by a thing that has limited power is the values that we can not rely on. There are many pitfalls in them and has uncertainty of compliance rewards, even the rewards are merely offered and accepted, again, by human beings themselves . It would be different if the moral values we follow are standardized by The Almighty, Allah SWT, with The Holly Quran and As Sunnah as directions. I have no doubt in it and of course the rewards of compliance, though not directly received, are endlessly guaranteed .

By the way, back to the main issue –television-, The chairman admitted that the social declines were caused by other factors such as poverty, poor housing and lack of education, but in addition, television and film make the situation worse. Again, I agree with this. Indonesia has such similar problems even worse I think. Suicide rate in Indonesia is horribly fantastic that 50 000 people suicide every year (WHO) because of socio-economic problems. On the other hand, crime rates also gradually increase ( not know exactly the numbers). Yet there are no proven evidences to the television involvement in those cases (or I have not found it yet ), but the television with various programs, which mostly show entertainments –an sich- covered by violence, pornography, hedonism, mystical etc with less or without educational themes, is being such an intimate friend to almost every family house in Indonesia in which it is turned on from the early morning up to late of night consecutively. I assume that these things indirectly contribute to the society’s behaviours as we know that role modeling is a human nature thus how the society behave is exposed by watching television. Here, I feel so helpless when I realized my own daughter very much focus on watching television, while I could not do anything to pull her out of this since her grandma is beside her instead of me, her mother. We know that sometimes grandparents can not distinguish the feelings between to love and to educate, therefore they let their granddaughters watch tv as long as it can make them happy. I promise myself when I go back home they will get a different situation , to be better of course.


At the end of the article, The chairman said ‘ I don’t know how we are going to get the bottom of the causes of violent crime if at the same time we simply say that this is good entertainment ‘. I made this article based on my awareness that everything has to be changed if we want to get rid of it. Our children’s future, gold of life, is something that we have to sustain instead of to ruin it. We just can simply say NO to the destructive television program watched by our children which is followed by either changing the channel or turning it off. Last but not least, for me, role modeling is the most effective method of education (just the way the Prophet did). If we eager to scroll back the memory we have, there should be a reflection that how our children behave is as a result of modeling their close figures , whoever and whatever it is. So , be their best model in the world !


much loves for my family

Tuesday, May 27, 2008

Reflection on 'kenaikan BBM'



From the heart of Sydney

Negeriku Muram

Mengadu kepada Mu..
Di titik lelah memandang wajah negeri yang semakin muram
Dimana
keranda kematian rasa diusung setiap sudutnya
Denting riuh rendah amarah dari seluruh penjuru
ibarat lonceng menggema
Menagih janji kesejahteraan yang terpenggal dalam angan yang tersisa

Mengadu kepada Mu..
Di titik pasrah memandang wajah negeri yang semakin muram
Mengayuh perahu kehampaan di lautan ketidakpastian
Keresahan membuncah menuai prahara di akhir cerita
Menagih janji keadilan yang hilang ditelan gulita

Mengadu kepada Mu..
Adakah tempat mengadu lain yang mampu mendengar gejolak nurani
Saat jiwa lunglai tak berdaya melawan tirani
Satu-satu air mata nyeri bernyanyi melarung asa dalam sepi
Takdir itu milik kami Rabbi
Dan kami pula yang akan menjalaninya tanpa dapat dipungkiri

Mengadu kepada Mu
Banyak pinta yang tak putus kami urai lewat kata
Barangkali Engkau tertawa karena mungkin kami tak layak untuk mendapatkannya
Sementara diri masih diselimuti debu kenistaan yang tebal
Melekat tanpa pernah kami usap dengan taubat

Mengadu kepada Mu
Hapus letih ini..gulana ini….
Biarkan sejenak kami bermimpi hal-hal yang indah tentang negeri ini..

Kusemat cinta berbalut doa di kedalaman samudera hati orang - orang terkasih.......